Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sebelum di Indonesia, Hak Siar Serie A Juga Pernah Bermasalah, Kok Bisa?

Zakarias Fariury • Selasa, 20 Agustus 2024 | 17:11 WIB
AFP via Getty Image
AFP via Getty Image

RADAR KUDUS - Sebelum Muncul Polemik 'kegagalan' Serie A menjual hak siarnya di berbagai negara Asia Pasifik, yang juga berimbas ke indonesia, sehingga sampai bulan Agustus ini Liga sudah bergulir tapi hampir 90% Pecinta Serie A di Asia masih belum bisa menyaksikan klub kesayangan mereka secara legal.

Sebelumnya Serie A juga pernah mengalami sedikit masalah dengan broadcaster lain. Pada Tahun Lalu DAZN dan Sky Italia juga berniat membeli hak siar Serie A dan melalui negosisasi yang juga cukup alot kala itu.

Setelah empat bulan penuh dengan negosiasi intens, akhirnya tawaran bersama dari DAZN dan Sky Italia untuk hak siar domestik Serie A mendapat persetujuan dari mayoritas klub.

Sebanyak 17 dari 20 klub liga menyetujui kesepakatan yang dilaporkan bernilai gabungan $4,77 miliar (€450 miliar) dan akan mencakup lima musim, mulai dari 2024-25 hingga 2028-29.

Kesepakatan ini datang di tengah tekanan yang semakin besar pada Lega Serie A, terutama dengan musim baru.

Tekad DAZN dan Sky Italia untuk terus melakukan negosiasi hingga menit-menit terakhir terbukti membuahkan hasil.

Dalam kesepakatan ini, DAZN muncul sebagai pemain utama dengan menawarkan pendapatan minimum $744 juta (€700 juta) per musim untuk kompetisi sepak bola teratas Italia, sementara Sky Italia akan menyumbang tambahan €200 juta ($213 juta) per musim dalam lima musim tersebut.

Nantinya, pemirsa di Italia akan dapat menyaksikan tujuh pertandingan Serie A per pekan (266 dari 380 pertandingan liga per musim) melalui DAZN, sedangkan tiga pertandingan lainnya akan disiarkan di Sky Italia, yang secara total mencakup 114 pertandingan per musim.

Namun, meski kesepakatan ini telah mencapai titik final, tidak dapat dipungkiri bahwa ini adalah masa-masa sulit bagi perekonomian sepak bola Italia.

Dalam konteks ekonomi yang stagnan dan mengalami deflasi, nilai kesepakatan baru ini justru menunjukkan penurunan pendapatan keseluruhan sebesar 2,95%.

Sebagai perbandingan, kesepakatan hak siar Serie A saat ini (2021-24) dengan DAZN dan Sky Italia bernilai $975 juta per musim, atau $28 juta lebih tinggi dibandingkan perjanjian yang baru saja diperbarui.

Hal ini membuat pemilik Napoli, Aurelio De Laurentiis, melontarkan kritik keras dan menyerukan pembatalan kesepakatan tersebut.

“Ini adalah kekalahan total, kesepakatan ini akan menjadi kematian sepak bola Italia,” ujar De Laurentiis dengan tegas dalam sebuah konferensi pers, langsung kepada CEO Serie A, Luigi De Siervo.

Namun, De Siervo memberikan pandangan berbeda. Ia menyatakan bahwa kesepakatan baru ini berpotensi setara atau bahkan mencapai satu miliar euro per musim jika beberapa tambahan tertentu dimasukkan.

Dengan kesepakatan DAZN, klub juga berhak mendapatkan bagian dari pendapatan tambahan yang belum ditentukan berdasarkan berbagai kriteria kinerja, seperti pertumbuhan pelanggan.

Surat kabar Italia, La Repubblica, melaporkan bahwa klub-klub Serie A akan menerima pembayaran tahunan yang disepakati sebesar $947 juta dalam dua tahun pertama, dengan peningkatan jumlah pada tahun ketiga hingga kelima.

Meski mayoritas klub menyetujui kesepakatan ini, tidak semua klub berada di pihak yang sama.

Tiga klub Serie A menolak tawaran gabungan dari DAZN dan Sky Italia, dan malah mendukung ide untuk meluncurkan model bisnis langsung ke konsumen (DTC) di mana Lega Serie A akan menyiarkan semua pertandingan.

Ide ini muncul setelah keputusan liga pada tahun 2021 untuk membangun pusat penyiaran sendiri (IBC) yang terletak sekitar 15 mil dari stadion utama Milan, Stadio San Siro.

Di sisi lain, ketua Torino, Urbano Cairo, menyatakan bahwa keputusan Lega Serie A untuk menerima tawaran yang telah direvisi merupakan langkah yang tepat meskipun angka yang ditawarkan berada di bawah ekspektasi awal dan di bawah kontrak saat ini.

“Membuat saluran TV Serie A sekarang... berarti menambah risiko lebih lanjut pada bisnis (yang sudah) berisiko seperti sepak bola,” ujar Cairo, yang juga pemilik Cairo Communication, sebuah perusahaan media.

Saat Ini Serie A juga mengalami kendala perihal hak siar di sebagian besar negara Asia Pasifik. sebelumnya Australia dan Selandia Baru telah mendapat kabar bahagia, pasalnya pada menit-menit terakhir sebelum kompetisi bergulir, beIN Sports, platform media olahraga premium asal Qatar, berhasil mengamankan hak siar untuk kedua negara tersebut.

Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan di akun media sosial resmi beIN Sports Australia pada Sabtu, 18 Agustus 2024.

Ini menjadi kabar menggembirakan bagi penduduk di kedua negara, terutama Australia yang dikenal memiliki populasi besar keturunan Italia.

Di sisi lain, MNC Group, salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia, dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Infront untuk memperoleh hak siar penuh Serie A beserta Coppa Italia dan Supercoppa Italiana untuk siklus musim 2024-2027.

Namun, informasi ini masih belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.(ury)

Editor : Abdul Rokhim
#liga italia #Permasalahan hak siar #copa italia #serie a #hak siar serie a