RADAR KUDUS – Aroma perombakan besar-besaran menyelimuti tubuh PSIS Semarang usai kegagalan mereka bertahan di Liga 1.
'Klub kebanggaan warga Jawa Tengah ini akhirnya mengambil langkah ekstrem: cuci gudang! Sebanyak 16 pemain resmi dilepas, termasuk sang ikon dan kapten tim Septian David Maulana.
Langkah drastis ini menjadi sinyal bahwa PSIS tak main-main membenahi tim demi bisa kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Setelah resmi terdegradasi ke Liga 2, Mahesa Jenar seolah ingin memulai segalanya dari nol—dengan wajah baru, semangat baru, dan visi baru.
Tebus Dosa Degradasi, PSIS Lakukan Perombakan Total
Musim kompetisi 2024/2025 menjadi masa kelam bagi PSIS. Harapan untuk bersinar sirna begitu mereka terperosok ke zona merah dan gagal bangkit.
Menyikapi kenyataan pahit tersebut, manajemen pun tak tinggal diam. Perombakan besar di tubuh tim jadi pilihan utama.
Dalam rilis resminya, PSIS mengumumkan bahwa seluruh kewajiban finansial terhadap para pemain telah dituntaskan sebelum perpisahan dilakukan.
“Kami bersyukur seluruh kewajiban kepada pemain musim lalu sudah tuntas 100 persen,” ungkap Agung Buwono, Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang.
“Baik pemain yang habis kontraknya, yang kembali dari masa pinjaman, maupun yang kami akhiri kontraknya secara profesional—semuanya kami lepas dengan penghormatan tinggi. Terima kasih atas dedikasi kalian untuk klub.”
Daftar Pemain yang “Dikorbankan”
Perombakan ini tak hanya mencakup pemain pelapis atau pinjaman semata. Beberapa nama besar bahkan harus angkat kaki, termasuk sejumlah pilar utama yang selama ini jadi tulang punggung tim.
Berikut adalah daftar lengkap 16 pemain yang resmi dilepas:
-
Adi Satryo
-
Syahrul Trisna
-
Haykal Alhafiz
-
Faqih Maulana
-
Sandi Ferizal
-
Riyan Ardiyansyah
-
Joao Ferrari
-
Lucas Barreto
-
Tri Setiawan
-
Ridho Syuhada
-
Boubakary Diarra
-
Alfeandra Dewangga
-
Septian David Maulana
-
Sudi Abdallah
-
Gustavo Souza
-
Wildan Ramdhani
Beberapa nama seperti Alfeandra Dewangga dan Septian David jelas mencuri perhatian. Keduanya merupakan pemain nasional dengan reputasi besar. Kini, dengan dilepasnya mereka, pintu spekulasi soal ke mana mereka akan berlabuh pun terbuka lebar.
Arah Baru PSIS: Muda, Berani, dan Bangkit
Keputusan PSIS untuk reset total skuad bukan tanpa perhitungan. Dengan membebaskan 16 nama sekaligus, klub ini tampaknya akan fokus membangun tim dengan wajah-wajah baru—mungkin juga mengandalkan pemain muda yang haus pembuktian.
Meski belum diumumkan secara resmi siapa saja yang akan mengisi skuad musim depan, sinyal peremajaan tim mulai terlihat dari aktivitas scouting yang intens di Liga 2, Liga 3, bahkan level akademi.
PSIS disebut-sebut tengah membidik beberapa talenta potensial dan pemain lokal yang punya semangat juang tinggi.
Loyalis Sedih, Tapi Optimis
Meski banyak fans berat PSIS menyayangkan kepergian nama-nama besar, mereka tak menolak langkah berani ini.
Di media sosial, muncul banyak pesan perpisahan emosional untuk para pemain yang hengkang, khususnya kepada sang kapten, Septian David.
Namun tak sedikit pula yang mengapresiasi sikap profesional manajemen dalam menyelesaikan hak-hak pemain secara penuh.
“Sedih lihat David keluar, tapi ini mungkin saatnya kita bangun dari nol dengan semangat baru. PSIS harus segera balik ke Liga 1!” tulis salah satu pendukung fanatik lewat akun X.
PSIS Semarang Siap Bangkit dari Abu
Langkah tegas manajemen PSIS Semarang dalam merombak skuad menunjukkan komitmen kuat untuk kembali kompetitif.
Melepas 16 pemain bukan sekadar aksi panik pasca-degradasi, tetapi bagian dari strategi restart besar-besaran.
Kini, semua mata akan tertuju ke langkah selanjutnya: siapa pengganti mereka? Dan mampukah Mahesa Jenar bangkit dari titik nadir?
Satu yang pasti, Liga 2 musim depan akan menjadi ajang pembuktian. PSIS tak hanya dituntut bangkit, tapi juga membuktikan diri layak kembali berdiri sejajar di panggung tertinggi sepak bola Indonesia.