RADAR KUDUS - Publik sepak bola Indonesia sempat berharap besar pada laga perdana Serie A 2025/2026. Nama Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia, masuk dalam daftar pemain yang dibawa Fabio Grosso saat Sassuolo menjamu Napoli di Stadion Mapei.
Harapan itu sederhana: melihat Idzes mencatat menit perdananya di panggung tertinggi sepak bola Italia. Namun realitas berkata lain.
Alih-alih tampil, Idzes justru hanya duduk di bangku cadangan sepanjang 90 menit, menyaksikan Sassuolo dihajar Napoli dua gol tanpa balas.
Ini menjadi kali kedua Idzes tak kunjung diturunkan sejak resmi berseragam Sassuolo. Sebelumnya, ia juga hanya menjadi penghias bangku cadangan ketika timnya berlaga di ajang Coppa Italia.
Baca Juga: Jay Idzes Bikin Media Italia Heboh, Followers Media Sosial Sassuolo Naik Drastis
Cadangan Mati di Tengah Krisis Lini Belakang
Kekecewaan makin terasa karena Fabio Grosso melakukan lima pergantian pemain sepanjang laga. Ironisnya, tak satu pun slot diberikan kepada Idzes yang sebenarnya dikenal sebagai bek tangguh.
Padahal, Sassuolo terlihat kewalahan menahan gempuran Napoli. Keputusan ini memicu tanda tanya: apakah Grosso memang belum sepenuhnya percaya pada bek anyar yang baru saja direkrut dari Venezia tersebut?
Para pendukung Timnas Indonesia tentu saja kecewa. Sebab, debut Idzes di Serie A dianggap penting bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi reputasi pemain Indonesia di kancah Eropa.
Napoli Terlalu Kuat untuk Ditahan
Di lapangan, Napoli menunjukkan kualitasnya sebagai juara bertahan. Mereka tampil dominan sejak menit awal.
Gol pertama hadir di menit ke-17 lewat aksi Scott McTominay yang sukses menuntaskan peluang. Sassuolo yang coba keluar menyerang malah semakin kesulitan setelah kebobolan lagi di babak kedua.
Pada menit ke-57, rekrutan anyar Napoli, Kevin De Bruyne, memperlihatkan kelasnya. Tendangan bebasnya meluncur deras tanpa mampu dihalau kiper Stefano Turati.
Gol indah tersebut sekaligus membungkam stadion Mapei dan memperlebar jurang kualitas antara kedua tim.
Baca Juga: Jadwal Bola 14–15 Agustus 2025: Duel Panas Eropa, Laga Liga 1, hingga Debut Jay Idzes
Tambah Berat Usai Kartu Merah
Kesialan Sassuolo belum berhenti. Pada menit ke-79, gelandang muda mereka, Ismael Kone, harus mandi lebih cepat setelah mendapat kartu kuning kedua.
Bermain dengan sepuluh orang, peluang Sassuolo untuk bangkit benar-benar tertutup rapat. Napoli pun nyaman menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Jalan Panjang Jay Idzes
Kegagalan debut ini tentu bukan akhir perjalanan bagi Jay Idzes. Masih banyak pekan tersisa di Serie A yang bisa menjadi kesempatan baginya untuk membuktikan diri.
Namun, fakta bahwa dirinya dua kali beruntun hanya jadi penonton jelas menjadi sinyal keras.
Ia harus bekerja lebih keras meyakinkan pelatih Fabio Grosso agar mendapatkan kepercayaan.
Bagi publik Indonesia, momen ini menjadi ujian kesabaran. Ekspektasi tinggi memang selalu menyelimuti setiap langkah Idzes, terlebih setelah menjadi pilar utama di Timnas.
Tetapi sepak bola Eropa punya dinamika berbeda: kualitas, pengalaman, hingga strategi pelatih kerap jadi penentu utama.
Laga Sassuolo kontra Napoli akhirnya menorehkan dua cerita berbeda. Napoli semakin menegaskan status mereka sebagai tim papan atas dengan kemenangan meyakinkan.
Sementara bagi Sassuolo, hasil pahit ini menyisakan sorotan tajam terhadap kebijakan Fabio Grosso yang kembali mengabaikan Jay Idzes.
Bagi Idzes sendiri, debut Serie A mungkin tertunda, tapi setiap pekan baru membuka peluang. Pertanyaan terbesar kini adalah: kapan kepercayaan itu akhirnya datang?
Editor : Mahendra Aditya