Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Unjuk Eksistensi! Cabang Olahraga Ju-jitsu Buka 15 Nomor di PON Bela Diri Kudus

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 16:41 WIB
SENGIT: Atlet Ju-jitsu Jabar Wiliam (kiri) menghadapi kontingen Kaltim M. Irfan Fauzi.
SENGIT: Atlet Ju-jitsu Jabar Wiliam (kiri) menghadapi kontingen Kaltim M. Irfan Fauzi.

KUDUS – Cabang olahraga (cabor) ju-jitsu di PON Bela Diri Kudus unjuk eksistensi. Sekaligus menjadi sosialisasi ke khalayak luas.

Pada cabor ju-jitsu dipertandingkan 15 nomor pertandingan.

Ketua Umum Pengurus Besar Ju-jitsu Indonesia (PBJI) Dedy Tri harjanto menyampaikan, ada 154 atlet dari 17 provinsi di Tanah Air ambil bagian dalam ajang PON Bela Diri Kudus 2025.

Ajang multi-cabang khusus olahraga bela diri ini, menjadi momentum penting bagi para atlet ju-jitsu Indonesia untuk unjuk kemampuan, dengan total 15 nomor yang dipertandingkan.

”Ini luar biasa, PBJI mendapatkan hadiah yang begitu besar dari KONI pusat dengan 15 nomor pertandingan. Jadi, sekarang yang tidak pernah bertanding di tingkat ini, sekarang dipertandingkan pada PON Bela Diri Kudus 2025,” katanya.

Dia menjelaskan, kesempatan ini dapat memfasilitasi potensi-potensi atlet-atlet jujitsu yang ada di seluruh Indonesia.

Pria yang dilantik pada awal Juni lalu sebagai ketua umum PBJI periode 2025-2029 ini menilai, gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 menjadi ajang penting dalam proses seleksi dan pembinaan atlet ju-jitsu nasional.

Ia juga menegaskan, ajang multi-event yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, ini, berperan besar dalam mempersiapkan atlet untuk tampil di berbagai ajang internasional.

Termasuk SEA Games Bangkok 2025 pada Desember mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Dedy juga menyampaikan, pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025 turut mendorong perkembangan cabang olahraga ju-jitsu di berbagai daerah.

Terdapat dua provinsi baru yang telah berhasil membentuk kepengurusan dan mengirimkan atlet-atlet mereka ke Kudus.

Setelah ajang ini, PBJI optimistis semakin banyak provinsi lain yang akan mengikuti langkah serupa.

”PBJI ada di 25 provinsi di Indonesia. Tinggal beberapa lagi yang memang harus kami persiapkan,” ungkapnya.

Dedy menjelaskan, ju-jitsu merupakan seni bela diri kuno yang telah ada sejak 230 SM dan mulai masuk ke Indonesia pada 1940-an melalui penjajah Jepang.

Sejak saat itu, ju-jitsu tradisional berkembang pesat di Tanah Air hingga era 1990-an.

Pada 2000-an mulai ber adaptasi dengan gaya Brazilian ju-jitsu. PBJI berperan menyatukan seluruh unsur ju-jitsu, baik tradisional maupun Brazilian dalam satu wadah pembinaan nasional.

”Kami membentuk wadah resmi pada 2017 dan dilantik oleh ketua KONI pada saat itu. Meski tergolong seumur jagung, organisasi ini telah mencatat kiprah gemilang dengan dua kali tampil pada Asian Games, tiga kali pada SEA Games, satu kali pada PON, satu kali di Asian Youth Games, serta berpartisipasi dalam sejumlah kejuaraan internasional lain,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Dedy menyampaikan apresiasi kepada KONI pusat atas suksesnya penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 ini.

Sekaligus berpesan kepada para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjauhi segala bentuk subjektivitas. Dengan mengedepankan nilai objektif dalam setiap pertandingan.

”Kami harapkan, melalui PON Bela Diri Kudus 2025 ini, bisa melahirkan para atlet-atlet yang berprestasi. Itulah menjadi aset kami, karena kami hanya bermodalkan atlet yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih di luar negeri,” ujarnya. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#Djarum Arena #pertandingan #Ju Jitsu #Kudus #PON Bela Diri