KUDUS – Laga pekan kedua Pegadaian Championship 2025 yang mempertemukan Persiku Kudus dan PSS Sleman di Stadion Wergu Wetan, Minggu (21/9), sempat diwarnai insiden tak menyenangkan.
Sebuah video yang beredar di akun Instagram @wasitmafia menunjukkan seorang panitia pelaksana pertandingan (panpel) berwarna rompi kuning dikejar sekelompok suporter PSS Sleman.
Beberapa suporter mengenakan penutup wajah dan melayangkan pukulan berkali-kali.
Baca Juga: Drama Penalti Gagal dan Kebobolan Cepat, Persijap Takluk dari Persita Tangerang
Beruntung, panpel tersebut berhasil lari menuju tepi lapangan, sementara rekan-rekannya segera mengunci pintu pagar sehingga serangan massa bisa dihindari.
Berdasarkan keterangan penonton yang hadir, ada dua versi pemicu kericuhan.
Versi pertama menyebutkan bahwa sebagian suporter PSS sudah memiliki tiket, namun tidak diizinkan masuk karena stadion penuh.
Hal ini memicu kemarahan hingga gerbang dijebol. Versi kedua mengatakan bahwa banyak suporter belum memiliki tiket karena kuota habis terjual, sehingga mereka memaksa masuk dengan merusak gerbang, memicu bentrokan kecil dengan panpel.
Aksi tersebut sempat memancing saling lempar botol antara sebagian penonton dan suporter tuan rumah, namun kericuhan tidak melebar.
Suporter Persiku yang berada di tribun lain tetap tenang, begitu pula ribuan suporter PSS di lantai dua yang fokus mendukung timnya.
Meski PSSI telah memberlakukan larangan away day untuk suporter tamu di beberapa pertandingan, ribuan suporter PSS tetap hadir ke Kudus.
Beberapa hari sebelumnya, perwakilan suporter PSS bahkan sempat bersilaturahmi dengan kelompok suporter Persiku, SMM (Suporter Macan Muria), menunjukkan hubungan kedua kubu sejatinya cukup harmonis.
Insiden di Kudus menjadi catatan penting bagi penyelenggara dan aparat keamanan.
Masalah kapasitas stadion dan distribusi tiket masih menjadi pekerjaan rumah agar kejadian serupa tidak terulang.
Suporter diharapkan tetap menjunjung sportivitas dan saling menghormati, terutama mengingat hubungan Persiku dan PSS serta pendukungnya sudah terjalin baik.
Meski sempat ricuh, pertandingan tetap berlangsung seru.
Baca Juga: Kapolsek Brangsong Kendal Digerebek Warga Diduga Menyelinap ke Rumah Janda, Ada Apa Sih?
Persiku Kudus yang bertindak sebagai tuan rumah harus mengakui keunggulan PSS Sleman dengan skor akhir 1-3.
Di babak pertama, kedua tim saling bertukar serangan. Lini tengah Persiku tampil kolektif dengan umpan-umpan satu-dua, namun PSS Sleman yang dijuluki Super Elang Jawa memanfaatkan setiap kelengahan lawan. Striker Gustavo Tocantins membuka skor bagi PSS pada menit ke-4.
Tertinggal 1-0, Persiku terus menekan pertahanan PSS. Penyerang andalan Igor Henrique belum mampu menembus pertahanan lawan, meski beberapa kali melakukan skema umpan terobosan. Pertahanan PSS yang dijaga Cleberson tetap solid.
Persiku akhirnya menyamakan skor menit ke-40 melalui sundulan Y Kandaimu. Babak pertama berakhir imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, PSS Sleman tampil lebih agresif. Kesalahan lini belakang Persiku dimanfaatkan Saiful untuk membawa tim tamu unggul 2-1 pada menit ke-54. Dominasi PSS berlanjut meski sudah memimpin.
Frédéric Injaï yang menembus pertahanan Persiku dijatuhkan, dan wasit melalui VAR memberikan penalti.
Gustavo Tocantins mengeksekusi dengan tenang, mencetak gol kedua sekaligus membawa timnya unggul 3-1.
Meski stadion sempat memanas pada menit ke-90 dengan pagar sisi utara jebol dan sebagian suporter PSS masuk, wasit tetap melanjutkan pertandingan hingga akhir.
Pelatih Persiku, Alfiat, mengakui keunggulan tim tamu. “Kami meminta maaf kepada semua pihak dan suporter, tidak bisa memberikan yang terbaik,” katanya.
Menurutnya, mental pemain sempat menurun setelah tertinggal dua gol, namun ia mengapresiasi kerja keras timnya.
Sementara itu, Kandaimu menegaskan, tim tetap optimis sejak awal.
“Mereka kompak dalam bermain, keberuntungan hari ini berpihak kepada Sleman. Kami akan memperbaiki penampilan untuk menghadapi Persela,” ujarnya.
Editor : Ali Mustofa