RADAR KUDUS - Pertemuan panas antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Inter Miami di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 seakan membuka kembali luka lama antara Lionel Messi dan publik Prancis.
Jelang duel penuh gengsi ini, mantan pemain PSG yang kini menjadi komentator, Jérôme Rothen, melontarkan kritik tajam terhadap Messi yang dinilainya tidak tahu berterima kasih dan tidak menghormati siapa pun selama membela Les Parisiens.
PSG vs Inter Miami: Bukan Sekadar Laga, Tapi Ajang Pembuktian
Setelah mengalahkan Seattle Sounders dengan skor meyakinkan 2-0, PSG mengunci posisi teratas grup dan akan menghadapi Inter Miami—klub yang kini diperkuat oleh Lionel Messi.
Meski Inter Miami sempat unggul 2-0 atas Palmeiras, mereka harus puas berbagi angka setelah kebobolan dua gol balasan.
Hasil itu menempatkan mereka di posisi kedua dan mempertemukan mereka dengan mantan klub Messi.
Pertemuan ini tak hanya menarik secara teknis, tetapi juga emosional. Ini akan menjadi momen reuni yang sarat tensi, mengingat komentar-komentar Messi yang menyiratkan kekecewaannya terhadap PSG setelah hengkang pada 2023.
Rothen: "Messi Tak Punya Rasa Hormat"
Dalam wawancaranya bersama RMC Sport, Rothen secara gamblang menyebut Messi sebagai sosok yang tidak menghormati siapa pun selama membela PSG.
Ia menyayangkan bagaimana Messi justru mengkritik klub yang disebut-sebut telah “menyelamatkan” kariernya pasca kegagalan finansial Barcelona.
"PSG yang menyelamatkan kariernya, membayarnya dengan gaji besar saat tak ada klub Eropa lain yang sanggup memberinya peluang sebesar itu. Tapi justru setelah pergi, dia berbicara seolah-olah PSG telah memperlakukannya buruk," ujar Rothen tajam.
Menurut Rothen, Messi bukan hanya kurang menghargai klub, tetapi juga publik Prancis.
Ia menyebut Messi tetap bersikap dingin hingga bulan-bulan terakhir sebelum pindah ke Amerika Serikat, dan bahkan menyerang reputasi PSG serta kondisi kehidupan di Prancis.
“Dia mengeluh soal kehidupan keluarganya di Paris. Tapi kenyataannya, mereka tinggal di kawasan elit Neuilly dengan fasilitas super mewah dan keamanan tingkat tinggi. Apa yang dia keluhkan?” tambah Rothen dengan nada sinis.
PSG Kini Tanpa Messi, Tapi Lebih Berbahaya?
Ironisnya, PSG justru tampil lebih solid pasca era Messi-Neymar-Mbappe.
Di bawah arahan Luis Enrique, klub ibu kota Prancis akhirnya meraih gelar Liga Champions perdana mereka kurang dari sebulan sebelum pertandingan ini.
Sebuah pencapaian yang gagal mereka raih saat trio bintang tersebut masih berseragam PSG.
Kini, tanpa Messi, PSG tampil sebagai tim yang lebih kolektif. Kendati sempat tergelincir dengan kekalahan 0-1 dari Botafogo, mereka bangkit dengan menghancurkan Atletico Madrid 4-0.
Nama-nama seperti Barcola, Kvaratskhelia, dan Warren Zaire-Emery menjadi kekuatan baru yang menakutkan.
Inter Miami: Underdog yang Siap Bikin Kejutan
Sementara itu, Inter Miami datang ke laga ini tanpa beban. Messi tetap menjadi tumpuan utama, ditemani oleh rekan-rekan veteran seperti Luis Suarez dan Sergio Busquets.
Gol tendangan bebas Messi yang menentukan kemenangan atas Porto, serta kontribusi Suarez dan Busquets, menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang bisa diremehkan.
Dengan hanya satu kekalahan dari delapan pertandingan terakhir, tim asuhan Javier Mascherano tampak mulai menemukan ritme permainan.
Bila mereka bisa menjaga disiplin lini belakang, Inter Miami punya potensi mengejutkan siapa pun—termasuk PSG.
Prediksi Panas PSG vs Inter Miami
Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung ketat. PSG tentu lebih diunggulkan di atas kertas, namun Messi dan Inter Miami bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Pertemuan ini tidak hanya menyajikan duel antar pemain, tapi juga pertarungan ego dan harga diri.
Banyak yang memprediksi laga ini akan berlangsung hingga babak tambahan waktu, bahkan bisa ditentukan lewat adu penalti. Dengan Messi di lapangan, kejutan selalu mungkin terjadi.
Prediksi: PSG 2-2 Inter Miami (Inter Miami menang lewat adu penalti)
Editor : Mahendra Aditya