Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Peter Gontha: Apakah Anda tidak Malu Lihat PSSI 9 Pemainnya dari Bangsa Asing yang Dinaturalisasi? (Saya malu)

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 13 September 2024 | 03:09 WIB
postingan instagram peter gontha
postingan instagram peter gontha

RADAR KUDUS - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter Gontha, kembali menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait langkah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang semakin banyak menaturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Gontha mengaku kecewa dan merasa langkah ini merendahkan martabat bangsa. Berikut beberapa poin penting dari kritik yang disampaikan oleh Peter Gontha:

Kritik Terhadap Banyaknya Pemain Naturalisasi di Timnas

Peter Gontha secara terbuka menyatakan perasaannya yang "malu" karena Timnas Indonesia kini sebagian besar didukung oleh pemain naturalisasi.

Dalam unggahannya di Instagram, ia mengambil langkah PSSI yang menurutnya lebih fokus membimbing pemain keturunan dibandingkan membina pemain lokal sejak usia dini.

Pada pertandingan pertandingan Australia pada 10 September 2024, sembilan dari sebelas pemain yang menjadi starter adalah pemain naturalisasi. Hanya Marselino Ferdinan dan Rizky Ridho yang merupakan pemain lokal.

Akan nasional menggambarkan apakah langkah ini mewakili kebesaran bangsa, karena menurutnya mengandalkan pemain asing tidak sesuai dengan prinsip kebanggaan.

Kekhawatiran Naturalisasi Hanya Sementara

Salah satu kritik utama Gontha adalah bahwa pemain naturalisasi hanya sementara menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Ia menyebutkan bahwa banyak dari mereka yang memiliki dua paspor dan kemungkinan akan membuang status WNI mereka setelah selesai bermain untuk Timnas Indonesia.

Menurut Gontha, hal ini tidak memberikan manfaat jangka panjang bagi sepak bola Indonesia, dan pemain-pemain tersebut tidak sepenuhnya terikat pada masa depan bangsa.

Gontha juga merasa bahwa para pemain ini mungkin tidak akan rela melepaskan izin sosial dari negara asal mereka, sehingga naturalisasi hanya menjadi solusi jangka pendek.

Solusi Jangka Panjang: Pembinaan Pemain Muda

Dalam kritiknya, Peter Gontha menekankan pentingnya pelatihan pemain lokal sejak usia muda sebagai solusi jangka panjang.

Ia merasa bahwa lebih baik Timnas Indonesia kalah dengan terhormat menggunakan pemain lokal daripada meraih kemenangan dengan mayoritas pemain asing, yang menurutnya memperkuat martabat bangsa.

Akan diumumkan bahwa pelatihan dari usia sekolah dasar hingga dewasa adalah langkah terbaik untuk memastikan masa depan sepak bola Indonesia yang mandiri dan berbayar.

Penghargaan Terhadap PSSI di Bawah Kepemimpinan Erick Thohir

Meski kritiknya keras, Peter Gontha juga memberikan apresiasi kepada PSSI, khususnya kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Gontha mengakui bahwa Timnas Indonesia mulai diperhitungkan di Asia setelah berbagai terobosan yang dilakukan oleh Erick Thohir.

Di bawah kepemimpinannya, Timnas Indonesia berhasil menembus fase gugur Piala Asia 2023 dan tampil impresif di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Perkembangan ini membuat Indonesia semakin dekat untuk bersaing di level Asia dan bahkan lolos ke Piala Dunia 2026 jika terus mempertahankan performa yang baik.

Performa Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Peter Gontha tidak memungkiri bahwa pencapaian Timnas Indonesia dalam beberapa pertandingan terakhir patut dibanggakan.

Timnas Indonesia berhasil menahan imbang dua tim langganan Piala Dunia, Arab Saudi (1-1) dan Australia (0-0), dalam babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Gontha mengakui bahwa Timnas Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong.

Selanjutnya Indonesia akan menghadapi Bahrain dan China pada bulan Oktober 2024.

Jika berhasil memenangkan kedua laga ini, peluang Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 akan semakin terbuka lebar.

Dilema Antara Martabat Bangsa dan Prestasi

Pernyataan Peter Gontha menggambarkan dilema yang dihadapi PSSI dan masyarakat Indonesia.

Di satu sisi, naturalisasi pemain keturunan mampu meningkatkan performa tim dan memberikan hasil yang baik di kancah internasional.

Namun, di sisi lain, ada pertanyaan tentang kebanggaan nasional dan masa depan sepak bola Indonesia yang mandiri.

Akan ditekankan bahwa kemenangan yang diraih dengan cara yang dianggap “merendahkan” martabat bangsa mungkin tidak sebanding dengan hilangnya jati diri bangsa.

Kesimpulan

Pernyataan Peter Gontha tentang naturalisasi pemain di Timnas Indonesia telah memicu kejadian mengenai masa depan sepak bola Indonesia.

Meski memberikan apresiasi atas kemajuan yang dicapai, Gontha merasa langkah naturalisasi hanya solusi sementara yang tidak mencerminkan kebanggaan bangsa.

Menurutnya, melatih pemain lokal sejak usia dini adalah kunci untuk mencapai prestasi yang berkelanjutan dan berkelanjutan.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#timnas indonesia #Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia #peter gontha #naturalisasi