Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jay Idzes Bukan Pemain Pertama Asal Indonesia yang Bermain di Serie A, Emang iya? Ini penjelasannya

Zakarias Fariury • Selasa, 27 Agustus 2024 | 17:03 WIB
Jay Idzes Ketika Membela Timnas Indonesia.
Jay Idzes Ketika Membela Timnas Indonesia.

RADAR KUDUS - Nama Jay Idzes kini tengah menjadi pusat perhatian setelah berhasil mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di Serie A.

Prestasi ini diraih saat bek berusia 24 tahun tersebut turun membela Venezia FC dalam pertandingan melawan Fiorentina di Stadion Artemio Franchi pada Minggu, 25 Agustus 2024.

Dalam laga yang berakhir imbang 0-0 tersebut, Jay tampil sebagai starter dan bermain selama 68 menit, menunjukkan kemampuan solid di lini belakang Venezia.

Namun, pencapaian Jay Idzes ini memunculkan pertanyaan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia.

Apakah benar ia adalah pemain Indonesia pertama yang merumput di Serie A?

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Jay Idzes Ketika Mengukir Sejarah di Serie A

Sebab, banyak yang masih mengingat nama Kurniawan Dwi Yulianto, yang sempat bermain untuk Sampdoria pada tahun 1993.

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melihat kembali perjalanan Kurniawan dan membandingkannya dengan capaian Jay Idzes.

Kurniawan Dwi Yulianto, yang kini dikenal sebagai salah satu legenda sepak bola Indonesia, memperkuat Sampdoria melalui program PSSI Primavera pada tahun 1993.

Ia masuk bersama dengan beberapa pemain Indonesia lainnya, seperti Kurnia Sandy, Bima Sakti, dan Aples Tecuari.

Pada saat itu, Kurniawan masih berusia 17 tahun dan ditempatkan di tim U-23 Sampdoria, di mana ia berlatih bersama pemain-pemain yang lebih berpengalaman.

Selama di Sampdoria, perkembangan Kurniawan cukup pesat.

Ia bahkan sempat diboyong ke Asia untuk mengikuti tur pramusim bersama tim senior Sampdoria, yang saat itu diperkuat oleh bintang-bintang sepak bola dunia seperti Walter Zenga, Sinisa Mihajlovic, Roberto Mancini, dan Ruud Gullit.

Namun, meskipun Kurniawan sempat merasakan atmosfer tim utama, ia tidak pernah tercatat sebagai bagian dari skuad Sampdoria yang bermain di Serie A.

Pada musim 1994/95, Kurniawan akhirnya hijrah ke FC Luzern, sebuah klub di Swiss, di mana ia mencetak tiga gol dalam 12 penampilan di liga kasta teratas Swiss.

Hingga saat ini, Kurniawan tetap menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang pernah mencetak gol di liga utama Eropa.

Di sisi lain, Kurnia Sandy, rekan setim Kurniawan di PSSI Primavera, juga hampir mencatat sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain di Serie A.

Pada musim 1996/97, ia tercatat sebagai kiper keempat Sampdoria di bawah asuhan pelatih Sven-Goran Eriksson.

Momen yang hampir membawa Kurnia Sandy ke lapangan Serie A terjadi saat Sampdoria bersiap menghadapi AS Roma pada 16 Februari 1997.

Dengan absennya kiper utama, Fabrizio Ferron, karena skorsing, ada spekulasi bahwa Kurnia Sandy akan masuk dalam line-up sebagai kiper cadangan.

Namun, harapan itu pupus karena masalah administrasi—dokumen International Transfer Certificate (ITC) Kurnia Sandy belum tuntas, sehingga ia tidak bisa masuk daftar pemain.

Posisi kiper cadangan akhirnya diisi oleh Alessandro Giovinazzo, penjaga gawang dari tim Primavera Sampdoria.

Kisah-kisah ini menyoroti bagaimana Kurniawan dan Kurnia Sandy nyaris mencatat sejarah di Serie A, tetapi pada akhirnya, Jay Idzes yang berhasil mengukir namanya sebagai pemain Indonesia pertama yang benar-benar tampil di kompetisi tertinggi sepak bola Italia.

Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, terutama karena Jay bermain di klub yang bukan dimiliki oleh pengusaha Indonesia, menunjukkan bahwa dirinya layak bersaing di liga kelas dunia.

Jay Idzes kini membuka jalan bagi pemain-pemain Indonesia lainnya untuk merintis karier di Eropa, khususnya di liga-liga besar seperti Serie A.

Tentu saja, kesuksesan Jay di Venezia FC tidak hanya diharapkan menjadi sebuah momen bersejarah, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan panjang dan sukses di dunia sepak bola internasional.

Dengan debutnya di Serie A, Jay Idzes telah menempatkan dirinya dalam catatan sejarah sepak bola Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda yang bermimpi mengikuti jejaknya.

Kini, perhatian para penggemar sepak bola tertuju pada penampilan berikutnya, saat Venezia FC dijadwalkan bertanding melawan Torino pada Jumat, 30 Agustus 2024.

Akankah Jay kembali tampil dan menunjukkan kualitasnya di panggung sepak bola Eropa? Semua mata kini tertuju padanya. (ury)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#jay idzes #jay idzes di serie a #jadwal serie A #klasemen serie a #serie a #statistik serie a #siaran serie a