Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Chaos Dua Menit! Receveur Kartu Merah, Damjanovic Balas Tuntas untuk Bhayangkara!

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 8 November 2025 | 00:50 WIB
Damjanovic - Bhayangkara FC
Damjanovic - Bhayangkara FC

RADAR KUDUS - Laga panas antara Bhayangkara FC kontra Bali United di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (7/11/2025), berakhir dramatis.

Dalam duel sarat gengsi tersebut, Bhayangkara FC berhasil mengamankan kemenangan 2-1 setelah insiden kartu merah Tim Receveur yang langsung berbuah gol cepat dari Slavko Damjanovic dua menit berselang.

Pertandingan ini bukan sekadar adu taktik dua pelatih, Paul Munster dan Johnny Jansen, melainkan juga duel gengsi antar pemain eks Persib dan eks bintang timnas yang menghiasi kedua kubu.

Baca Juga: Prediksi Arema vs Persija: Duel Panas di Kanjuruhan, Aremania Tuntut Kemenangan Harga Mati!

Babak Pertama: Gol Cepat Dendy Sulistyawan Disahkan VAR

Sejak peluit pertama dibunyikan, Bhayangkara FC langsung tampil menekan. Dukungan penuh dari publik Bandar Lampung membuat anak asuh Paul Munster tampil penuh energi.
Baru tiga menit laga berjalan, kombinasi cepat Ryan Kurnia dan Dendy Sulistyawan membuahkan hasil. Umpan matang Kurnia disambut sontekan akurat Dendy yang menipu kiper Mike Hauptmeijer.

Sempat terjadi ketegangan di lapangan karena wasit harus mengecek VAR untuk memastikan posisi Dendy tidak offside. Setelah peninjauan singkat, gol pun disahkan dan Bhayangkara unggul 1-0 di awal laga.

Namun, keunggulan itu tak membuat Bali United menyerah. Serangan balik cepat melalui Thijmen Goppel dan Rahmat Arjuna beberapa kali membuat lini belakang Bhayangkara kerepotan.

Di menit ke-32, peluang emas hampir tercipta ketika umpan Goppel disambut Arjuna, namun Firza Andhika sigap memotong bola di detik terakhir.

Menjelang turun minum, peluang terbaik justru datang dari Ilija Spasojevic. Eks striker Persib itu melepaskan tendangan half volley keras dari luar kotak penalti, tapi sayang bola hanya melayang tipis di atas mistar. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Babak Kedua: Bali United Bangkit, Tapi Receveur Bikin Petaka

Memasuki babak kedua, pelatih Johnny Jansen melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Made Andhika. Hasilnya langsung terasa.

Di menit ke-59, Andhika berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan kaki kiri yang tak mampu dibendung Aqil Savik. Gol tersebut membuat kedudukan menjadi 1-1, sekaligus membangkitkan semangat tim tamu.

Namun, petaka datang di menit ke-82. Tim Receveur, gelandang Bali United, kedapatan menginjak kaki Dedi Kusnandar dari belakang.

Wasit yang melihat insiden tersebut tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Receveur, yang berarti kartu merah. Bali United harus bermain dengan 10 pemain di sisa pertandingan.

Dan benar saja, hanya dua menit setelah insiden itu, Bhayangkara FC langsung menghukum lawan.

Lewat skema tendangan sudut Firza Andhika, bola melayang sempurna ke arah Slavko Damjanovic. Bek asal Montenegro itu meloncat tinggi dan menanduk bola dengan keras ke gawang Hauptmeijer.

Gol di menit ke-84 tersebut mengubah skor menjadi 2-1 untuk Bhayangkara FC dan memicu sorak-sorai suporter tuan rumah.

Akhir yang Tegang: Bhayangkara FC Kunci Kemenangan

Bali United mencoba menyamakan kedudukan di menit-menit akhir dengan memasukkan Jens Raven dan Yabes Roni, tapi solidnya pertahanan Bhayangkara membuat mereka frustrasi.

Aqil Savik tampil gemilang dengan dua penyelamatan penting di masa tambahan waktu, memastikan Bhayangkara FC menutup laga dengan kemenangan tipis namun krusial.

Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Bhayangkara FC yang tengah berjuang keluar dari papan bawah Liga 1.

Sementara bagi Bali United, kekalahan ini menjadi alarm keras, terutama soal disiplin pemain dan konsentrasi di menit akhir.

Susunan Pemain: Eks Persib Warnai Laga

Pelatih Paul Munster menurunkan empat legiun asing sekaligus—Nehar Sadiki, Slavko Damjanovic, Christian Ilic, dan Lautaro Bellegia.

Sementara di barisan lokal, terlihat dominasi eks pemain Persib Bandung seperti Aqil Savik, Ardi Idrus, Ryan Kurnia, dan Ilija Spasojevic.

Di sisi lain, Bali United justru tampil agresif dengan tujuh pemain asing. Mike Hauptmeijer di bawah mistar, Joao Ferrari di lini belakang, serta Brandon Wilson dan Thijmen Goppel mengisi sektor tengah. Di depan, kombinasi Tim Receveur, Boris Kopitovic, dan Jordy Bruijn menjadi andalan.

Namun, kartu merah Receveur menjadi pembeda besar yang mengubah arah pertandingan.

Analisis: Disiplin Jadi Pembeda, Mental Juara Bhayangkara Terbentuk

Pertandingan ini memperlihatkan bagaimana detail kecil bisa mengubah hasil besar. Bhayangkara FC menunjukkan kematangan dalam memanfaatkan momen.

Dua menit setelah Bali kehilangan satu pemain, mereka langsung menghukum dengan gol. Itu bukan sekadar keberuntungan, melainkan bukti kecerdikan Munster dalam mengatur respons cepat.

Sementara Bali United tampak kehilangan kendali emosional di fase krusial. Pelanggaran Receveur menjadi simbol kegugupan yang mahal harganya.

Dengan kemenangan 2-1 ini, Bhayangkara FC bukan hanya meraih tiga poin, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka masih punya mental bertarung tinggi di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Editor : Mahendra Aditya
#Tim Receveur #Damjanovic #bhayangkara fc #Hasil Liga 1 2025 #bhayangkara fc vs bali united #kartu merah