RADAR KUDUS - Setelah proses negosiasi yang panjang dan penuh tantangan, penggemar sepak bola di Indonesia akhirnya dapat bernapas lega.
Serie A, salah satu liga sepak bola terkemuka di dunia, akan segera tayang di Indonesia, mengakhiri ketidakpastian yang telah menghantui tifosi selama beberapa waktu.
Hak Siar Serie A di Indonesia
Selama enam tahun terakhir, penggemar Serie A di Indonesia dapat menyaksikan pertandingan liga Italia melalui berbagai platform yang bekerja sama dengan beIN Sports, termasuk Vidio, yang menyediakan akses ke saluran linear beIN Sports.
Namun, dengan adanya negosiasi yang berjalan alot, para tifosi harus melewatkan sejumlah laga menarik, seperti Genoa melawan Inter Milan dan AC Milan melawan Torino, yang berlangsung pada akhir pekan lalu.
Negosiasi hak siar antara Infront, distributor resmi hak siar Serie A, dan berbagai broadcaster di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, telah mengalami sejumlah hambatan.
Salah satu faktor utama yang memperumit proses negosiasi adalah keinginan Infront untuk menjual hak siar secara terpisah di setiap negara, terutama di pasar yang menjanjikan seperti Indonesia.
Negara ini dikenal memiliki basis penggemar Serie A terbesar di Asia Tenggara untuk klub-klub besar Italia seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, AS Roma, Lazio, dan Fiorentina.
Skema Penjualan Hak Siar untuk Musim 2024-2027
Situasi ini semakin rumit dengan skema penjualan hak siar yang diterapkan untuk siklus musim 2024-2027.
Dalam artikel yang diterbitkan pada 20 Februari 2024 di laman resminya, Infront mengonfirmasi bahwa mereka telah menandatangani kontrak untuk memasarkan hak siar Serie A di 36 negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, hingga 2027.
Namun, berbeda dari periode sebelumnya, kali ini hak siar Serie A dijual dalam satu paket bersama Coppa Italia dan Supercoppa Italiana, skema yang diyakini menjadi salah satu penyebab rumitnya proses negosiasi.
Perkembangan Terbaru: MNC Group dan beIN Sports
Di sisi lain, MNC Group, salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia, dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Infront untuk memperoleh hak siar penuh untuk Serie A, Coppa Italia, dan Supercoppa Italiana untuk siklus musim 2024-2027.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak MNC ataupun beIN Sports Indonesia terkait mengenai perkembangan negosiasi ini.
Di tengah ketidakpastian tersebut, beIN Sports Indonesia juga dilaporkan sedang dalam proses untuk menyusul langkah yang telah diambil oleh beIN Sports di Australia dan Selandia Baru.
Informasi terbaru mengindikasikan bahwa jadwal pertandingan AC Milan melawan Lazio pada Minggu, 1 September 2024 pukul 01.45 WIB akan mulai disiarkan langsung melalui aplikasi beIN Sports Connect di Indonesia.
Harapan dari Vidio
Menariknya, di laman resmi dan aplikasi Vidio, sudah tersedia daftar Serie A yang dimasukkan ke dalam paket langganannya.
Meskipun tidak ada logo Serie A yang dipasang, hal ini memberikan secercah harapan bagi para tifosi untuk dapat menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding.
Tak hanya itu, beIN Sports Connect Juga telah memasang tanggal peluncuran Serie A Full Impact di Video yang di jadwalkan Jumat, 30 Agustus 2024 di laman Vidio.
Dengan demikian, penantian panjang para tifosi Serie A di Indonesia tampaknya akan segera terbayar, mengingat semakin dekatnya penayangan pertandingan langsung yang sangat dinantikan.
Kekecewaan Tifosi Serie A
Sebelumnya, para pecinta Liga Italia atau biasa disebut tifosi Serie A mengaku kecewa lantaran Indonesia tidak mendapatkan Hak siar untuk Serie A.
Permasalahan ini muncul lantaran keinginan Infront untuk menjual hak siar secara terpisah di setiap negara, terutama di wilayah dengan pasar yang menjanjikan seperti Indonesia.
Permasalahan ini semakin menjadi sorotan setelah Carlo Garganese, seorang jurnalis sepak bola terkemuka asal Italia, mengungkapkan kritik tajamnya melalui akun media sosial X.
Dalam cuitannya, Garganese menyoroti ketidakmampuan Infront, perusahaan yang ditunjuk sebagai agen pemasaran oleh operator liga, dalam menjual hak siar Serie A ke berbagai negara.
Ia menilai, hingga dua hari menjelang kick-off musim baru, Serie A masih belum memiliki kepastian mengenai hak siar di beberapa pasar besar, termasuk Indonesia dan Australia.
