Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lini Sayap Jadi Lubang, Timnas Indonesia Gagal Pertahankan Keunggulan di Jeddah

Ali Mustofa • Kamis, 9 Oktober 2025 | 17:55 WIB

Perjuangan Timnas Indonesia berakhir pahit dengan kekalahan 2-3 di Jeddah.
Perjuangan Timnas Indonesia berakhir pahit dengan kekalahan 2-3 di Jeddah.

RADAR KUDUS — Pertahanan timnas Indonesia kembali mendapat ujian berat saat menghadapi Arab Saudi.

Laga yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB itu berakhir dengan kekalahan 2-3 bagi Garuda, sekaligus memperlihatkan betapa rapuhnya lini belakang, terutama di sektor kanan.

Indonesia sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat penalti Kevin Diks.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Kalah Tipis, Tapi Masih Punya Harapan

Namun keunggulan itu tak bertahan lama setelah Arab Saudi membalikkan keadaan melalui gol Saleh Abu Al Shamat dan dua gol dari Feras Al Brikan.

Penalti kedua Diks sempat menyalakan harapan, tetapi timnas gagal menyamakan kedudukan hingga peluit akhir berbunyi.

Sepanjang pertandingan, pasukan Patrick Kluivert mendapat tekanan konstan dari tuan rumah.

Kombinasi agresif antara Feras Al Brikan, Musab Al Juwayr, Salem Al Dawsari, dan Saleh Abu Al Shamat berkali-kali menembus pertahanan Indonesia, terutama melalui sisi kanan yang dijaga Yakob Sayuri.

Sayuri, yang diplot sebagai bek kanan, tampak kesulitan menghadapi kecepatan pemain-pemain sayap Arab Saudi.

Pada menit ke-21, Al Dawsari bahkan mampu menembus pertahanan dengan mudah, membuat kapten Jay Idzes terlihat frustrasi dan menegur Sayuri di lapangan.

Situasi serupa berulang pada menit ke-30 saat Abu Al Shamat nyaris mencetak gol lewat tembakan yang hanya membentur mistar.

Baca Juga: Hukum Sebab Akibat dalam Islam: Menyelami Ikhtiar, Takdir, dan Hikmah Ilahi

Gol penyama kedudukan Arab Saudi juga bermula dari sisi kanan. Sayuri kalah cepat dari Al Brikan dan menarik kausnya di kotak penalti, yang berujung penalti bagi tuan rumah.

Pada babak kedua, celah di area tersebut kembali dimanfaatkan.

Al Juwayr melepaskan tembakan keras yang ditepis Paes, namun bola rebound disambar Al Brikan untuk mencetak gol ketiga.

Di sisi lain, Beckham Putera yang dimainkan di flank kiri juga gagal tampil maksimal.

Pemain muda Persib Bandung itu tampak kurang agresif saat menyerang dan tidak cukup disiplin membantu pertahanan.

Baca Juga: Kalah 2-3 dari Arab Saudi, Timnas Indonesia Masih Ada Peluang Lolos Piala Dunia 2026

Statistik memperlihatkan Beckham hanya mencatat tujuh umpan akurat dari sembilan percobaan, serta kalah dalam sebagian besar duel darat maupun udara.

Secara keseluruhan, kedua sisi sayap menjadi titik lemah yang dimanfaatkan habis-habisan oleh Arab Saudi.

Minimnya koordinasi antara fullback dan winger membuat transisi bertahan Indonesia berjalan lambat.

Ketika Sayuri atau Beckham kehilangan bola, lawan dengan mudah memanfaatkan ruang kosong di belakang mereka.

Patrick Kluivert pun tak menampik kelemahan ini. Ia mengakui bahwa timnya harus segera berbenah sebelum menghadapi Irak dalam laga berikutnya.

“Kami memulai pertandingan dengan baik, tapi kehilangan fokus setelah unggul. Ruang antarlini terlalu terbuka dan pemain sayap lawan memanfaatkannya dengan efektif,” ujar Kluivert usai laga.

Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan, terutama untuk memperkuat koordinasi di sektor flank.

“Kami akan menganalisis semua kesalahan, memperbaikinya, dan berusaha bangkit melawan Irak. Itu laga penting yang harus kami menangkan,” tegasnya.

Baca Juga: Garuda Tak Gentar! Indonesia Siap Bikin Kejutan Lawan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Prediksi Skornya

Kekalahan 2-3 dari Arab Saudi menjadi pelajaran penting bagi Garuda. Flank yang seharusnya menjadi sumber kekuatan justru berubah menjadi celah mematikan.

Jika Sayuri dan Beckham tak segera memperbaiki performa, bukan mustahil pertahanan Indonesia kembali rentan dan menghadapi nasib serupa di pertandingan berikutnya.

Meski demikian, peluang Indonesia di Grup B belum tertutup. Namun laga ini menjadi sinyal keras bahwa tanpa pertahanan sayap yang solid dan koordinasi yang lebih baik, impian menuju Piala Dunia 2026 akan semakin sulit diwujudkan.

Editor : Ali Mustofa
#timnas indonesia #patrick kluivert #Kevin Diks #yakob sayuri #jeddah #arab saudi