RADAR KUDUS - Luis Diaz telah menyelesaikan kepindahan permanennya ke Bayern Munich setelah lebih dari tiga tahun membela Liverpool.
Kepindahan ini menandai akhir dari petualangannya bersama The Reds yang penuh warna, trofi, dan momen emosional sejak ia didatangkan dari FC Porto pada awal tahun 2022.
Pemain asal Kolombia ini langsung menunjukkan dampak signifikan di bawah asuhan Jürgen Klopp.
Kecepatan, kelincahan, serta kemampuannya menciptakan peluang dari sisi lapangan menjadikannya senjata baru Liverpool dalam menggempur lawan. Hanya dalam setengah musim pertamanya, ia sukses mencetak enam gol dan empat assist dalam 26 laga di semua kompetisi.
Kontribusi besarnya juga terlihat saat Liverpool nyaris meraih empat gelar sekaligus (quadruple) pada musim 2021-2022. Diaz tampil sebagai starter di dua laga final domestik – Carabao Cup dan FA Cup – yang keduanya dimenangkan Liverpool lewat adu penalti melawan Chelsea. Ia juga tampil di final Liga Champions yang sayangnya harus berakhir dengan kekalahan dari Real Madrid di Paris.
Namun, perjalanan Diaz tidak sepenuhnya mulus. Pada awal musim 2022-2023, dia mengalami cedera lutut serius yang memaksanya menepi dalam waktu cukup lama.
Ia hanya mampu mencatat 21 penampilan sepanjang musim itu, dan belum bisa menunjukkan performa seperti musim sebelumnya.
Setelah pulih dari cedera, Diaz mengganti nomor punggungnya menjadi nomor 7, dan perlahan kembali menemukan permainan terbaiknya.
Dalam dua musim terakhirnya bersama Liverpool, ia tampil konsisten dan memainkan peran kunci di bawah pelatih baru Arne Slot yang menggantikan Klopp mulai musim 2024-2025.
Slot mengubah posisi Diaz secara perlahan, dari winger menjadi penyerang tengah dalam formasi tiga penyerang. Pergeseran peran ini justru membuat Diaz tampil lebih produktif.
Ia mencetak 17 gol sepanjang musim 2024-2025, dengan 13 di antaranya tercipta di ajang Premier League – menjadikannya sebagai salah satu pencetak gol terbanyak tim.
Salah satu performa terbaiknya musim lalu adalah ketika dia mencetak dua gol dalam kemenangan penting atas Manchester United di Old Trafford, yang menjadi momentum penting dalam perburuan gelar.
Tak hanya itu, Diaz juga mencetak hattrick pada babak kedua dalam kemenangan 4-0 atas Bayer Leverkusen di Liga Champions, membuktikan bahwa dia mampu tampil gemilang di panggung besar.
Puncak kariernya bersama Liverpool terjadi pada bulan April 2025, saat klub berhasil mengunci gelar Liga Inggris dengan sisa empat pertandingan.
Ini adalah gelar Premier League pertamanya bersama The Reds, sekaligus penutup yang manis sebelum akhirnya pindah ke Jerman.
Total, Luis Diaz membukukan 30 gol dan 10 assist dalam 101 penampilannya untuk Liverpool setelah cedera.
Selama kariernya di Anfield, ia turut membantu klub meraih empat trofi besar, termasuk dua gelar domestik, satu Piala Liga Inggris dan satu gelar Premier League yang sangat prestisius.
Liverpool telah mengonfirmasi bahwa transfer Diaz ke Bayern Munich bersifat permanen. Meskipun tidak disebutkan secara resmi nilai transfernya, laporan media Eropa memperkirakan nilainya berada di atas 50 juta euro, dengan potensi tambahan melalui bonus performa.
Bayern sendiri sedang dalam proses membangun ulang skuad mereka usai gagal meraih gelar Bundesliga musim lalu.
Kehadiran Diaz diharapkan bisa menambah daya gedor lini depan mereka, terutama di sektor sayap dan penyerangan dinamis yang menjadi ciri khas permainan Diaz.
Bagi Liverpool, kepergian Diaz akan membuka ruang untuk regenerasi lini depan. Di sisi lain, Diaz akan memulai lembaran baru di Jerman, bersama klub raksasa yang tengah berambisi kembali menguasai Eropa.
Dalam pernyataan resmi, Liverpool menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi besar yang diberikan Luis Diaz selama mengenakan seragam merah.
Klub juga menyampaikan harapan terbaik untuk masa depan kariernya bersama Bayern Munich.
Dengan usia yang masih 28 tahun, Diaz masih memiliki banyak potensi untuk berkembang lebih jauh.
Perpindahannya ke Bundesliga bisa menjadi panggung baru untuk membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu penyerang terbaik dunia saat ini.
Kini, mata publik akan tertuju pada penampilan perdananya di Allianz Arena. Mampukah Diaz kembali bersinar dan membawa Bayern kembali ke puncak kejayaan Eropa? Waktu yang akan menjawab.
Yang pasti, kariernya di Liverpool telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan di hati para pendukung The Reds.
Editor : Mahendra Aditya