RADAR KUDUS – Benfica akhirnya memetik kemenangan penting pada laga kelima fase liga Liga Champions setelah menundukkan Ajax 2-0 pada pertandingan yang digelar Rabu dini hari WIB.
Di sisi lain, Galatasaray justru harus merasakan pahitnya kekalahan di kandang sendiri.
Di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Samuel Dahl dan Leandro Barreiro menjadi pembeda.
Baca Juga: Petaka di Etihad! Leverkusen Jinakkan Man City Dua Gol Tanpa Balas, Begini Jalannya Pertandingan
Dua gol di masing-masing babak memastikan Benfica pulang membawa tiga poin pertamanya musim ini, menurut laporan resmi UEFA.
Benfica langsung memberi tekanan sejak awal dan sudah mencuri gol pada menit keenam melalui situasi bola mati.
Sundulan Richard Rios dari sepak pojok Georgiy Sudakov memang sempat ditepis Vitezslav Jarov, tetapi bola pantul jatuh tepat di hadapan Dahl yang tanpa kesulitan mendorong bola masuk.
Meski Ajax mencoba merespons, Benfica mampu menjaga keunggulan setipis 1-0 hingga hampir seluruh waktu normal berjalan.
Pada menit ke-90, Barreiro menggandakan skor setelah memaksimalkan umpan terobosan Fredrik Aursnes, mengunci kemenangan 2-0 untuk tim asal Lisboa.
Tambahan tiga poin tersebut mengangkat Benfica ke posisi 28 klasemen sementara dengan koleksi tiga angka. Sebaliknya, Ajax tetap terpuruk di dasar klasemen tanpa satu pun poin.
Kemenangan Perdana Mourinho Bersama Benfica
Hasil positif di Amsterdam juga sekaligus menjadi kemenangan pertama Jose Mourinho di Liga Champions sejak menangani Benfica.
Sebelumnya, The Special One melewati empat laga awal dengan kekalahan beruntun—situasi yang jarang terjadi sepanjang kariernya di kompetisi Eropa.
Datang pada akhir September setelah berpisah dengan Fenerbahce, Mourinho langsung mendapat sorotan karena laju buruk Benfica di fase liga.
Namun, performa mereka di Amsterdam menunjukkan perubahan signifikan.
Struktur permainan lebih rapi, serangan lebih efektif, dan Benfica mampu memanfaatkan dua peluang krusial menjadi gol.
Samuel Dahl membuka keunggulan lewat tembakan voli keras setelah memanfaatkan bola muntah dari tepisan Jaros.
Gol cepat tersebut memberi energi positif bagi Benfica untuk menguasai laga tanpa tergesa membuka ruang bagi Ajax.
Sementara itu, kubu tuan rumah terus bergelut dengan masalah performa.
Ajax tampil tidak stabil sepanjang musim Liga Champions ini dan menjadi satu-satunya tim yang belum meraih poin dari lima pertandingan.
Menjelang laga berakhir, Barreiro menyempurnakan kemenangan dengan aksi individu yang apik, memastikan skor 2-0 sekaligus menandai titik balik bagi Benfica.
Peluang Masih Terbuka
Meski kemenangan pertama baru diraih, Mourinho menegaskan bahwa Benfica belum menyerah.
Dengan tiga laga tersisa, mulai dari menghadapi Napoli pada 10 Desember, peluang untuk menembus 24 besar tetap ada meski tidak mudah.
Momentum dari Amsterdam diharapkan menjadi fondasi untuk membangun konsistensi.
Sementara itu, Ajax kini terjebak dalam tekanan besar. Tanpa kemenangan dan tanpa poin, mereka menjadi tim dengan performa terburuk di fase liga musim ini dan menghadapi gejolak internal baik di sisi teknis maupun manajerial.
Bagi Benfica, kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin—tetapi juga bukti bahwa pengalaman Mourinho di Liga Champions masih relevan.
Dengan kerja keras dan strategi yang tepat, Benfica masih punya kesempatan untuk kembali bersaing di papan tengah.
Galatasaray Tumbang di Istanbul
Di pertandingan lain yang berlangsung di Stadion Rams Park, Istanbul, Galatasaray dipaksa mengakui keunggulan Union Saint-Gilloise.
Tim tamu menang tipis 1-0 berkat gol Promise David Akinpelu pada menit ke-57.
Kesialan Galatasaray bertambah setelah Arda Unyay menerima kartu merah menjelang laga berakhir.
Kekalahan ini memutus rangkaian tiga kemenangan beruntun klub asal Turki tersebut, yang kini tertahan di posisi sembilan dengan sembilan poin.
Sementara itu Union SG naik ke peringkat 18 setelah mengakhiri tren tiga kekalahan beruntun.
Editor : Ali Mustofa