RADAR KUDUS – Kedekatan emosional dengan akar keluarganya membuat Luca Zidane mengambil keputusan besar dalam karier internasionalnya.
Putra legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, itu memilih membela tim nasional Aljazair, negara yang memiliki ikatan kuat dalam sejarah keluarganya.
Meski sempat memperkuat Prancis di berbagai level usia, kiper berusia 27 tahun tersebut akhirnya memantapkan hati mengikuti jejak darah leluhurnya.
Baca Juga: Update Harga Emas Hari Ini 26 Desember 2025: Antam, Galeri 24, dan UBS Kompak Turun
Keputusan itu kini mengantarkannya menjadi salah satu figur penting di skuad Aljazair pada ajang Piala Afrika 2025.
Luca mengungkapkan bahwa sosok kakeknya menjadi alasan utama di balik pilihannya.
Setiap kali mendengar nama Aljazair, ingatan pertamanya selalu tertuju pada sang kakek dan nilai-nilai keluarga yang telah ia rasakan sejak kecil.
“Setiap memikirkan Aljazair, yang terlintas di benak saya adalah kakek saya. Sejak saya masih anak-anak, budaya Aljazair sudah sangat melekat dalam kehidupan keluarga kami,” tutur Luca kepada BeIN Sports France, Kamis (25/12).
Ia menegaskan bahwa dukungan keluarga, terutama dari sang kakek, sangat berarti dalam proses pengambilan keputusan tersebut.
Menurut Luca, sang kakek tidak pernah memaksanya, namun selalu memberi dorongan moral.
“Dia berkata kepada saya, ini adalah pilihan hidupmu. Saya bisa memberi masukan, tetapi keputusan akhirnya tetap di tanganmu,” ujarnya menirukan pesan sang kakek.
Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina 26 Desember 2025, Cek Daftar Terbaru di Seluruh Indonesia
Luca mengaku sempat berdiskusi panjang sebelum resmi menerima panggilan timnas Aljazair. Respons sang kakek pun sangat positif dan penuh kebanggaan.
Bahkan, setiap kali dirinya dipanggil membela Aljazair, sang kakek tak pernah absen menghubunginya.
“Dia selalu menelepon dan mengatakan bahwa saya sudah mengambil keputusan yang tepat. Dia bilang dia bangga,” tambah Luca.
Langkah Luca mengganti kewarganegaraan terbilang mengejutkan karena diambil saat usianya tidak lagi muda.
Namun bagi Luca, keputusan itu justru diambil setelah melalui pertimbangan matang, bukan sekadar emosional sesaat.
Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina Terbaru per 25 Desember 2025 di Seluruh Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya
Sejak awal karier profesionalnya, Luca memang berusaha membangun jalannya sendiri, terpisah dari bayang-bayang besar sang ayah.
Ia memilih posisi penjaga gawang, berbeda dengan Zinedine Zidane yang dikenal sebagai gelandang elegan dan jenius di lapangan.
Setelah resmi menjadi warga negara Aljazair, Luca langsung mendapat kepercayaan sebagai kiper utama.
Ayahnya pun hadir langsung di stadion saat Aljazair mengawali kiprahnya di Grup E Piala Afrika 2025 dengan kemenangan 3-0 atas Sudan, Rabu (24/12), di bawah asuhan pelatih Vladimir Petkovic.
Dalam laga tersebut, Luca tampil cukup tenang. Meski tidak mendapat tekanan berlebihan, ia sempat melakukan satu penyelamatan penting ketika skor masih 1-0, menggagalkan peluang emas dari Yaser Awad.
Luca menambahkan, sejak pertama kali dihubungi federasi dan tim pelatih Aljazair, keinginannya untuk membela negara tersebut sudah sangat kuat.
Keluarga besarnya pun menyambut baik keputusan tersebut.
Sementara itu, Zinedine Zidane dikenal sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
Baca Juga: Harga Emas Menguat Jelang Akhir Tahun, Cek Daftar Terbarunya Hari Ini Kamis 25 Desember 2025
Ia membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, serta meraih Ballon d’Or pada 1998.
Bersama Real Madrid, Zidane juga mempersembahkan gelar Liga Champions 2002, meski karier internasionalnya sempat diwarnai insiden kartu merah kontroversial pada final Piala Dunia 2006.
Luca Zidane saat ini bermain untuk Granada di Spanyol, setelah menimba pengalaman bersama Real Madrid.
Selama berkarier di level klub, ia lebih sering menggunakan nama “Luca” di punggung seragamnya. Namun, bersama timnas Aljazair, ia memilih mengenakan nama “Zidane”.
“Bagi saya, ini adalah bentuk penghormatan kepada kakek saya. Bisa membela tim nasional Aljazair sangat berarti. Seragam berikutnya dengan nama Zidane di punggung akan saya dedikasikan khusus untuknya,” pungkas Luca. (*)
Editor : Ali Mustofa