"48 jam menuju dimulainya musim baru, Serie A masih belum memiliki hak siar TV di beberapa pasar BESAR," ujar Garganese melalui akun X-nya, @carlogarganese, pada Kamis, 15 Agustus 2024.L
Diketahui, Indonesia dengan populasi sekitar 275 juta jiwa menjadi salah satu negara yang hingga kini belum mencapai kesepakatan.
Selain itu, Australia, yang dikenal memiliki banyak penduduk keturunan Italia, juga masih berada dalam ketidakpastian.
Di beberapa negara, hak siar memang sudah diperoleh oleh media lokal, namun akses untuk menonton pertandingan sangat terbatas, atau jumlah pertandingan yang ditayangkan sangat sedikit.
Hal ini semakin memperburuk situasi, mengingat banyak penggemar yang berharap dapat menyaksikan seluruh pertandingan Serie A secara penuh.
Garganese juga menyoroti sikap Lega Serie A dan Infront yang tampak lebih fokus mengejar keuntungan dari pasar hak siar Amerika Serikat, sementara pasar besar lainnya, seperti Asia Pasifik, kurang diperhatikan.
Kritik tajam ini diarahkan kepada Anna Guarnerio, International Media Rights Director of Lega Serie A, dan Infront selaku mitra agensi yang dianggap gagal dalam mengelola hak siar liga.
Di sisi lain, menurut laporan yang diterbitkan di situs resmi Infront pada 20 Februari 2024, perusahaan ini telah mencapai kesepakatan untuk menjadi distributor hak siar Serie A di 36 negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, untuk siklus musim 2024-2027.
Kontrak ini mencakup tidak hanya pertandingan Serie A, tetapi juga Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.
Kesepakatan ini berbeda dengan siklus sebelumnya (musim 2021-2024), di mana Infront tidak memiliki hak untuk memasarkan kedua turnamen tersebut.
Selama beberapa tahun terakhir, penayangan Serie A di Indonesia dan beberapa negara Asia Pasifik lainnya dilakukan oleh beIN Sports, saluran olahraga premium asal Qatar.
BeIN Sports menayangkan pertandingan melalui platform over the top (OTT) mereka sendiri, serta mendistribusikannya ke berbagai mitra lokal, termasuk Vidio, IndiHome TV (yang kontraknya berakhir pada Juli 2024), dan MNC Vision Networks (hingga November 2022).
Bahkan, RCTI yang pertama kali memperkenalkan Serie A di Indonesia juga sempat memperoleh sublisensi dari beIN Sports untuk menayangkan pertandingan melalui platform free to air (FTA) pada musim 2019-2022.
Namun, hingga saat ini, proses negosiasi hak siar di Indonesia masih belum mencapai titik terang.
Rumor menyebutkan bahwa salah satu grup media besar di Indonesia sedang berupaya untuk mendapatkan hak siar Serie A secara penuh, yang memungkinkan mereka memonetisasi penayangan di seluruh platform, termasuk free to air (FTA), direct to home (DTH), IPTV, dan OTT.
Di sisi lain, beIN Sports yang sebelumnya menjadi pemegang hak siar tampaknya tidak akan menyerah begitu saja.
Mereka dikabarkan kembali melakukan penawaran (bidding) untuk mempertahankan hak siar Serie A di sejumlah negara Asia Pasifik, demi menjaga pangsa pasar yang telah mereka bangun selama ini.
Selain itu, beIN Sports juga telah memperpanjang kontraknya dengan operator La Liga hingga musim 2026-2027, serta mengamankan hak siar untuk UEFA Club Competitions (Liga Champions, Europa League, Conference League, dan UEFA Super Cup) untuk siklus musim 2024-2027 di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Dengan dimulainya musim Serie A yang tinggal hitungan jam, tifosi di Indonesia hanya bisa berharap agar ada kejelasan mengenai hak siar dalam waktu dekat.
Keterlambatan dalam penyelesaian negosiasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka harus melewatkan pertandingan-pertandingan awal musim, yang tentu saja akan menjadi kekecewaan besar bagi para penggemar sepak bola di tanah air.
Permasalahan Hak Siar Bukan Pertama Kali
Sebelumnya Serie A juga pernah mengalami sedikit masalah dengan broadcaster lain.
Pada Tahun Lalu DAZN dan Sky Italia juga berniat membeli hak siar Serie A dan melalui negosisasi yang juga cukup alot kala itu.
Setelah empat bulan penuh dengan negosiasi intens, akhirnya tawaran bersama dari DAZN dan Sky Italia untuk hak siar domestik Serie A mendapat persetujuan dari mayoritas klub.
Sebanyak 17 dari 20 klub liga menyetujui kesepakatan yang dilaporkan bernilai gabungan $4,77 miliar (€450 miliar) dan akan mencakup lima musim, mulai dari 2024-25 hingga 2028-29.
