RADAR KUDUS - Gelaran final Korea Open 2025 akan menjadi momen yang ditunggu publik bulutangkis Indonesia.
Dua wakil Merah Putih berhasil menembus babak puncak, yakni Jonatan Christie di sektor tunggal putra serta pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di nomor ganda putra.
Minggu, 28 September 2025, Suwon Gymnasium akan menjadi saksi perjuangan mereka dalam memperebutkan gelar prestisius.
Meski lawan yang dihadapi sama-sama unggulan utama, semangat untuk menorehkan sejarah baru membuat atmosfer laga ini diprediksi penuh tensi.
Baca Juga: Klasemen Serie A Panas! Napoli Terancam, Inter Tersenyum, Juventus Tersandung Atalanta
Jadwal Final Korea Open 2025
Babak final akan dimulai pukul 09.00 WIB dan disiarkan langsung oleh TVRI Sport. Bagi yang ingin menyaksikan secara daring, live streaming tersedia melalui Vidio.com.
Urutan pertandingan final akan berjalan berurutan sesuai tradisi turnamen bulutangkis: dimulai dari ganda putri, ganda campuran, tunggal putri, tunggal putra, dan ditutup oleh ganda putra.
Dengan demikian, laga Jonatan Christie dan pasangan Fajar/Fikri akan menjadi bagian penentu akhir yang sarat gengsi.
Jonatan Christie: Misi Pecah Telur di Korea Open
Jonatan Christie, atau akrab disapa Jojo, kembali menginjakkan kaki di final Korea Open. Ini menjadi kali ketiga sepanjang kariernya.
Sebelumnya, ia harus puas menjadi runner-up pada 2017 dan 2022. Kali ini, tekadnya jelas: mengakhiri dahaga gelar di Negeri Ginseng.
Namun tantangan yang dihadapi bukan main-main. Di seberang net, berdiri Anders Antonsen, tunggal putra asal Denmark yang kini menduduki peringkat satu dunia.
Rekor pertemuan keduanya relatif ketat, namun Antonsen lebih konsisten dalam beberapa turnamen terakhir.
Meski begitu, gaya bermain Jonatan yang penuh energi dan stamina tinggi menjadi modal besar. Jojo dikenal sebagai pemain yang kuat dalam reli panjang, sesuatu yang bisa mengganggu ritme Antonsen.
Kilas Balik Perjalanan Jojo
Menariknya, Jonatan punya sejarah emosional di turnamen ini. Pada final 2017, ia kalah dari rekan senegara Anthony Sinisuka Ginting.
Lima tahun berselang, pada 2022, giliran pebulu tangkis China, Weng Hong Yang, yang menghentikan langkahnya.
Dua kegagalan itu tentu masih membekas. Kini, kesempatan emas datang lagi, dan Jojo berpeluang menulis bab baru dalam kariernya.
Jika berhasil, ini akan menjadi gelar pertamanya di Korea Open sekaligus menambah koleksi trofi seri BWF World Tour.
Baca Juga: Imbang Lagi! Juventus Ditahan Atalanta, Cabal Jadi Pahlawan Setelah Nyaris Tumbang di Kandang
Fajar/Fikri: Tantangan Berat di Ganda Putra
Selain Jojo, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga siap bertarung demi gelar juara. Mereka akan berhadapan dengan duet Korea Selatan yang saat ini mendominasi ranking dunia: Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Laga ini bukan sekadar final, melainkan ujian mental. Kim/Seo dikenal dengan permainan cepat dan serangan agresif di depan net.
Sementara Fajar/Fikri mengandalkan kerja sama solid serta pertahanan rapat sebelum membalikkan keadaan lewat serangan balik tajam.
Fajar pernah merasakan manisnya podium juara di Korea pada 2019 saat masih berpasangan dengan Rian Ardianto.
Kini, ia berpeluang mengulang sejarah bersama partner barunya, Fikri, yang justru belum pernah mencicipi final turnamen ini.
Baca Juga: Klasemen MLS Wilayah Timur 2025 Terbaru, Inter Miami Gagal Pangkas Poin dengan Pemuncak Klasemen
Perjalanan Menuju Final
Perjalanan Fajar/Fikri menuju partai puncak tidak mudah. Mereka harus melewati lawan-lawan berat di fase sebelumnya dengan permainan disiplin dan determinasi tinggi.
Sementara Kim/Seo, yang tampil di depan publik sendiri, melaju ke final dengan dukungan penuh ribuan penonton tuan rumah.
Atmosfer panas di arena diprediksi akan menjadi ujian tersendiri. Namun pengalaman Fajar menghadapi tekanan besar diyakini dapat membantu pasangan ini menjaga fokus.
Potensi Dua Gelar untuk Indonesia
Indonesia punya peluang membawa pulang dua gelar sekaligus dari Korea Open 2025. Meski peluangnya tidak mudah, optimisme tinggi menyelimuti kontingen.
Sejarah juga mencatat, Indonesia kerap mampu membuat kejutan di turnamen-turnamen besar Asia Timur.
Jonatan bisa menuntaskan dendam lamanya, sementara Fajar/Fikri berpotensi menambah daftar panjang tradisi emas ganda putra Indonesia.
Jika keduanya berhasil, publik bulutangkis Tanah Air akan menyaksikan salah satu pekan terbaik di kalender 2025.
Dukungan Publik dan Mental Juara
Mentalitas akan menjadi kunci di partai final ini. Jonatan harus tetap tenang menghadapi Antonsen yang lihai mengatur tempo.
Sementara Fajar/Fikri wajib fokus di poin-poin kritis agar tidak terjebak dalam permainan cepat lawan.
Dukungan publik Tanah Air, baik lewat layar kaca maupun media sosial, diyakini akan menambah semangat mereka.
Nama Jojo dan pasangan Fajar/Fikri sudah menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Kini, mereka tinggal selangkah lagi untuk membalas dukungan itu dengan prestasi.
Menanti Sejarah Baru
Final Korea Open 2025 bukan hanya sekadar pertandingan, melainkan kesempatan emas bagi Indonesia untuk kembali menegaskan tradisi juara.
Dua wakil Merah Putih akan menguji batas mereka melawan unggulan pertama dunia.
Apapun hasilnya, perjuangan Jonatan Christie dan Fajar/Fikri sudah menjadi bukti bahwa bulutangkis Indonesia tetap diperhitungkan di panggung internasional.
Namun, jika keduanya mampu menutup hari dengan trofi di tangan, maka sejarah baru akan tercipta di Negeri Ginseng.
Editor : Mahendra Aditya