Dua Laga, 10 Kartu Kuning:, Persijap Jepara Jadi Tim Paling Keras di Super League
Mahendra Aditya Restiawan• Jumat, 22 Agustus 2025 | 00:52 WIB
Franca Persijap setelah menceploskan bola ke gawang Persib Bandung
JEPARA - Super League 2025/2026 baru memasuki pekan kedua, namun Persijap Jepara sudah menorehkan catatan kontroversial.
Tim berjuluk Laskar Kalinyamat tercatat sebagai klub dengan jumlah kartu kuning terbanyak sejauh ini, yakni sepuluh kartu hanya dalam dua pertandingan.
Rekor Kartu Kuning Persijap
Persijap membuka musim dengan hasil imbang 1-1 melawan PSM Makassar pada 8 Agustus.
Dalam laga tersebut, wasit mengeluarkan enam kartu kuning untuk para pemain Jepara.
Akibat pelanggaran berlebihan itu, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp50 juta.
Pada pertandingan kedua, Persijap kembali tampil penuh determinasi. Bertemu juara bertahan Persib Bandung pada 18 Agustus, mereka sukses mencatat kemenangan mengejutkan dengan skor 2-1.
Namun, kemenangan bersejarah itu diwarnai dengan empat kartu kuning tambahan, sehingga total akumulasi tim kini menjadi sepuluh kartu.
TAKTIS: Pelatih Kepala Persijap, Mario Lemos Pemain yang Paling Sering Kena Peringatan
Dua pemain Persijap sudah mengoleksi masing-masing dua kartu kuning dalam dua laga: Wahyudi Hamisi dan Carlos Franca.
Sementara enam kartu lainnya tersebar kepada enam pemain berbeda, yaitu Rodrigo Nascimento, Rosalvo Candido, Douglas Cruz, Elvis Sakyi, Alexis Gomez, dan Najeeb Yakubu.
Dengan distribusi kartu yang merata, tampak bahwa gaya bermain keras Persijap tidak hanya bergantung pada satu individu, melainkan hampir menjadi karakter kolektif tim di lapangan.
Ilustrasi foto wasit memberikan kartu kuning
Pelatih Mario Lemos Angkat Bicara
Pelatih Persijap, Mario Lemos, tak menampik jumlah kartu kuning timnya terlalu banyak.
Namun, ia memahami kondisi tersebut sebagai konsekuensi dari strategi bermain agresif.
“Memang jumlah kartu kuningnya terlalu banyak,” ujar Lemos. “Tetapi menurut saya, dengan komposisi pemain yang ada, kami harus bermain dengan intensitas tinggi.
Kalau ingin menang, tim ini memang harus berjuang keras dan tampil agresif.”
Meski demikian, Lemos tetap puas dengan raihan awal timnya.
Persijap kini sudah mengantongi empat poin dari dua laga, sebuah pencapaian positif untuk tim yang baru promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Bagaimanapun caranya kami bisa mendapatkan poin, itu sangat penting. Torehan empat poin di awal musim ini sudah cukup bagus,” lanjut pelatih asal Portugal tersebut.
Kemenangan atas Persib Bandung di Bandung jelas menjadi sorotan. Sebelumnya, Persijap tidak diperhitungkan sebagai penantang serius.
Namun, hasil dua laga awal membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap di Super League.
“Ini baru awal, tetapi saya sangat bangga dengan para pemain. Kami baru saja promosi, dan bisa langsung tampil kompetitif menghadapi tim besar. Menang atas juara bertahan jelas jadi momen yang sangat membanggakan,” tegas Lemos.
Alarm bagi Rival
Catatan kartu kuning memang jadi pekerjaan rumah besar bagi Persijap. Namun di sisi lain, agresivitas itu menghadirkan sinyal bahaya bagi lawan.
Tim yang sebelumnya dipandang sebelah mata, kini justru menunjukkan ketegasan dan semangat juang tinggi.
Empat poin dari dua laga bukan hanya modal awal yang berharga, tetapi juga bukti bahwa Persijap mampu bersaing di level tertinggi.
Pertanyaannya, mampukah mereka menjaga konsistensi permainan tanpa harus mengorbankan disiplin di lapangan?