JEPARA – Persijap Jepara menutup Liga 2 musim 2024/2025 dengan happy ending.
Tak hanya sukses merebut tiket promosi Liga 1 musim depan, Laskar Kalinyamat -julukan Persijap- juga sukses mendapat predikat juara III serta dikukuhkan sebagai tim paling fair play di Liga 2 musim ini.
Tim besutan Widodo C. Putro itu, tercatat hanya mengoleksi 39 kartu kuning dan dua kartu merah sejak dimulai dari babak pendahuluan hingga akhirnya lolos ke babak play off promosi.
Koleksi kartu tersebut, jadi yang terendah di antara tim-tim lain yang berkompetisi di Liga 2 sepanjang musim ini.
Dengan begitu, Persijap menyabet dua penghargaan sekaligus pada musim ini. Sebagai tim ter-far play sekaligus juara III.
Setelah PSIM Jogjakarta yang meraih juara I dan Bhayangkara FC sebagai runner up.
Raihan juara III itu, membuat Persijap berhak mendapat hadiah uang tunai Rp 300 juta.
Presiden Persijap M. Iqbal Hidayat mengakui, untuk bisa membawa Persijap kembali berkompetisi di kasta teratas Liga Indonesia tak mudah.
Tehitung sejak 2019, dia meramu tim Persijap, akhirnya baru bisa memastikan diri promosi ke Liga 1 musim ini.
”Ini perjuangan yang tidak baru. Kami berjuang di sini sejak 2019. Dari Liga 3 dan kami selalu pakai cara yang organik. Bukan pakai cara yang instan,” ungkap Iqbal.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak.
Mulai dari para pemain, pelatih, manajemen, staf, panitia pelaksana, hingga ownership. (rom/lin)
Editor : Ali Mustofa