Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Meski Tak Lolos 8 Besar Liga 2, Persipa Pati Bersiap Jalani Laga Playoff Laga Hidup Mati

Achmad Ulil Albab • Rabu, 18 Desember 2024 | 02:50 WIB

 

BERSIAP: Gelandang serang Persipa Pati berkebangsaan Kolombia Mateo Palacios melakukan pemanasan.
BERSIAP: Gelandang serang Persipa Pati berkebangsaan Kolombia Mateo Palacios melakukan pemanasan.

PATI – Tim Persipa Pati dipastikan tidak bisa melaju ke babak 8 besar Liga 2 musim ini.

Laskar Saridin bakal kembali melakoni laga “hidup-mati” pada babak playoff degradasi. Ini untuk tetap bertahan di Liga 2 musim depan.

Kenyataan pahit itu didapat usai Persipa takluk atas tuan rumah PSIM Jogja (15/12) kemarin di Stadion Mandala Krida.

Dalam pertandingan sengit di tengah guyuran hujan itu, Laskar Saridin takluk 1 – 0 dari Laskar Mataram.

Kekalahan itu membuat asa Persipa merangsek ke posisi 3 besar grup 2 pupus sudah.

Pelatih Persipa Pati Bambang Nurdiansyah mengaku sudah menyiapkan rencana untuk babak playoff degradasi.

Salah satunya dengan menambah amunisi baru. Pelatih yang akrab disapa Banur itu targetnya harus membawa Persipa tetap bertahan di Liga 2.

“Playoff kita sudah menambah empat pemain salah satunya di posisi striker. Di playoff harapannya kita tetap bertahan (di Liga 2),” ungkap pelatih berlisensi AFC Pro ini.

Seperti diketahui saat ini pemain yang berposisi sebagai striker yang sudah resmi dikontrak adalah Silvio Escobar, seorang pemain naturalisasi asal Paraguay.

Selain itu Banur juga “menambal” setiap lini tim asuhannya, hal itu terlihat dengan penambahan pemain di posisi bek tengah yang diisi M Sabillah.

Pada posisi gelandang yang diisi Kenta Hara, sedangkan bek sayap yang diisi oleh Dhanu Syahputra.  

Banur sendiri sejak awal memang mengeluhkan lini depan, karena itu di jeda transfer pemain dirinya menginginkan adanya striker baru yang diharapkan lebih tajam.

Sementara itu terkait evaluasi usai pertandingan melawan PSIM Jogja, Banur menilai yang menjadi persoalan adalah timnya sedikit lengah di awal pertandingan.

“Terlalu cepat kemasukan, kita sulit membalasnya. Kalau secara permainan kita tidak kalah. Memang agak lengah di awal, selain itu PSIM juga main aman. Hanya sesekali melancarkan serangan,” papar Banur. (aua)

Editor : Ali Mustofa
#Persipa Pati #laskar saridin #liga #psim jogja