Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fabio Grosso Akhirnya Buka Suara: Jay Idzes Bek Tengah Sassuolo yang Tak Tergantikan

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 25 November 2025 | 01:18 WIB
Jay Idzes - Sassuolo
Jay Idzes - Sassuolo

RADAR KUDUS - Ada momen di mana kualitas pemain tak lagi perlu dibuktikan lewat statistik, melainkan melalui kepercayaan pelatih.

Dan itulah yang kini dialami Jay Idzes, pemain Timnas Indonesia yang sedang melejit bersama Sassuolo.

Dalam konferensi pers jelang laga melawan Pisa, pelatih Fabio Grosso akhirnya mengeluarkan pernyataan yang selama ini hanya jadi bisik-bisik di ruang analisis: Jay Idzes adalah bek tengah nomor satu Sassuolo — tak tergantikan.

 

Datang pada awal musim dari Venezia, Jay mungkin awalnya hanya dipandang sebagai investasi jangka menengah.

Namun perjalanan musim membalik semua prediksi. Bukan hanya mampu beradaptasi cepat, ia kini berubah menjadi poros utama pertahanan I Neroverdi.

Baca Juga: Prediksi Sassuolo Vs Pisa: Percaya Jay Idzes Jadi Pembeda

Menit Bermain yang Bicara Lebih Keras dari Kata-Kata

Dari 11 pertandingan Serie A sejauh ini, Jay telah tampil 10 kali dan mencatat 900 menit bermain.

Di skuad Sassuolo, hanya tiga pemain lain yang mampu menyentuh angka menit bermain sebesar itu — ukuran jelas bahwa ia adalah nama pertama yang dicatat saat susunan pemain disusun.

Fabio Grosso memukau bukan hanya oleh disiplin bertahan Jay, tetapi ketenangan, pembacaan posisi, dan timing intervensinya.

Tidak berlebihan bila kesolidan pertahanan Sassuolo dipengaruhi langsung dari stabilitas yang dibawanya.

Dan kini, pengakuan itu akhirnya keluar di depan publik.

Bek Lain Dipindahkan, Semua Demi Mempertahankan Jay di Tengah

Krisis pemain bertahan sedang menimpa Sassuolo. Beberapa nama tumbang:

Dalam kondisi normal, pelatih akan melakukan rotasi di area inti. Namun yang dilakukan Grosso justru sebaliknya — para bek yang bermain di posisi asli bek tengah malah dipindah ke sayap.

Semua agar Jay Idzes tetap jadi jangkar pusat lini belakang.

Fabio Grosso menjelaskannya dengan sangat hati-hati di konferensi pers:

“Saya selalu berusaha menjaga kesederhanaan, dan kami tak ingin membongkar struktur yang sudah berjalan.”

Di balik kata “struktur”, satu sosok menjadi inti: Jay Idzes.

Bek lain seperti Sebastian Walukiewicz dan Fali Cande dipaksa bermain ke sisi lapangan. Tanda paling jelas bahwa tidak ada yang boleh menyentuh peran Jay sebagai pemimpin pertahanan di tengah.

Tiga Bek Tengah yang Dipertahankan, Tapi Satu di Puncak Hierarki

Di tengah badai absennya pemain bertahan, Sassuolo kini hanya menyisakan tiga bek tengah murni:

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hierarki yang sangat jelas. Muharemovic masih mencari konsistensi. Odenthal masih berada di tahap pengembangan. Sementara Jay menjadi pemain lengkap — matang secara fisik, disiplin taktik, dan berani tampil dalam intensitas tinggi.

Fabio Grosso tidak mengatakannya secara harfiah, namun dialek sepak bola tak pernah salah:
Jay Idzes kini menjadi pusat seluruh sistem bertahan Sassuolo.

Reputasi yang Meningkat—Bukan Hanya di Italia, Tapi di Indonesia

Bagi publik Italia, Jay adalah "temuan baru" dengan kualitas Eropa.
Bagi publik Indonesia, Jay adalah kebanggaan nasional yang mampu bersaing di liga top dunia — tanpa label “pemain Asia” yang dibebankan.

Tiap laga Sassuolo, unggahan video penyelamatan Jay diserbu pujian netizen Indonesia. Bahkan klub sudah beberapa kali menyorot aksi heroiknya dari 5 angle kamera berbeda, menunjukkan bahwa pemain ini bukan hanya kuat — tapi punya nilai publik yang besar.

Dengan komentar Grosso yang kini viral, reputasi Jay bukan lagi sekadar pemberitaan — ini adalah status baru.

Era Baru Pemain Indonesia di Eropa Dimulai dari Sini

Ada banyak pemain Indonesia bermain di luar negeri. Ada banyak yang berjuang. Namun hanya sedikit yang mendapat pengakuan setinggi ini:

Bek tengah inti. 90 menit nyaris tiap laga. Tidak tersentuh rotasi. Dipertahankan sebagai pemimpin blok pertahanan.

Jika ada kalimat paling tepat untuk merangkum keberhasilan Jay Idzes, mungkin hanya satu:
Ia sudah bukan pemain Indonesia di Eropa — ia adalah pemain Eropa yang membawa Indonesia bersamanya.

Dan malam saat pernyataan Grosso disampaikan adalah titik balik kariernya.

Editor : Mahendra Aditya
#Susunan pemain Sassuolo #jay idzes #liga italia #sassuolo vs pisa #sassuolo #serie a #prediksi sassuolo vs pisa