RADAR KUDUS - PSM Makassar memasuki pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 dalam kondisi yang jauh dari ideal. Saat tim membutuhkan stabilitas, justru satu kepingan penting terlepas.
Victor Luiz, bek yang selama ini menjadi jangkar keseimbangan, harus menepi akibat akumulasi kartu kuning.
Lawan yang menanti pun bukan sembarang: Bali United, tim dengan organisasi permainan rapi dan lini depan efisien.
Di Stadion BJ Habibie, Parepare, Jumat (9/1) malam, PSM tidak hanya melawan Bali United. Mereka sedang berhadapan dengan rapuhnya struktur sendiri.
Baca Juga: PSM Makassar vs Bali United: Prediksi Skor, Susunan Pemain, Taktik Hingga Live Streaming
Kehilangan yang Datang di Waktu Terburuk
Absennya Victor Luiz bukan sekadar catatan administratif. Ia datang di tengah fase krisis PSM: tiga kekalahan beruntun dari Malut United, Persib Bandung, dan Borneo FC. Dalam periode itu, satu benang merah terlihat jelas—rapuhnya transisi bertahan saat tekanan meningkat.
Victor Luiz selama ini berperan sebagai penyeimbang. Bukan hanya bek yang memenangi duel, tetapi pengatur garis, penutup ruang, dan penenang ketika ritme permainan liar. Kehilangannya membuat sektor pertahanan PSM kehilangan referensi.
Dan Bali United tahu cara membaca celah.
Baca Juga: Gegara Borneo Kalah, Puncak Liga 1 Tak Aman, Persija–Persib Siap Menyalip
Tomas Trucha: Jujur, Tapi Tak Punya Pilihan Ideal
Pelatih PSM, Tomas Trucha, tidak menutup kekecewaannya. Ia mengakui Victor Luiz adalah pemain reguler yang perannya sulit digantikan.
Pernyataan itu bukan sekadar keluhan, melainkan pengakuan akan tipisnya kedalaman skuad di posisi krusial.
Namun liga tidak memberi ruang simpati. Trucha dipaksa beradaptasi.
Syahrul Lasinari menjadi opsi paling realistis. Meski berposisi natural sebagai bek kanan, Syahrul dianggap cukup fleksibel untuk mengisi sisi yang ditinggalkan Victor Luiz. Keputusan ini mencerminkan dua hal: kepercayaan, sekaligus keterpaksaan.
Di level kompetisi setinggi Super League, improvisasi semacam ini adalah pertaruhan.
Bali United: Lawan yang Tepat untuk Menguji Retakan
Jika PSM berharap waktu untuk bernapas, Bali United bukan lawan yang memberi kelonggaran. Tim asuhan Johnny Jansen datang dengan organisasi yang rapi, disiplin bertahan, dan kesabaran menyerang.
Mereka bukan tim yang memaksa. Mereka menunggu.
Ketika lawan kehilangan struktur, Bali United terbiasa menghukum lewat pergerakan tanpa bola, rotasi sisi, dan timing masuk kotak penalti. Tanpa Victor Luiz, PSM berisiko kehilangan komunikasi antarlini—celah yang bisa berakibat fatal.
Baca Juga: APES! Butuh Menang, Borneo FC Justru Dipermalukan Persita
Lebih dari Sekadar Satu Pemain
Masalah PSM bukan hanya absennya satu bek. Ini soal konteks.
PSM sedang berusaha bangkit, tetapi kehilangan figur stabil justru memperbesar beban psikologis. Saat kepercayaan diri goyah, pemain membutuhkan sosok yang bisa “menjaga lantai tetap rata”. Victor Luiz selama ini menjalankan fungsi itu.
Tanpa dia, tanggung jawab tersebar—dan tidak selalu efektif.
Laga kontra Bali United menjadi ujian apakah PSM bisa bertahan sebagai kolektif, bukan bergantung pada individu.
Baca Juga: Persita VS Borneo FC Samarinda Full Highlights, Puncak Klasemen Liga 1 Terguncang
Syahrul Lasinari dan Beban Tak Tertulis
Bagi Syahrul Lasinari, ini bukan sekadar kesempatan bermain. Ini ujian legitimasi. Bermain di posisi non-alami, melawan tim dengan disiplin tinggi, di tengah tekanan publik Parepare—kombinasi yang tidak ramah.
Namun inilah realitas pemain lokal di klub besar: fleksibilitas adalah mata uang utama. Jika Syahrul mampu tampil solid, ia tidak hanya menutup lubang, tetapi memperluas opsi Trucha ke depan.
Jika gagal, PSM akan kembali membayar mahal.
Klasemen Tak Menunggu, Tekanan Bertambah
Secara klasemen, PSM berada di peringkat ke-10 dengan 19 poin. Bali United di posisi ke-8 dengan 24 poin. Jarak ini membuat laga bernilai ganda: bukan hanya soal kebangkitan, tetapi juga menghindari terlempar dari jalur persaingan papan tengah.
Setiap hasil buruk mempersempit ruang manuver. Setiap kesalahan mempertebal keraguan.
Di fase seperti ini, kehilangan pemain kunci terasa berlipat dampaknya.
Pertandingan yang Menentukan Arah Musim
PSM vs Bali United bukan sekadar pertandingan pekan ke-17. Ini laga penentu arah. Apakah PSM mampu bertahan dalam keterbatasan, atau justru kembali terperosok karena satu lubang yang tak tertutup sempurna.
Victor Luiz absen, tapi persoalan PSM jauh lebih besar: menemukan ulang identitas bertahan saat tekanan datang bertubi-tubi.
Parepare akan menjadi saksi—apakah PSM punya jawaban, atau hanya alasan.
Editor : Mahendra Aditya