RADAR KUDUS - Persib Bandung harus menelan kekalahan perdana mereka di Super League 2025/2026 setelah takluk 1-2 dari tuan rumah Persijap Jepara.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (18/8/2025), berlangsung dramatis dan menghadirkan kejutan bagi ribuan suporter yang memadati stadion.
Kekalahan ini semakin menyakitkan bagi Maung Bandung karena mereka tampil tanpa dua pemain penting.
Kiper anyar Adam Przybek, yang semestinya menjalani debut, terpaksa absen akibat cedera. Sementara itu, bek tangguh Alfeandra Dewangga juga tak bisa dimainkan karena masalah kebugaran.
Baca Juga: Full Time: Persijap Jepara Kalahkan Persib Bandung dengan Kemenangan Dramatis 2-1
Babak Pertama Berjalan Seimbang
Sejak awal laga, Persijap yang berstatus tim promosi tidak menunjukkan rasa gentar. Justru mereka tampil agresif dan mampu menciptakan peluang lebih dulu.
Pada menit ke-13, Franca hampir membuka keunggulan, namun sundulannya masih bisa diamankan Teja Paku Alam.
Persib mencoba bangkit. Luciano Guaycochea mendapat ruang di menit ke-20, tetapi tendangannya melambung.
William Marcilio juga sempat melepaskan tembakan keras di menit ke-23, namun akurasinya kurang tepat.
Persijap kembali menekan melalui Alexis Gomez di menit ke-25, tetapi hasilnya sama saja: peluang emas itu belum membuahkan gol.
Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum meski kedua tim sama-sama mencatatkan peluang berbahaya.
Franca Pecahkan Kebuntuan
Memasuki babak kedua, intensitas laga meningkat. Persib berusaha lebih agresif, sementara Persijap tetap disiplin menunggu kesempatan.
Pada menit ke-68, publik tuan rumah akhirnya bersorak. Franca berhasil lolos dari jebakan offside setelah menerima umpan matang dari Rosalvo. Dengan sekali sontekan, bola meluncur ke gawang Teja dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Tertinggal, Persib langsung meningkatkan tekanan. Beberapa peluang diciptakan, tetapi pertahanan Persijap tetap solid.
Hingga akhirnya, pada menit ke-88, Maung Bandung mendapat kesempatan emas. Uilliam Barros dijatuhkan kiper Rodrigo Moura di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, dan Barros sukses mengeksekusi dengan tenang. Skor pun imbang 1-1.
Gol Dramatis di Injury Time
Pertandingan tampak akan berakhir imbang, namun drama tercipta di menit-menit akhir. Pada masa injury time, Persijap melancarkan serangan balik cepat.
Dicky Kurniawan yang baru masuk sebagai pemain pengganti melepaskan umpan lambung ke arah Sudi Abdallah.
Dengan sekali kontrol, Sudi melepaskan tembakan keras ke sudut kiri gawang. Teja tak kuasa menghentikan bola, dan skor berubah menjadi 2-1 untuk tuan rumah.
Peluit panjang dibunyikan, dan Stadion Gelora Bumi Kartini pun bergemuruh. Kemenangan dramatis itu membuat ribuan pendukung Persijap larut dalam euforia, sementara Persib harus pulang dengan tangan hampa.
Faktor Absennya Pemain Kunci
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui kekalahan ini tak lepas dari kondisi tim yang tidak sempurna.
Dua pemain penting, yakni Adam Przybek dan Alfeandra Dewangga, harus menepi. Przybek, kiper anyar yang didatangkan musim ini, gagal menjalani debut akibat cedera. Sementara Dewangga mengalami masalah kebugaran dan belum pulih sepenuhnya.
“Persiapan sudah kami lakukan maksimal. Tapi absennya dua pemain ini jelas berpengaruh. Kami harus mencari solusi cepat agar tim tetap kompetitif,” ujar Hodak dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Absennya Przybek membuat posisi penjaga gawang kembali dipercayakan kepada Teja Paku Alam, sedangkan lini pertahanan tanpa Dewangga terlihat kurang solid menghadapi serangan balik Persijap.
Posisi di Klasemen
Kemenangan ini membawa Persijap naik ke posisi enam klasemen sementara dengan koleksi empat poin dari dua laga. Sementara Persib yang sebelumnya berada di papan atas kini turun ke peringkat tujuh dengan tiga poin.
Bagi Persijap, hasil ini menjadi pembuktian bahwa mereka bukan sekadar tim promosi. Sementara bagi Persib, kekalahan ini menjadi peringatan dini bahwa mempertahankan gelar juara tidak akan mudah.
Evaluasi dan Harapan
Persib kini dituntut segera memperbaiki kelemahan, terutama efektivitas penyelesaian akhir dan koordinasi pertahanan.
Absennya pemain kunci memang menjadi faktor, tetapi Hodak menegaskan bahwa tim harus tetap fokus menghadapi jadwal padat ke depan.
Di sisi lain, Persijap bisa memetik banyak pelajaran positif. Pelatih Mário Lemos menunjukkan keberanian dalam meracik strategi. Keputusan memainkan Dicky Kurniawan dan Sudi Abdallah di menit akhir terbukti menjadi kunci kemenangan.
Musim ini masih panjang, namun laga ini menjadi bukti bahwa Super League 2025/2026 akan berjalan ketat dan penuh kejutan.
Editor : Mahendra Aditya