RADAR KUDUS – Duel panas pekan kelima BRI Super League 2025/2026 akan tersaji di Stadion Manahan, Solo, Sabtu malam (13/9/2025).
Persis Solo bakal menjamu tim promosi Persijap Jepara pada laga yang dijadwalkan kickoff pukul 19.30 WIB.
Persis Solo datang dengan skema 4-2-3-1 yang mengandalkan keseimbangan pertahanan kokoh dan kreativitas lini tengah.
Baca Juga: Laga Tandang Persijap Melawan Persis Solo, Pembuktian untuk Bangkit dari Kekalahan
Pelatih kepala Peter de Roo menurunkan kiper utama Muhammad Riyandi, duet bek tangguh Cleylton Santos dan Xandro Schenk, serta kecepatan Sho Yamamoto dan Arapenta Poerba di sisi sayap.
Sementara ujung tombak dipercayakan kepada striker asal Jepang, Kodai Tanaka.
Di kubu seberang, Persijap Jepara menurunkan formasi menyerang 4-3-3 racikan pelatih Mario Lemos. Laskar Kalinyamat mengandalkan trisula Sudi Abdallah, Rosalvo, dan França di lini depan.
Frank Sokoy serta Wahyudi Hamisi diplot menjaga keseimbangan sekaligus memutus serangan lawan. Di bawah mistar, Rodrigo Nascimento siap menjadi palang pintu terakhir.
Pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat. Persis mencoba mengontrol jalannya laga dengan dominasi bola, sedangkan Persijap berambisi menusuk lewat serangan balik cepat.
Motivasi kedua tim sama-sama besar, Persis ingin mempertahankan gengsi di kandang, sementara Persijap bertekad mencuri poin di Solo.
Sayangnya, Laskar Sambernyawa tidak dalam kondisi ideal. Enam pemain inti dipastikan absen.
Baca Juga: Hasil Super League 2025/2026: Tahan Imbang 0-0, Arema Tak Biarkan Persijap Menang di Kandang
Adriano Castanheira dan Mateo Kocijan belum bisa merumput, sementara Sidik Saimima masih dalam pemulihan cedera.
Pelatih Peter de Roo juga harus kehilangan bek andalan Jordy Tutuarima yang pulang ke Belanda untuk menemani ibunya yang sakit keras.
Kastaneer belum bergabung usai membela tim nasional, sedangkan Fuad Sule masih terkena sanksi FIFA. Kondisi ini membuat sang pelatih harus memutar otak meracik formasi alternatif.
“Kami harus siap dengan pemain yang ada. Beberapa memang absen, tapi itu tantangan bagi tim,” ujar de Roo dalam jumpa pers, Jumat (12/9).
Sementara itu, Persis Solo sendiri sedang mencari momentum kebangkitan.
Dari empat laga terakhir, mereka hanya menang sekali saat melawan Madura United (2-1), kemudian kalah dari Persija (0-3), imbang melawan PSBS Biak (2-2), dan tumbang di tangan Bhayangkara FC (0-2).
Di sisi lain, Persijap justru tampil mengejutkan di awal musim. Sebagai tim promosi, mereka mampu menumbangkan Persib Bandung (2-1), menahan imbang PSM Makassar (1-1), serta Arema FC (0-0).
Satu-satunya kekalahan mereka alami saat bertemu Borneo FC (1-3). Catatan itu menempatkan mereka di posisi ketujuh klasemen sementara.
Bek Persijap, Diogo Araujo Brito, menegaskan timnya tidak gentar menghadapi Persis.
“Yang penting kami menjaga pertahanan dan memanfaatkan peluang. Hasil imbang pun tidak masalah, yang terpenting lawan tidak bisa mencetak gol,” tegasnya.
Pelatih Mario Lemos juga optimistis pasukannya bisa pulang dengan poin. “Dua minggu persiapan cukup untuk membangun keseimbangan tim. Target kami jelas, membuat peluang, mencetak gol, dan menjaga gawang tetap aman,” ujarnya.
Kedua tim terakhir kali bentrok pada Liga 2 tahun 2021. Persijap menahan imbang 1-1 di Jepara (5/10/2021), namun kalah telak 2-5 saat bermain di Solo (9/11/2021).
Secara keseluruhan, Persijap lebih unggul dengan tiga kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan dari lima pertemuan terakhir.
Dengan kondisi skuad pincang, Persis ditantang untuk menunjukkan kedalaman tim dan kreativitas strategi.
Sementara Persijap melihat laga ini sebagai kesempatan emas memperbaiki rekor tandang sekaligus mempertahankan tren positif di awal musim.
Kickoff pukul 19.30 WIB malam ini akan menjawab siapa yang lebih siap secara strategi, mental, dan fisik di atas lapangan.
Editor : Ali Mustofa