Dengan penampilan yang matang dan penuh keyakinan, Janice yang menempati peringkat 59 dunia mampu menaklukkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez.
Hasil gemilang ini bukan sekadar mengantarkannya melaju ke babak selanjutnya, tetapi juga menjadi penanda bangkitnya tenis putri Indonesia di panggung internasional.
Baca Juga: Potensi Bencana Masih Terjadi, Pemkab Kudus Perpanjang Status Kebencanaan Hingga 26 Januari
Lampaui Jejak Emas Yayuk Basuki
Kemenangan Janice di babak utama Australian Open sekaligus mengakhiri puasa panjang prestasi tenis Indonesia.
Ia tercatat sebagai petenis putri Merah Putih pertama yang berhasil meraih kemenangan di babak utama turnamen Grand Slam sejak prestasi legendaris Yayuk Basuki pada 1998.
Capaian ini pun memutus penantian selama 28 tahun.
Keberhasilannya meredam permainan agresif Fernandez menunjukkan kualitas dan mental bertanding Janice yang semakin matang, sekaligus menegaskan bahwa petenis Indonesia kembali layak diperhitungkan di level dunia.
Perjalanan Janice di Australia Terbuka tahun ini pun menjadi perhatian luas, menghadirkan optimisme baru bagi pencinta olahraga Tanah Air untuk kembali menyaksikan kibaran Merah Putih melangkah jauh di turnamen paling prestisius sejagat.