JEPARA - Manajemen Persijap Jepara akhirnya angkat bicara mengenai rumor penyerobotan pemain asing mereka, Carlos Henrique França Freires, oleh PSIS Semarang.
Sebelumnya para supporter dihebohkan pada Sabtu (6/12) lalu, saat Datu Nova Fatmawati mengunggah Instastory di akun Instagram-nya.
Bersama Fariz Julinar Maurisal, Datu berfoto dengan sang striker Laskar Kalinyamat Carlos Franca serta Douglas Nonato Oliveira Cruz.
Sontak, publik pun menduga PSIS akan membajak sang top score dari Persijap Jepara.
Media Officer sekaligus Club Marketing Officer Persijap, M Araaf Sidik menjelaskan bahwa kabar tersebut hanya kesalahpahaman yang berawal dari momen kebetulan.
Menurutnya, unggahan Datu Nova Fatmawati pada Sabtu (6/12) itu memicu spekulasi bahwa striker Persijap tersebut tengah dibidik klub tetangga. Namun Araaf memastikan hal itu tidak benar.
“Pertemuan itu tidak sengaja, França memang pulang ke Semarang. Tidak ada pembahasan transfer atau semacamnya. Ia masih berstatus under kontrak dengan Persijap,” tegasnya.
Pihaknya menambahkan, skuad Laskar Kalinyamat saat ini justru membutuhkan tambahan pemain, bukan melepas pemain berkualitas seperti França.
Performa França sendiri memang sedang menanjak. Selain torehan 6 gol dari 12 pertandingan, pemain berusia 30 tahun itu mencuri perhatian lewat gol tendangan bebas melengkung yang menembus gawang PSBS Biak pada laga sebelumnya.
Kontribusi tersebut menjadikannya salah satu tumpuan utama lini depan Laskar Kalinyamat.
Di sisi lain, daftar top score Super League menunjukkan ketatnya persaingan antar penyerang. Maxwell memimpin dengan koleksi 10 gol dari 13 laga, disusul Dalberto yang juga mencetak 10 gol dari 12 pertandingan. Mariano Peralta menempati posisi tiga dengan 9 gol dari 13 laga, disusul Uilliam dengan 7 gol dari 12 laga.
Araaf menegaskan bahwa manajemen kini fokus memperkuat skuad memasuki transfer window.
Evaluasi dilakukan menyeluruh dan dipastikan akan ada perubahan komposisi, baik pemain lokal maupun asing.
“Kami melihat skuad yang sekarang belum cukup mumpuni untuk berlayar di Super League. Pasti ada perubahan atau penambahan pemain,” imbuhnya.
Selain perombakan skuad, Persijap juga tengah memburu pelatih baru. Ia menyebut ada setidaknya tiga kandidat pelatih asing, satu di antaranya sudah pernah menapak di Indonesia, sementara dua lainnya belum.
“Kami mencari pelatih yang bisa membawa tim keluar dari zona degradasi. Tidak perlu yang mewah, yang penting tepat dan mampu mengangkat performa tim,” jelasnya.
Persijap sendiri dikejar deadline pendaftaran pelatih hingga 25 Desember mendatang.
Klub berharap pelatih baru sudah bisa segera datang karena tim akan menjamu PSIM pada Selasa (23/12).
Jika terlambat mendaftarkan pelatih, klub terancam denda Rp 100 juta, dan nominal tersebut dapat bertambah jika keterlambatan berlanjut.
Meski demikian, Araaf menegaskan pergantian pelatih pada dasarnya tidak terikat transfer window, sehingga bisa dilakukan kapan saja.
Saat ini posisi pelatih masih diisi caretaker, Danang Suryadi dan manajemen menargetkan keputusan final segera diambil agar Persijap dapat menatap laga-laga berikutnya dengan kesiapan lebih matang.
"Masih melihat yang cocok, sebelumnya dari Persijap Mario Lemos bagus, tapi mungkin belum bisa membawa tim. Ini pasti akan ada pelatih baru, makanya kami benar-benar seleksi pelatih yang bisa membawa Persijap ini dengan skuad (saat ini, red) atau tambahan skuad baru. Itu yang sedang dibahas," pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya