Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Atlet Pencak Silat Dikaver BPJS Kesehatan di PON Bela Diri Kudus

Redaksi Radar Kudus • Minggu, 19 Oktober 2025 | 16:00 WIB

Atlet Pencak Silat dari Kontingen Gorontalo Siti Khairani S. Mokoginta (biru) saat menjalani pertandingan babak penyisihan melawan Safira Irzan asal Papua Tengah (merah) PON Bela Diri Kudus 2025
Atlet Pencak Silat dari Kontingen Gorontalo Siti Khairani S. Mokoginta (biru) saat menjalani pertandingan babak penyisihan melawan Safira Irzan asal Papua Tengah (merah) PON Bela Diri Kudus 2025

KUDUS – Cabang olahraga pencak silat memasuki hari keduanya pada ajang PON Bela Diri Kudus 2025 di Djarum Arena 2A, Kaliputu, Kudus, kemarin.

Pada hari kedua ini, total 79 pertandingan digelar. Mencakup kategori kelas A hingga F putra dan putri, serta tambahan nomor jurus tunggal putra dan putri.

Seluruh pertandingan terbagi dalam dua sesi. Sesi pagi berlangsung pukul 08.30–11.30, sementara sesi siang digelar pukul 13.30–17.30.

Baca Juga: Cabor Kempo di PON Bela Diri Kudus Berlangsung Kompetitif, NTT Jadi Unggulan

Sementara itu, cabang olahraga (cabor) pencak silat menyelesaikan hari pertama pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025 yang berlangsung di Djarum Arena 2A, Kaliputu, Kudus, pada Jumat (17/10).

DKI Jakarta menjadi daerah dengan jumlah pesilat terbanyak yang lolos ke babak berikutnya, yakni enam atlet. Disusul Sumatera Utara dengan lima atlet dan Jawa Timur dengan empat atlet.

Sementara itu, Bali, Jawa Tengah, dan Jambi masing-masing meloloskan tiga atlet. Kejutan terjadi di kelas A putri ketika pesilat Indra Budi Yanti asal Papua Barat Daya berhasil menumbangkan unggulan Ashalia Azhari dari Jawa Barat.

Sebagai olahraga bela diri yang penuh kontak fisik dan benturan keras, setiap prosedur dan aturan dibuat untuk meminimalkan risiko cedera di arena.

Technical Delegate Pencak Silat PON Bela Diri Kudus 2025, Agung Nugroho, menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi fokus utama. Ia menjelaskan, tim medis dan dokter pertandingan selalu disiagakan di setiap gelanggang.

“Dalam pertandingan itu, mutlak ada dokter pertandingan. Untuk keselamatan, pada event ini juga sudah disiapkan BPJS Kesehatan yang mengkaver jika terjadi sesuatu pada atlet,” ujar Agung di Djarum Arena 2B, Kudus.

Baca Juga: Tak Disangka, NTB Sabet 9 Medali dan Jadi Juara Umum Tarung Derajat PON Bela Diri Kudus

Setiap kali terjadi pelanggaran atau cedera, dokter memiliki waktu dua menit untuk menentukan apakah pesilat masih layak melanjutkan laga.

“Dokter akan memeriksa, kalau dinyatakan unfit, pertandingan langsung dihentikan demi keselamatan,” jelasnya.

Agung juga menekankan pentingnya keputusan dokter pertandingan sebagai faktor penentu akhir. “Kalau dokter bilang unfit, ya pertandingan harus dihentikan. Itu bagian dari komitmen kami menjaga keselamatan atlet,” tegasnya.

Dengan sistem medis cepat tanggap, panitia juga bekerja sama dengan rumah sakit rujukan terdekat untuk menangani kasus cedera serius, lengkap dengan perlindungan BPJS Kesehatan bagi seluruh peserta. (gal/lin)

Editor : Mahendra Aditya
#PON Bela Diri Kudus #bpjs kesehatan #PON Bela Diri Kudus 2025 #Kudus