JEPARA – Skuad Persijap Jepara akan bertolak ke Jogjakarta hari ini (1/10).
Skuad dalam kondisi fit. Kecuali sang kiper, Sendri Johansyah yang tengah dalam masa pemulihan pascacedera.
Meski demikian, tim pelatih akan tetap membawa pemain yang musim lalu membela PSIM Jogjakarta tersebut untuk ikut berangkat ke Jogjakarta.
Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini akan bertandang ke Stadion Mandala Krida Jogjakarta untuk melakoni laga lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2024/2025 melawan PSIM Jogjakarta.
Untuk menghadapi tim berjuluk Laskar Mataram, ada 22 pemain Laskar Kalinyamat yang dibawa ke Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).
Itu diungkapkan Head Coach Persijap Jepara Kahudi Wahyu Widodo kemarin.
”Kami berangkat besok pagi (hari ini, Red) pukul 07.00 WIB. Biasa, kami bawa 22 pemain,” kata Kahudi.
Kahudi menegaskan, dalam membentuk tim ia memang menciptakan sebuah persaingan untuk bisa tampil dalam skuad utama. Baik itu di posisi kiper maupun posisi lainnya.
”Sehingga ketika ada satu pemain yang ini, sama. Tidak mempengaruhi tim,” tegas Kahudi.
Diketahui, PSIM Jogja memang bisa jadi saingan berat bagi Persijap Jepara di grup 2 Liga 2 musim ini.
Pasalnya, tim berjuluk Laskar Mataram itu telah mengantongi 6 poin dari 3 laga yang telah dijalani.
Hasil itu membuat Laskar Mataram menempel laju Persijap dalam perebutan peringkat atas klasemen sementara grup 2.
Saat ini, Laskar Kalinyamat masih bertengger di peringkat pertama klasemen sementara grup 2 dengan raihan 8 poin.
Hanya selisih 2 poin dari PSIM Jogja. Tambahan poin dari Mandala Krida akan sangat penting bagi Persijap agar bisa tetap mengamankan peringkat atas klasemen sementara grup 2.
Di sisi lain, PSIM Jogjakarta saat ini dilatih sosok yang tak asing bagi Kahudi, yaitu Seto Nurdiantoro.
Keduanya sempat bersama dalam membela 2 tim yang sama pula. Yaitu pernah sama-sama membela PSS Sleman dan Persiba Bantul. Bagi Kahudi, pertandingan lawan PSIM ini akan jadi momen yang menurutnya baik.
“Kita tahu Coach Seto sudah malang melintang di sepakbola Jogja. Lah saya lebih banyak di luar. Lah ini saatnya saya belajar sama beliau bagaimana cara sepak bola yang baik,” kelakar pelatih kelahiran Madiun tersebut. (rom/war)
Editor : Ali Mustofa