Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jarak Dua Poin, Persija Mulai Menekan: Persib dan Borneo FC Tak Lagi Aman

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 30 Desember 2025 | 19:05 WIB

 

Kapten Persija Rizky Ridho
Kapten Persija Rizky Ridho

RADAR KUDUS - Peta persaingan Super League 2025/2026 mulai berubah arah. Kemenangan meyakinkan Persija Jakarta atas Bhayangkara Presisi Lampung FC bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan pernyataan sikap bahwa perebutan gelar belum ditentukan.

Di saat Persib Bandung dan Borneo FC berbagi singgasana klasemen, Macan Kemayoran perlahan tapi pasti menekan dari belakang—membuat jarak kian tipis dan tensi kian panas.

Skor 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada laga tunda pekan kedelapan menjadi bukti bahwa Persija menemukan kembali ritme terbaiknya. Gol-gol yang dicetak dengan tempo cepat dan kontrol permainan yang rapi menunjukkan tim asuhan Mauricio Souza tak sekadar menang, tetapi siap menyerang puncak.

Kini Persija bertengger di posisi ketiga dengan 32 poin, hanya terpaut dua angka dari Persib dan Borneo FC yang sama-sama mengoleksi 34 poin. Selisih tipis ini membuat setiap laga ke depan bernilai ganda: kemenangan berarti lonjakan posisi, sementara terpeleset sedikit saja bisa mengubah peta persaingan.

Tekanan Beralih ke Puncak

Berbagi posisi teratas memang terlihat nyaman di atas kertas, tetapi justru di sanalah tekanan bekerja paling keras. Persib memang unggul head to head atas Borneo FC sehingga berhak memimpin klasemen sementara.

Namun, keunggulan administratif itu tidak menjamin keamanan posisi, terlebih dengan jadwal yang tidak ramah.

Maung Bandung akan menghadapi Persik Kediri pada awal Januari—lawan yang sedang menanjak sejak kehadiran pelatih anyar Marcos Reina. Persik memang berada di papan tengah, tetapi performa terkininya memberi sinyal ancaman.

Dalam lima pertemuan terakhir, Persik bahkan sanggup mencatat dua kemenangan atas Persib. Rekam jejak ini cukup untuk menyalakan lampu kuning di kubu Bandung.

Super League musim ini juga dikenal kejam bagi tim papan atas. Contohnya Semen Padang, yang meski berada di zona bawah, mampu menaklukkan Persija di kandang sendiri. Artinya, posisi klasemen tak lagi menjadi indikator mutlak hasil pertandingan.

Persija Diuntungkan, Tapi Tak Boleh Terbuai

Di sisi lain, Persija akan menjamu Persijap Jepara, tim yang tengah terpuruk dan belum mencatat kemenangan dalam 10 laga terakhir.

Secara statistik, ini terlihat sebagai peluang emas. Namun, pengalaman pahit saat tumbang dari tim papan bawah masih membekas di benak para pemain Persija.

Asisten pelatih Persija, Ricky Nelson, menegaskan timnya tidak ingin terjebak euforia. Fokus utama tetap pada konsistensi poin, bukan berharap rival terpeleset. Baginya, kemenangan atas Persijap adalah kewajiban jika Persija ingin terus menekan dua tim di atasnya.

“Yang terpenting bagi kami adalah meraih tiga poin lagi. Kami tidak ingin kehilangan momentum,” ujarnya usai laga kontra Bhayangkara FC.

Pernyataan itu mencerminkan perubahan pendekatan Persija musim ini: lebih pragmatis, lebih sabar, dan lebih fokus pada target jangka pendek.

Borneo FC Mulai Kehilangan Nafas

Jika Persib berada dalam tekanan jadwal, Borneo FC menghadapi masalah yang berbeda: tren menurun. Setelah mencatat 11 kemenangan beruntun yang mengesankan, Pesut Etam justru gagal menang dalam empat laga terakhir. Mesin yang semula panas kini mulai tersendat.

Laga berikutnya melawan PSM Makassar tak akan menjadi pelarian mudah. PSM dikenal sebagai pengganggu konsistensi tim papan atas, meski juga sedang beradaptasi dengan pelatih baru Tomas Trucha. Dalam situasi seperti ini, satu hasil imbang saja bisa menjadi kemunduran serius bagi Borneo.

Pekan Penentu Sebelum Duel Klasik

Pekan ke-16 menjadi titik krusial bagi tiga besar. Hasil laga-laga ini akan menentukan posisi psikologis sebelum bentrok langsung Persib vs Persija di pekan ke-17, yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Januari 2026 di Bandung.

Derbi klasik itu berpotensi menjadi penentu arah gelar. Datang dengan kepercayaan diri tinggi akan memberi keuntungan besar. Sebaliknya, datang dengan hasil buruk bisa menjadi beban mental yang sulit dipulihkan.

Inilah mengapa kemenangan Persija atas Bhayangkara FC terasa lebih dari sekadar skor. Ia adalah alarm keras bagi Persib dan Borneo FC bahwa persaingan belum memasuki garis lurus—masih banyak tikungan tajam di depan.

Liga yang Tidak Ramah bagi yang Lengah

Super League musim ini memperlihatkan satu pola jelas: siapa pun bisa jatuh jika lengah. Ketatnya jarak poin membuat satu kesalahan kecil berdampak besar. Bagi Persija, ini adalah kesempatan. Bagi Persib dan Borneo FC, ini adalah ujian ketenangan.

Dengan selisih poin yang rapat dan jadwal yang saling mengunci, perebutan gelar kini lebih ditentukan oleh ketahanan mental dan konsistensi, bukan sekadar kualitas skuad.

Persija telah mengirim sinyal. Tinggal menunggu, siapa yang sanggup bertahan di bawah tekanan hingga garis akhir.

Editor : Mahendra Aditya
#Klasemen Super League #Klasemen Super League terbaru #persib bandung #klasemen liga 1 #persija #borneo fc