Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bahas Naturalisasi hingga Peluang Latih Indonesia, Timur Kapadze Bantah Ada Konflik dengan Federasi

Ali Mustofa • Sabtu, 22 November 2025 | 19:03 WIB

Timur Kapadze (kiri) saat bertemu dengan Effendy Gazali di Uzbekistan beberapa waktu lalu.
Timur Kapadze (kiri) saat bertemu dengan Effendy Gazali di Uzbekistan beberapa waktu lalu.
RADAR KUDUS – Timur Kapadze akhirnya membeberkan alasan di balik keputusannya hengkang dari Timnas Uzbekistan.

Mantan pelatih kepala White Wolves itu menolak melanjutkan tugas sebagai asisten pelatih setelah federasi menunjuk sosok baru untuk memimpin tim.

Kapadze sebelumnya mencuri perhatian publik berkat pencapaiannya membawa Uzbekistan lolos untuk pertama kalinya ke putaran final Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Rangkaian Fakta Baru Kematian Dosen Untag Semarang di Kamar Hotel: Dari Rekam Medis, Hubungan Asmara hingga KK Janggal

Sejak dipercaya menjadi pelatih utama pada Januari 2025, ia menorehkan rekor impresif dengan lima kemenangan dan tiga hasil seri dari delapan laga.

Empat kemenangan di antaranya diraih di Kualifikasi Piala Dunia 2026, yang menjadi tiket sejarah bagi tim tersebut.

Namun keberhasilan itu tidak serta-merta membuat federasi mengandalkannya di panggung dunia.

Federasi Sepak Bola Uzbekistan memilih mencari figur yang dianggap lebih berpengalaman di level Piala Dunia, hingga nama Fabio Cannavaro diputuskan sebagai pelatih baru. Posisi Kapadze pun diturunkan menjadi asisten pelatih.

Tidak sepakat dengan jabatan barunya, pelatih berusia 44 tahun itu memutuskan mundur.

“Keputusan ini rasional. Federasi ingin pelatih berpengalaman untuk debut Piala Dunia dan akhirnya mendatangkan Cannavaro,” ujar Kapadze kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/11/2025).

“Saya tidak ingin menjadi asisten. Lebih baik saya mencari tantangan sebagai pelatih kepala di tempat lain.”

Kapadze menegaskan bahwa keputusannya keluar bukan disebabkan konflik.

Baca Juga: Tragedi Longsor Cilacap: Satu Balita Ditemukan, Dua Korban Lagi Belum Teridentifikasi

Ia hanya keberatan ditempatkan sebagai asisten, mengingat selama ini ia selalu menjadi pelatih utama baik di tim muda maupun senior.

“Saya memahami langkah federasi menunjuk Cannavaro. Namun saya pribadi tidak bisa menerima peran sebagai asisten,” jelasnya.

Selama berada di Indonesia, nama Kapadze santer dikaitkan sebagai kandidat pelatih baru Timnas Indonesia.

Di sela kunjungannya ke Masjid Istiqlal, ia menanggapi isu pemain naturalisasi di skuad Garuda.

Menurutnya, keberadaan pemain naturalisasi bukan persoalan selama mereka memiliki komitmen penuh.

Baca Juga: Usai Istri Akuisisi PSIS, Fariz Julinar Maurisal Lepas Jabatan CEO Persela Lamongan, Apa Alasannya?

“Saya membaca banyak tentang dinamika sepak bola Indonesia. Ada pemain naturalisasi yang sudah bergabung dalam dua tahun terakhir,” kata Kapadze. 

“Bagi saya, naturalisasi atau lokal tidak masalah. Yang terpenting, apakah pemain itu siap berjuang untuk Indonesia.”

Ia menegaskan bahwa pengorbanan dan niat membela panji Merah Putih adalah faktor utama.

“Jika mentalnya siap memberikan seluruh tenaga dan dedikasi, mengapa tidak?” imbuhnya.

Kapadze mengonfirmasi bahwa dirinya memang telah dihubungi PSSI. Namun, pembicaraan masih bersifat umum dan belum masuk tahap penawaran resmi.

“Ada kontak dari federasi, tetapi tidak konkret,” ujarnya dalam wawancara di kanal Youtube.

“Pertanyaannya hanya seputar apakah saya tertarik bekerja sama dengan Indonesia.”

Ia menambahkan bahwa kunjungannya ke Indonesia dilakukan untuk memahami lebih jauh suasana, budaya, dan lingkungan sepak bola Tanah Air sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

“Ini kunjungan untuk mempelajari atmo

Baca Juga: Pertamina Umumkan Penyesuaian Harga BBM 22 November 2025, Ini Rinciannyasfer sepak bola di sini. Setelah mengenal lebih dalam, baru bisa dipikirkan langkah berikutnya,” ucapnya.

Setelah mengundurkan diri dari posisi asisten pelatih Cannavaro pada 10 November 2025, Kapadze kini berstatus bebas kontrak.

Dengan rekam jejak berhasil membawa Uzbekistan ke Piala Dunia, ia mendapat sorotan sebagai salah satu kandidat kuat pelatih baru Timnas Indonesia.

PSSI sendiri menyebut ada lima nama yang tengah dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut.

Editor : Ali Mustofa
#Timur Kapadze #masjid istiqlal #fabio cannavaro #indonesia #piala dunia #uzbekistan