Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sosok Saiful Arifin, Tokoh Bola Asli Pati Siap Kelola Persipa di Liga 3 Nusantara 2025-2026

Achmad UA • Selasa, 1 Juli 2025 | 14:09 WIB
Sosok Saiful Arifin saat menjadi Ketua Umum Persipa Pati dan menyiapkan tim untuk mengarungi Liga 3 Jawa Tengah tahun 2018. (DOK RADAR KUDUS)
Sosok Saiful Arifin saat menjadi Ketua Umum Persipa Pati dan menyiapkan tim untuk mengarungi Liga 3 Jawa Tengah tahun 2018. (DOK RADAR KUDUS)

PATI - Saiful Arifin kembali memegang kendali Persipa Pati yang saat ini berlaga di Liga 3 Nusantara musim 2025-2026 setelah di musim sebelumnya terdegradasi dari Liga 2.

Saat dikonfirmasi, Saiful Arifin tidak menampik bahwa dirinya akan kembali terlibat di dalam pengelolaan Persipa Pati.

"Kasihan kalau (Persipa Pati) tidak ada yang menggarap dan mengelolanya," kata dia via pesan WhatsApp.

Pria yang akrab disapa Safin itu memang bukan orang baru di dunia sepak bola, khususnya di Persipa Pati.

Diketahui Safin pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persipa Pati periode 2018–2021.

Namun, belum genap satu periode menjabat, Safin mengundurkan diri per 30 Desember 2020. Saat itu Persipa Pati masih berkutat di Liga 3 zona provinsi (saat ini Liga 4).

Selain itu Safin juga dikenal sebagai sosok gila bola yang saat ini fokus dalam dunia pembinaan sepak bola, melalui bendera Safin Pati Sports School yang didirikannya pada tahun 2019 lalu.

Safin juga pernah menjadi perbincangan sepak bola nasional, kala mengakuisisi tim Liga 2 dan membawanya ke Pati dengan mengubah Namanya menjadi Putra Safin Grup (PSG) Pati.

Diberitakan sebelumnya, CEO Persipa, Joni Kurnianto, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya dan menyerahkan saham kepemilikannya kepada Saiful Arifin.

Hal itu diungkapkan Joni dalam konferensi pers yang digelar di ruang kerjanya pada Senin (30/6/2025).

Joni mengumumkan bahwa dirinya melepas 41,8 persen saham di klub kepada Saiful Arifin—pemilik Safin Pati Sports School sekaligus mantan Wakil Bupati Pati.

“Keputusan ini saya ambil karena adanya permintaan dari para suporter. Setelah saya berkonsultasi dengan Pak Gede Widiade, pemilik saham mayoritas sebesar 50 persen, saya serahkan saham saya kepada Pak Saiful Arifin,” jelas Joni, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pati.

Sisa saham sebesar 8,2 persen, kata Joni, masih dimiliki oleh sejumlah Persatuan Sepakbola (PS) lokal di bawah naungan Persipa serta komunitas suporter.

Seluruh proses pengalihan kepemilikan akan difinalisasi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang segera dijadwalkan.

“Pak Saiful bersedia kembali terlibat dan mengelola klub. Beliau juga sudah mendapatkan restu dari Bupati Pati. Persipa memang butuh dukungan penuh dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Joni juga menegaskan bahwa seluruh urusan administrasi dan keuangan selama masa kepemimpinannya telah diselesaikan dengan tuntas.

Kiprah Joni di Persipa Pati

Sejak bergabung pada 2021 sebagai Plt Ketua Umum, Joni berhasil membawa Persipa promosi dari Liga 3 Nasional ke Liga 2.

Saat memasuki Liga 2, klub diwajibkan bertransformasi menjadi entitas swasta. Maka, dibentuklah PT Laskar Saridin Syeh Jangkung sebagai pengelola resmi.

Transformasi ini menuntut Persipa tak lagi bergantung pada dana APBD.

Joni mengaku harus menanggung sendiri pembiayaan awal kompetisi, mulai dari renovasi stadion untuk verifikasi Liga 2, perekrutan pelatih dan pemain, hingga operasional tim selama kompetisi.

Baca Juga: Hadapi Liga 2 Musim 2025/2026, Persiku Kudus Butuh Tiga Pemain Asing, Ini Kriteria dan Posisinya

Sosok Saiful Arifin saat menjadi Ketua Umum Persipa Pati dan menyiapkan tim untuk mengarungi Liga 3 Jawa Tengah tahun 2018. (DOK RADAR KUDUS)
Sosok Saiful Arifin saat menjadi Ketua Umum Persipa Pati dan menyiapkan tim untuk mengarungi Liga 3 Jawa Tengah tahun 2018. (DOK RADAR KUDUS)

“Meski ada sponsor dan subsidi dari LIB, 90 persen biaya tetap saya tanggung sendiri. Dua musim di Liga 2, total dana pribadi yang saya keluarkan mencapai sekitar Rp10 miliar. Alhamdulillah saat itu kita bisa bertahan,” ungkapnya.

Dukungan baru datang pada musim 2024–2025 saat tokoh sepak bola nasional, Gede Widiade, masuk dan menjadi pemegang saham mayoritas melalui PSF Group. Komposisi saham pun diatur agar klub tetap berakar di Pati.

“Dengan skema ini, kami ingin memastikan bahwa Persipa tidak dijual ke luar daerah dan tetap menjadi kebanggaan warga Pati,” tegas Joni.

Sayangnya, musim 2024–2025 tidak berjalan mulus. Persaingan ketat membuat Persipa gagal bertahan di Liga 2 dan harus turun kasta ke Liga 3 Nusantara.

“Kami sudah berusaha maksimal, tapi hasil belum berpihak. Kami mohon maaf kepada seluruh suporter dan masyarakat Pati,” ucapnya penuh penyesalan.

Meski demikian, Joni berharap semua pihak tetap bersatu mendukung kebangkitan Persipa ke depannya.  (aua)

Editor : Mahendra Aditya
#liga 3 #ceo persipa pati joni kurnianto mundur #Persipa Pati degradasi #Persipa Pati #Saiful Arifin #Safin #psg pati