Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Update Klasemen Liga 2 6 Januari 2026: Barito Putera Menjauh, Persaingan PSIS, Persiku dan Persipal di Zona Degradasi Kian Panas

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 7 Januari 2026 | 18:45 WIB
Pemain Persiku Lerby (kanan) saat berhadapan dengan Barito Putera
Pemain Persiku Lerby (kanan) saat berhadapan dengan Barito Putera

RADAR KUDUS - Kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2025/2026 perlahan memasuki fase krusial.

Update klasemen per 6 Januari 2026 tak hanya menyajikan angka, tetapi juga mengungkap pola: siapa yang benar-benar siap naik level dan siapa yang mulai terseret arus degradasi.

Di tengah peta persaingan yang kian mengeras, PS Barito Putera tampil sebagai tim paling stabil, sementara sejumlah klub tradisional justru berada di persimpangan nasib.

Baca Juga: Semua Bertahan Lawan Barito: Tantangan Baru Teco di Liga 2

Barito Putera: Konsistensi yang Sulit Dikejar

Barito Putera bukan sekadar memimpin klasemen Grup B. Mereka mengendalikan ritme kompetisi.

Dari 14 laga, Laskar Antasari mengoleksi 11 kemenangan, hanya sekali imbang, dan dua kali kalah. Lebih dari itu, selisih gol 22–4 menegaskan kekuatan mereka bukan hasil kebetulan.

Kemenangan tipis 1-0 atas Persiku Kudus menjadi contoh nyata: Barito tak selalu tampil mewah, tetapi efisien.

Inilah karakter tim promosi serius—menang tanpa banyak kompromi. Dengan 34 poin, Barito menciptakan jarak psikologis yang mulai sulit dipangkas rival.

PSS Sleman dan Persipura: Menempel, Tapi Belum Menggigit

Di bawah Barito, PSS Sleman masih berusaha menjaga tekanan. Raihan 30 poin dari 14 pertandingan menjaga asa, meski terpeleset di momen-momen penting.

Produktivitas gol tinggi (29 gol) menjadi modal, namun konsistensi bertahan masih menjadi catatan.

Sementara itu, Persipura Jayapura tampil lebih pragmatis. Dengan 29 poin dan pertahanan solid (hanya 7 kali kebobolan), tim Mutiara Hitam mengandalkan stabilitas.

Namun jarak dengan Barito menuntut mereka tampil sempurna di sisa laga—tanpa ruang kesalahan.

Tornado hingga Persela: Zona Abu-abu yang Rawan Geser

Posisi keempat hingga kelima Grup B diisi Tornado Pekanbaru dan Persela Lamongan. Keduanya berada di zona aman sementara, tetapi belum sepenuhnya nyaman.

Satu kekalahan beruntun bisa menggeser mereka ke papan tengah yang penuh jebakan.

Tornado mengandalkan agresivitas, sementara Persela bertumpu pada pengalaman. Namun, konsistensi masih menjadi barang langka di segmen klasemen ini.

Zona Merah Grup B: Alarm Keras untuk Tim Besar

Bagian paling mencolok justru berada di dasar klasemen. Persiku Kudus, PSIS Semarang, dan Persipal BU terjebak di zona bahaya.

Persiku dan PSIS sama-sama mengoleksi 8 poin, namun dengan selisih gol buruk—indikasi masalah struktural, bukan sekadar hasil.

PSIS Semarang, khususnya, berada dalam situasi genting. Dengan hanya 7 gol dari 14 laga dan kebobolan 30 kali, problem mereka bukan hanya soal taktik, melainkan kepercayaan diri. Jika tak ada perubahan signifikan, ancaman degradasi bukan lagi wacana.

Baca Juga: PSIS Belanja 12 Pemain Demi Menjauh dari Jurang Degradasi Taruhan Hidup-Mati Mahesa Jenar di Putaran Kedua Liga 2

Grup A: Persaingan Ketat Tanpa Jarak Aman

Berbeda dengan Grup B, Grup A menyajikan peta persaingan lebih cair. Garudayaksa memimpin dengan 28 poin, namun keunggulannya belum cukup untuk bernafas lega.

Adhyaksa dan Sumsel United membuntuti dengan selisih tipis, membuat satu hasil buruk bisa mengubah urutan secara drastis.

Di sisi lain, Sriwijaya FC terpuruk di dasar klasemen dengan hanya 2 poin. Statistik kebobolan 41 gol menjadi sinyal krisis mendalam yang sulit ditutupi oleh nama besar.

Liga 2 Memasuki Fase Seleksi Alam

Klasemen per 6 Januari 2026 menandai fase baru Liga 2: seleksi alam. Tim dengan fondasi kuat mulai menjauh, sementara yang rapuh semakin tertinggal.

Bukan lagi soal siapa bisa mengejutkan, tetapi siapa yang mampu bertahan dalam tekanan pekan demi pekan.

Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin kini bernilai ganda. Liga 2 tak lagi memberi ruang eksperimen—hanya tim paling siap yang akan bertahan dan melaju.

Editor : Mahendra Aditya
#Top skor liga 2 #Jadwal PSIS Semarang #klasemen liga 2 #Jadwal Liga 2 #PSIS Semarang #Liga 2 #klasemen PSIS Semarang #barito putera