Palembang — Awal tahun 2026 tak memberi ruang bernapas bagi Sumsel United. Alih-alih periode pemanasan, Januari justru hadir sebagai fase krusial yang dapat menentukan arah perjalanan mereka di Championship 2025/2026.
Lima pertandingan beruntun, dengan komposisi kandang dan tandang yang menantang, akan menguji bukan hanya kualitas teknis, tetapi juga ketahanan mental skuad besutan Nilmaizar.
Rangkaian laga itu dibuka dengan kunjungan ke markas Persekat Tegal pada pekan ke-14. Duel yang digelar di Stadion Trisanja, Sabtu (3/1/2026) sore, menjadi batu loncatan penting bagi Sumsel United untuk menjaga napas persaingan di papan atas klasemen Grup A Wilayah Barat.
Baca Juga: Persekat Bangkit, Sumsel United Diminta Coach Nil Waspada di Stadion Trisanja
Target Menang, Tanpa Meremehkan
Pelatih Kepala Sumsel United, Nilmaizar, tak menutupi ambisi timnya. Ia berharap anak asuhnya mampu merangkai tiga kemenangan beruntun. Namun target itu dibarengi peringatan tegas: tidak ada lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Menurut Nilmaizar, Persekat Tegal justru datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan dramatis atas Adhyaksa FC Banten—tim papan atas—pada pekan sebelumnya menjadi sinyal bahwa Persekat bukan sekadar penghuni papan bawah.
“Persekat bisa mencuri kemenangan dari Adhyaksa lewat gol menit akhir. Itu bukti mereka punya daya juang tinggi. Pertandingan nanti pasti berat, dan kami tidak datang ke Tegal untuk kehilangan poin,” ujarnya.
Klasemen Tak Selalu Bicara Kualitas
Secara matematis, Sumsel United berada dalam posisi lebih menguntungkan. Mereka menempati peringkat ketiga dengan koleksi 23 poin dari 13 laga. Sebaliknya, Persekat Tegal masih tertahan di posisi sembilan dengan 13 poin dan berjuang menjauh dari zona play-off degradasi.
Namun Nilmaizar mengingatkan, angka di papan klasemen tak selalu mencerminkan kekuatan sesungguhnya di lapangan. Kejutan demi kejutan di Championship musim ini menjadi bukti bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada status unggulan.
“Posisi klasemen tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Setiap pertandingan punya ceritanya sendiri,” kata pelatih asal Sumatera Barat itu.
Kemenangan Putaran Pertama Bukan Jaminan
Pada pertemuan pertama musim ini, Sumsel United berhasil menundukkan Persekat Tegal dengan skor 2-0. Namun hasil tersebut sama sekali tidak membuat Nilmaizar terlena. Ia menilai laga ulang justru berpotensi lebih sulit, mengingat Persekat dipastikan ingin membalas kekalahan.
“Kami harus fokus sejak menit awal sampai akhir. Tidak boleh lengah, apalagi merasa sudah pernah menang,” tegasnya.
Kondisi Tim dan Kedalaman Skuad
Untuk menghadapi laga tandang ini, Sumsel United membawa 22 pemain. Secara umum, kondisi tim dinilai cukup siap. Meski demikian, dua pemain—Dicky Agung dan Izmy Hatue—masih harus menepi akibat cedera.
Nilmaizar menyebut, kedalaman skuad akan menjadi faktor penentu, mengingat padatnya jadwal sepanjang Januari. Rotasi pemain dan manajemen kebugaran menjadi aspek yang tak kalah penting dibanding taktik di lapangan.
“Kami butuh dukungan dan doa dari masyarakat Sumatera Selatan. Januari ini sangat menentukan, dan kami ingin melewatinya dengan hasil maksimal,” ujarnya.
Lima Laga, Lima Ujian Berbeda
Berdasarkan jadwal resmi Championship 2025/2026, laga melawan Persekat Tegal hanyalah awal dari rangkaian ujian berat. Setelah itu, Sumsel United akan menghadapi:
-
PSPS Riau di kandang sendiri pada Jumat (10/1/2026). Laga ini menjadi kesempatan emas mengamankan poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
-
Adhyaksa FC pada Jumat (17/1/2026) dalam laga tandang. Pertemuan ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat Adhyaksa merupakan salah satu kandidat kuat promosi.
-
Sriwijaya FC pada Jumat (24/1/2026). Derby Sumatera ini sarat gengsi dan emosi, dengan tekanan besar dari suporter kedua kubu.
-
Garudayaksa FC di kandang pada Jumat (30/1/2026), yang diharapkan menjadi penutup manis bulan Januari.
Lima pertandingan tersebut menyajikan variasi tantangan: dari tekanan tandang, duel rival regional, hingga laga wajib menang di kandang.
Baca Juga: Filosofi Dua Sayap Nilmaizar Antar Sumsel United Menanjak di Klasemen
Konsistensi Jadi Harga Mati
Bagi Sumsel United, Januari bukan hanya soal mengumpulkan poin. Bulan ini menjadi fase pembuktian apakah mereka benar-benar layak bersaing di jalur promosi.
Konsistensi performa, disiplin taktik, dan kekuatan mental akan diuji dalam waktu yang singkat.
Setiap hasil akan memberi efek berantai—baik terhadap posisi klasemen maupun kepercayaan diri tim. Satu kemenangan bisa menjadi pemantik momentum, sementara satu kekalahan berpotensi mengganggu ritme.
Ujian Mental, Bukan Sekadar Fisik
Padatnya jadwal membuat Championship 2025/2026 menuntut lebih dari sekadar kesiapan fisik. Nilmaizar menilai, aspek mental justru menjadi pembeda utama di fase ini.
“Tim yang bisa bertahan secara mental di situasi sulit, biasanya akan bertahan lama di papan atas,” ungkapnya.
Sumsel United kini berada di persimpangan penting. Jika mampu melewati Januari dengan hasil positif, jalan menuju target musim ini akan terbuka lebar. Sebaliknya, terpeleset di periode ini bisa membuat persaingan semakin berat.
Editor : Mahendra Aditya