RADAR KUDUS - Allianz Stadium kembali jadi saksi drama ketika Juventus dipaksa bermain imbang 1-1 oleh Atalanta pada lanjutan Serie A 2025/2026, Sabtu (27/9) malam WIB.
Hasil ini bukan sekadar tambahan satu poin, melainkan juga memperpanjang catatan “kebuntuan” Bianconeri yang kini tiga kali beruntun gagal menang.
Tuan rumah sebenarnya tampil dominan sepanjang laga. Namun, satu kelengahan di akhir babak pertama membuat gawang Michele Di Gregorio bobol lewat gol individu Kamaldeen Sulemana.
Juventus hampir saja pulang dengan tangan hampa sebelum Juan Cabal muncul sebagai penyelamat di menit ke-78.
Baca Juga: Son Heung-min & Bouanga: Duet Maut LAFC yang Onfire di MLS, Akankah LAFC Hancurkan St. Louis Lagi?
Dominasi Awal yang Tak Membawa Hasil
Sejak peluit pertama, Juventus tampil menekan. Baru dua menit berjalan, sundulan Pierre Kalulu sudah menggetarkan tiang gawang. Dua menit kemudian, giliran Teun Koopmeiners yang memaksa Marco Carnesecchi melakukan penyelamatan krusial.
Gelombang serangan Juventus tidak berhenti di situ. Vasilije Adzic beberapa kali menguji refleks kiper Atalanta, termasuk lewat tendangan bebas keras yang berhasil ditepis.
Bahkan, Kenan Yildiz sempat mencoba peruntungan dari jarak jauh sebelum turun minum, tetapi Carnesecchi lagi-lagi jadi tembok yang sulit ditembus.
Sayangnya, intensitas tinggi itu tidak dibarengi penyelesaian akhir yang klinis. Dominasi Juventus justru buyar di penghujung babak pertama.
Baca Juga: Klasemen MLS Wilayah Timur 2025 Terbaru, Inter Miami Gagal Pangkas Poin dengan Pemuncak Klasemen
Sulemana Hukum Kesalahan Juventus
Ketika injury time babak pertama tiba, Juventus melakukan kesalahan fatal di lini pertahanan. Vasilije Adzic kehilangan bola di area berbahaya. Kamaldeen Sulemana langsung menghukum dengan memanfaatkan ruang yang tersedia.
Ia melewati Federico Gatti, menusuk ke kotak penalti, lalu melepaskan tembakan keras yang sempat melewati kaki Adzic sebelum bersarang ke gawang Di Gregorio.
Gol itu mengubah atmosfer Allianz Stadium. Suporter yang tadinya bergemuruh harus terdiam, sementara Atalanta menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Atalanta Mengancam, Juventus Gagal Memanfaatkan Momentum
Selepas jeda, Atalanta nyaris menggandakan keunggulan. Sundulan Mario Pasalic pada menit ke-62 hampir menambah derita Juventus andai tidak ditepis refleks oleh Di Gregorio.
Juventus membalas lewat peluang Bremer enam menit berselang, tetapi Carnesecchi kembali menunjukkan kelasnya. Terlihat jelas bahwa tim tamu percaya diri menghadapi tekanan, sementara Juventus justru mulai frustrasi.
Juan Cabal: Pahlawan yang Tak Diduga
Ketegangan baru mencair di menit ke-78. Joao Mario mengirim umpan silang yang gagal diantisipasi sempurna oleh Odilon Kossounou.
Bola liar justru jatuh di kaki Cabal. Bek asal Kolombia itu tidak menyia-nyiakan kesempatan, meski dijaga ketat Berat Djimsiti. Dengan sepakan keras, ia merobek jala Atalanta dan menghidupkan kembali asa Juventus.
Gol tersebut bukan hanya penyelamat Juventus dari kekalahan, tapi juga menjadi momen personal bagi Cabal yang jarang menjadi sorotan utama. Malam itu, ia tampil sebagai pahlawan.
Baca Juga: Rating Pemain Inter Miami vs Toronto: Suarez Tumpul, Messi Frustrasi! Sean Johnson Jadi Mimpi Buruk
De Roon Diusir, Juventus Tetap Mandul
Kesempatan Juventus untuk membalikkan keadaan sebenarnya terbuka lebar setelah Atalanta bermain dengan 10 orang sejak menit ke-80. Marten de Roon diganjar kartu kuning kedua usai melanggar Weston McKennie.
Namun, alih-alih memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Juventus justru terlihat kehabisan ide. Upaya mereka menembus pertahanan Atalanta selalu gagal. Skor 1-1 pun bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil Imbang Ketiga Beruntun, Juventus Mulai Tertekan
Bagi Juventus, hasil ini memperpanjang catatan imbang mereka setelah sebelumnya ditahan Borussia Dortmund di Liga Champions dan Hellas Verona di Serie A. Dari tiga laga tersebut, pola yang sama terlihat: dominasi tanpa penyelesaian.
Tambahan satu poin memang membawa Juventus ke posisi dua klasemen sementara dengan 11 poin.
Namun, tren imbang ini bisa menjadi masalah besar dalam persaingan panjang Serie A musim ini. Atalanta sendiri menempel ketat di posisi lima dengan sembilan poin, tetap dalam jalur bersaing.
Sorotan untuk Beberapa Pemain
Performa kiper Atalanta, Marco Carnesecchi, layak diacungi jempol. Ia menggagalkan setidaknya empat peluang emas Juventus. Sementara di kubu Bianconeri, Vasilije Adzic mengalami malam buruk dengan kesalahan yang berujung gol Sulemana.
Di sisi lain, gol Cabal menjadi bukti bahwa Juventus tidak bisa hanya mengandalkan lini serang. Bek pun bisa jadi penentu dalam momen-momen genting.
Hasil imbang ini seolah menjadi alarm dini bagi Juventus. Kendati mereka belum terkalahkan, performa yang kurang tajam bisa menjadi bumerang dalam perebutan gelar.
Pertandingan melawan Atalanta memberi pelajaran bahwa penguasaan bola dan jumlah peluang tidak akan berarti tanpa penyelesaian klinis.
Dengan jadwal padat di depan, Juventus harus segera menemukan cara untuk kembali ke jalur kemenangan.
Sementara itu, Atalanta pulang dengan kepala tegak. Mereka berhasil mencuri poin di Turin, sekaligus menunjukkan bahwa mereka siap kembali jadi batu sandungan serius bagi tim-tim besar Serie A.
Editor : Mahendra Aditya