Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fans Kecewa, Jersey Anyar Como 1907 Klaim Terinspirasi Stadion, Nyatanya Sama dengan Klub Lain

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 11 Agustus 2025 | 15:24 WIB
Jersey Como 1907
Jersey Como 1907

RADAR KUDUS - Como 1907 baru saja meluncurkan jersey away musim 2025-26 produksi Adidas.

Dalam rilis resminya, klub Italia itu menyebut desainnya terinspirasi dari arsitektur Stadio Giuseppe Sinigaglia, markas kebanggaan mereka di tepi Danau Como. Ceritanya terdengar manis dan penuh sentuhan emosional.

Namun, di balik narasi itu, ada fakta yang membuat alis para penggemar terangkat.

Motif grafis abu-abu abstrak yang disebut-sebut sebagai “ikon stadion” ternyata hanyalah template global Adidas untuk musim 25-26. Desain ini persis digunakan oleh beberapa klub lain, bahkan di benua berbeda.

Baca Juga: Como Siap Bajak Kiper Barcelona Inaki Pena ke Serie A, Ini Misi Transfer di Joan Gamper!

Desain “Eksklusif” yang Tidak Eksklusif

Investigasi dari penggemar dan pengamat sepak bola, termasuk akun @marcadegol, menemukan bahwa pola tersebut identik dengan jersey away Olympiacos, kostum ketiga Sparta Prague, jersey away Al Ahly, dan kostum Fortuna Düsseldorf.

Artinya, apa yang dipromosikan Como sebagai desain khas yang lahir dari identitas lokal, pada kenyataannya adalah desain massal yang hanya diberi sentuhan narasi berbeda untuk tiap klub.

Jersey Fortuna Düsseldorf
Jersey Fortuna Düsseldorf

Strategi Marketing yang Mengundang Tanya

Praktik seperti ini memang bukan rahasia di industri apparel sepak bola. Brand besar kerap memakai template desain yang sama untuk klub non-elite, lalu membungkusnya dengan cerita lokal agar terlihat spesial.

Strategi ini efisien secara produksi, tetapi bisa membuat fans merasa dibohongi saat kebenarannya terungkap.

Bagi pendukung fanatik yang menginginkan jersey benar-benar mencerminkan karakter klub, penemuan ini jelas mengecewakan.

Meski tampilannya tetap rapi dan modern, kehilangan unsur eksklusivitas membuat nilai emosionalnya menurun drastis.

Ketika Cerita Lebih Penting dari Realita

Pihak klub dan Adidas tentu berharap cerita “stadion-inspired” akan membangun ikatan emosional dengan fans.

Tetapi masalahnya, begitu pola yang sama terlihat di jersey klub lain, narasi itu kehilangan kekuatan.

Sebagian fans mulai mempertanyakan integritas pemasaran ini, sementara yang lain memilih untuk fokus pada kenyamanan dan estetika jersey, tak peduli cerita di baliknya.

Apakah Penampilan Masih Mengalahkan Keaslian?

Pertanyaan besarnya kini: apakah benar-benar penting jika desainnya tidak unik, selama jersey terlihat bagus?

Sebagian fans akan berkata “tidak masalah,” apalagi jika harganya terjangkau dan kualitas kainnya prima.

Namun bagi penggemar garis keras yang menganggap jersey sebagai simbol kebanggaan, keseragaman desain ini bisa terasa seperti pengkhianatan kecil.

Editor : Mahendra Aditya
#jersey #Fortuna Dusseldorf #Jersey away como