RADAR KUDUS - Persipa Pati akan tetap menyelesaikan satu pertandingan tersisa di babak playoff degradasi Liga 2 musim ini, meskipun hasilnya sudah tidak berpengaruh terhadap nasib mereka di kompetisi tersebut.
Laskar Saridin harus mengakhiri musim dengan kepastian terdegradasi ke Liga 3, bersama lawannya di laga pamungkas, Rans Nusantara FC.
Laga terakhir ini dijadwalkan berlangsung pada 25 Februari di Stadion Soeropati, Pasuruan, Jawa Timur.
Meski sudah tak lagi menentukan, manajemen Persipa menegaskan bahwa tim akan tetap bermain secara profesional hingga akhir musim.
Tetap Profesional Hingga Laga Terakhir
Karteker Pelatih Kepala Persipa Pati, Sasi Kirono, menyerahkan keputusan kepada manajemen terkait langkah yang akan diambil dalam laga terakhir ini.
Namun, ia menekankan bahwa tim harus tetap menyelesaikan pertandingan sesuai dengan tanggung jawab mereka sebagai peserta kompetisi resmi.
Sementara itu, General Manager Persipa Pati, Dian Dwi Budianto, menegaskan bahwa klub tetap akan menyelesaikan kewajibannya di Liga 2 dengan memainkan laga terakhir ini.
“Kami akan menyelesaikan sisa satu pertandingan yang harus dilakukan Persipa Pati. Ini adalah bentuk profesionalisme kami sebagai bagian dari sepak bola Indonesia,” ungkap Dian.
Dian juga menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter serta masyarakat Kabupaten Pati atas hasil buruk yang diraih Persipa musim ini.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas kegagalan mempertahankan Persipa di Liga 2. Terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya selama empat musim menjadi manajer tim ini.
Sekali lagi, saya mohon maaf,” ujarnya dengan nada penuh penyesalan.
Perjalanan Persipa di Liga 2: Sejarah yang Terukir Singkat
Keikutsertaan Persipa di Liga 2 merupakan sejarah tersendiri bagi sepak bola di Kota Mina Tani.
Ini adalah pertama kalinya mereka merasakan persaingan di kasta kedua sepak bola nasional setelah sebelumnya berjuang di Liga 3.
Namun, masa-masa indah itu harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Setelah tiga musim bertahan di Liga 2, Persipa harus kembali turun kasta.
Hal ini tentu menjadi pukulan berat bagi tim, suporter, dan seluruh elemen yang mencintai klub ini.
Banyak pendukung yang merasa kecewa dengan hasil buruk musim ini. Namun, tidak sedikit pula yang tetap bangga dengan perjuangan Persipa yang mampu membawa nama Pati ke level sepak bola nasional.
Masa Depan Persipa: Bangkit dari Liga 3
Terdegradasinya Persipa ke Liga 3 tentu menjadi tantangan besar bagi klub. Mereka harus segera berbenah dan merancang strategi terbaik agar bisa kembali bersaing di kasta yang lebih tinggi.
Beberapa aspek yang perlu dibenahi antara lain struktur manajemen, pembinaan pemain, serta peningkatan performa tim secara keseluruhan.
Kini, harapan tertuju pada bagaimana Persipa bisa bangkit dan kembali mencetak prestasi di musim-musim mendatang.
Apakah mereka mampu kembali ke Liga 2 dalam waktu singkat? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Namun satu hal yang pasti, Laskar Saridin tetap memiliki pendukung setia yang selalu mendukung mereka, apa pun kondisinya.(aua)
Editor : Mahendra Aditya