Kesepakatan ini datang di tengah tekanan yang semakin besar pada Lega Serie A, terutama dengan musim baru.
Tekad DAZN dan Sky Italia untuk terus melakukan negosiasi hingga menit-menit terakhir terbukti membuahkan hasil.
Dalam kesepakatan ini, DAZN muncul sebagai pemain utama dengan menawarkan pendapatan minimum $744 juta (€700 juta) per musim untuk kompetisi sepak bola teratas Italia, sementara Sky Italia akan menyumbang tambahan €200 juta ($213 juta) per musim dalam lima musim tersebut.
Nantinya, pemirsa di Italia akan dapat menyaksikan tujuh pertandingan Serie A per pekan (266 dari 380 pertandingan liga per musim) melalui DAZN, sedangkan tiga pertandingan lainnya akan disiarkan di Sky Italia, yang secara total mencakup 114 pertandingan per musim.
Namun, meski kesepakatan ini telah mencapai titik final, tidak dapat dipungkiri bahwa ini adalah masa-masa sulit bagi perekonomian sepak bola Italia.
Dalam konteks ekonomi yang stagnan dan mengalami deflasi, nilai kesepakatan baru ini justru menunjukkan penurunan pendapatan keseluruhan sebesar 2,95%.
Sebagai perbandingan, kesepakatan hak siar Serie A saat ini (2021-24) dengan DAZN dan Sky Italia bernilai $975 juta per musim, atau $28 juta lebih tinggi dibandingkan perjanjian yang baru saja diperbarui.
Hal ini membuat pemilik Napoli, Aurelio De Laurentiis, melontarkan kritik keras dan menyerukan pembatalan kesepakatan tersebut.
“Ini adalah kekalahan total, kesepakatan ini akan menjadi kematian sepak bola Italia,” ujar De Laurentiis dengan tegas dalam sebuah konferensi pers, langsung kepada CEO Serie A, Luigi De Siervo.
Namun, De Siervo memberikan pandangan berbeda.
Ia menyatakan bahwa kesepakatan baru ini berpotensi setara atau bahkan mencapai satu miliar euro per musim jika beberapa tambahan tertentu dimasukkan.
Dengan kesepakatan DAZN, klub juga berhak mendapatkan bagian dari pendapatan tambahan yang belum ditentukan berdasarkan berbagai kriteria kinerja, seperti pertumbuhan pelanggan.
Surat kabar Italia, La Repubblica, melaporkan bahwa klub-klub Serie A akan menerima pembayaran tahunan yang disepakati sebesar $947 juta dalam dua tahun pertama, dengan peningkatan jumlah pada tahun ketiga hingga kelima.
Meski mayoritas klub menyetujui kesepakatan ini, tidak semua klub berada di pihak yang sama.
Tiga klub Serie A menolak tawaran gabungan dari DAZN dan Sky Italia, dan malah mendukung ide untuk meluncurkan model bisnis langsung ke konsumen (DTC) di mana Lega Serie A akan menyiarkan semua pertandingan.
Ide ini muncul setelah keputusan liga pada tahun 2021 untuk membangun pusat penyiaran sendiri (IBC) yang terletak sekitar 15 mil dari stadion utama Milan, Stadio San Siro.
Di sisi lain, ketua Torino, Urbano Cairo, menyatakan bahwa keputusan Lega Serie A untuk menerima tawaran yang telah direvisi merupakan langkah yang tepat meskipun angka yang ditawarkan berada di bawah ekspektasi awal dan di bawah kontrak saat ini.
“Membuat saluran TV Serie A sekarang... berarti menambah risiko lebih lanjut pada bisnis (yang sudah) berisiko seperti sepak bola,” ujar Cairo, yang juga pemilik Cairo Communication, sebuah perusahaan media.
Saat Ini Serie A juga mengalami kendala perihal hak siar di sebagian besar negara Asia Pasifik.
Sebelumnya Australia dan Selandia Baru telah mendapat kabar bahagia, pasalnya pada menit-menit terakhir sebelum kompetisi bergulir, beIN Sports, platform media olahraga premium asal Qatar, berhasil mengamankan hak siar untuk kedua negara tersebut.
Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan di akun media sosial resmi beIN Sports Australia pada Sabtu, 18 Agustus 2024.
Ini menjadi kabar menggembirakan bagi penduduk di kedua negara, terutama Australia yang dikenal memiliki populasi besar keturunan Italia.
Di sisi lain, MNC Group, salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia, dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Infront untuk memperoleh hak siar penuh Serie A beserta Coppa Italia dan Supercoppa Italiana untuk siklus musim 2024-2027.
Namun, informasi ini masih belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait. (ury)
Editor : Abdul Rokhim