RADAR KUDUS - Harapan yang sempat menyala di Stadion Sriwijaya Jakabaring kembali meredup. Sriwijaya FC belum juga menemukan jalan keluar dari krisis panjang.
Hingga pekan ke-13 Championship 2025–2026, kemenangan masih menjadi barang langka bagi Laskar Wong Kito. Dua poin dari 13 laga menjadi potret getir perjalanan mereka musim ini.
Bermain di kandang sendiri, Sabtu sore, Sriwijaya FC justru harus menelan pil pahit usai ditaklukkan PSMS Medan dengan skor 1-3.
Kekalahan ini membuat posisi mereka kian terjepit di dasar klasemen Grup Barat, meski kompetisi masih menyisakan 14 pertandingan.
Gol Cepat dan Respons Singkat
Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi sejak menit awal. PSMS Medan, meski berstatus tim tamu, tampil percaya diri dan berani menekan.
Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-11. Skema bola mati dieksekusi rapi, umpan Batara disambut sundulan Rudiyana yang bersarang ke gawang Sriwijaya FC. Sempat dicek VAR, gol akhirnya disahkan.
Tertinggal lebih dulu membuat Sriwijaya FC tersentak. Tiga menit berselang, publik Jakabaring bersorak.
Sutan Zico memanfaatkan kesalahan lawan, melewati dua pemain belakang PSMS Medan sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok gawang. Skor berubah 1-1 dan laga kembali terbuka.
Dominasi Tanpa Hasil di Babak Pertama
Setelah gol penyama, PSMS Medan tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Serangan demi serangan dibangun rapi dari lini tengah.
Barata beberapa kali mengancam lewat sepakan jarak jauh, namun penjaga gawang Sriwijaya FC tampil sigap menjaga skor tetap imbang hingga turun minum.
Babak Kedua Milik PSMS Medan
Memasuki babak kedua, PSMS Medan melakukan penyesuaian taktik. Pergantian pemain di menit ke-60 menjadi titik balik.
Empat menit kemudian, Risman Maring mencetak gol kedua lewat penyelesaian dingin di kotak penalti.
Kepercayaan diri tim tamu melonjak. Hanya berselang empat menit, Rudiyana kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Gol keduanya memastikan keunggulan PSMS Medan semakin jauh dan membuat Jakabaring terdiam.
Sriwijaya FC mencoba bangkit dengan mengandalkan serangan balik cepat. Namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat peluang terbuang percuma. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk PSMS Medan tak berubah.
Klasemen Bergerak, Tekanan Membesar
Kemenangan ini mengangkat PSMS Medan ke peringkat lima klasemen Championship Barat dengan koleksi 17 poin.
Mereka sukses menjauh dari kejaran PSPS Pekanbaru sekaligus menyalip Persikad Depok.
Sebaliknya, Sriwijaya FC kian tenggelam dalam tekanan. Tanpa satu pun kemenangan hingga pekan ke-13, waktu menjadi musuh utama. Masih ada 14 laga tersisa, namun jika tak segera berbenah, musim ini bisa berubah menjadi cerita terburuk dalam sejarah klub kebanggaan Sumatera Selatan itu.
Editor : Mahendra Aditya