PATI — Kabar mengejutkan datang dari tim Persipa Pati yang baru saja terdegradasi ke Liga 3 Nusantara.
Joni Kurnianto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO klub yang dikenal dengan julukan Laskar Saridin tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Joni menyampaikan bahwa keputusan mundur itu diambil karena adanya desakan dari sebagian suporter.
Setelah berkonsultasi dengan pemegang saham mayoritas, Gede Widiade, Joni pun memilih mengalihkan seluruh saham miliknya yang berjumlah 41,8 persen kepada pengusaha dan tokoh olahraga asal Pati, Saiful Arifin.
Diketahui pria yang akrab disapa Safin ini memang dikenal gila bola dan berpengalaman mengelola klub sepak bola.
“Saya mundur karena diminta oleh suporter. Setelah meminta izin kepada Pak Gede, saya alihkan saham saya ke Bapak Saiful Arifin. Beliau bersedia memegang dan mengelola Persipa, serta telah mendapat restu dari Bupati Pati,” ujar Joni, Senin (30/6/2025).
Saham lain sebesar 8,2 persen diketahui sejak awal memang dialokasikan untuk klub-klub anggota dan suporter Persipa, sedangkan Gede Widiade memegang 50 persen.
Komposisi itu dibuat sejak pembentukan PT Laskar Saridin Syeh Jangkung, agar kepemilikan klub tetap berada di tangan masyarakat Pati dan tidak dijual keluar daerah.
Joni memastikan seluruh administrasi dan keuangan selama masa kepemimpinannya telah diselesaikan dengan tuntas.
Ia mengisahkan perjalanannya bersama Persipa dimulai sejak 2021 saat dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Ketua Umum melalui Kongres Luar Biasa.
Ia berhasil membawa Persipa promosi dari Liga 3 ke Liga 2 dalam waktu singkat.
Namun, saat memasuki Liga 2, status Persipa berubah menjadi klub profesional berbadan hukum. Hal ini membuat seluruh pendanaan tidak bisa lagi bergantung pada APBD.
“Saya harus membiayai sendiri semua kebutuhan awal kompetisi, mulai dari persiapan, renovasi stadion, kontrak pemain dan pelatih, hingga operasional selama liga,” ujar Joni.
Selama dua musim penuh di Liga 2 (2022–2024), Joni mengaku telah mengeluarkan dana pribadi mencapai Rp10 miliar.
Meski sempat mendapat dukungan sponsor dan subsidi dari operator liga, beban biaya tetap sebagian besar ditanggung pribadi.
Masuknya Gede Widiade pada musim 2024–2025 sempat memberi harapan baru, namun kompetisi ketat membuat Persipa gagal mempertahankan posisi di Liga 2 dan harus turun kembali ke Liga 3.
“Kami sudah berjuang sekuat tenaga. Tapi hasilnya belum maksimal. Kami mohon maaf kepada seluruh suporter, pecinta Persipa, dan masyarakat Pati atas kegagalan ini,” ucap Joni dengan penuh penyesalan.
Ia pun berharap di bawah kepemimpinan baru, semua elemen bisa bersatu dan mendukung Persipa agar bisa bangkit dan kembali bersaing di level yang lebih tinggi.
“Semoga ke depan Persipa bisa kembali ke Liga 2, bahkan lebih tinggi lagi. Aamiin,” tutupnya. (aua)
Editor : Mahendra Aditya