Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Kevin Diks, Pemain Berdarah Indonesia yang Jadi Target Como 1907 Selanjutnya

Zakarias Fariury • Jumat, 9 Agustus 2024 | 17:27 WIB
Kevin Diks, Pemain incaran Como 1907 yang berdarah Indonesia
Kevin Diks, Pemain incaran Como 1907 yang berdarah Indonesia

RADAR KUDUS - Como 1907 musim ini sedang gencar gencarnya menambah amunisi untuk kedalaman skuad.

Banyak pemain bintang yang didatangkan dengan bebas transfer dan harga murah.

Ada juga pemain yang berdarah Indonesia seperti Emil Audero Mulyadi. Kali ini mengincar Kevin Diks, yang juga memiliki darah Indonesia.

Kevin Diks Bakarbessy, lahir di Apeldoorn, Belanda, pada 6 Oktober 1996, adalah pemain sepak bola profesional yang memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Desa Waai, Ambon, Maluku Tengah.

Tinggi badan Kevin mencapai 1,84 meter, menjadikannya sosok bek tangguh yang kini bermain untuk FC Copenhagen.

Ia merupakan putra pasangan Natasja Diks-Bakarbessy dan Bakarbessy, dan memiliki seorang kakak bernama Jamarro Diks, yang juga berkarier sebagai pesepak bola.

Baca Juga: Di Bawah Sentuhan Keluarga Hartono Pemilik PT Djarum, Como 1907 Merangkak Naik Dari Serie D ke Serie A Italia

Baca Juga: Como 1907: Squad Mewah dan Pemain Incaran Musim Panas 2024 di Bawah kepemilikan Djarum Group

Sejak usia dini, Kevin telah dikenalkan pada sepak bola oleh kedua orang tuanya, yang mendorongnya untuk meniti karier profesional.

Hingga kini, ia bermain sebagai bek tengah, namun juga mampu mengisi posisi bek kanan dan kiri.

Prestasinya di kancah sepak bola Eropa menjadikannya salah satu pemain yang diincar untuk dinaturalisasi dan memperkuat Timnas Indonesia.

1. Awal Karier Kevin Diks bersama Vitesse: Langkah Pertama Menuju Panggung Eropa

Kevin Diks memulai perjalanan sepak bolanya di usia dini dengan bergabung di klub lokal VIOS Vaassen pada tahun 2002.

Dua tahun kemudian, ia pindah ke AGOVV Apeldoorn, sebelum akhirnya bergabung dengan akademi Vitesse pada 2005, saat usianya baru menginjak 9 tahun.

Di Vitesse, Diks menampilkan potensi besar sebagai bek muda yang berbakat. Ia menjalani lima musim di tim muda, menunjukkan kemampuan yang menjanjikan di setiap level usia.

Pada Agustus 2014, kerja kerasnya terbayar ketika ia berhasil menembus tim utama Vitesse di Eredivisie, liga utama Belanda.

Debutnya di kompetisi bergengsi ini menunjukkan betapa besar potensi yang dimilikinya, hingga ia mulai mendapat kepercayaan untuk mengawal lini pertahanan.

Musim pertamanya bersama tim utama Vitesse berjalan cukup sukses, dengan Diks tampil dalam 26 pertandingan di semua kompetisi sebagai bek kanan.

Prestasi ini menjadi awal dari perjalanan karier yang lebih gemilang.

Musim berikutnya, yaitu 2015/2016, Diks semakin menunjukkan konsistensi dengan tampil dalam 33 laga dan mencatatkan 2 gol serta 4 assist.

Penampilan impresifnya bersama Vitesse tidak luput dari perhatian klub-klub besar Eropa.

Pada 2016, salah satu klub ternama Serie A Italia, Fiorentina, merekrutnya setelah melihat statistik mengesankan yang ditorehkannya di Belanda.

Langkah ini menandai babak baru dalam karier Diks, membawa pemain muda berbakat ini ke panggung sepak bola yang lebih besar dan lebih menantang di Eropa.

2. Perjalanan Kevin Diks bersama Fiorentina: Tantangan di Panggung Serie A

Pada Juli 2016, Kevin Diks menandatangani kontrak lima tahun dengan Fiorentina, klub papan atas Serie A Italia.

Nomor punggung 34 yang dikenakannya menjadi simbol awal perjalanan baru di salah satu liga terbaik dunia.

Namun, masa awalnya di Fiorentina tidak berjalan mulus. Sebagai pemain muda berusia 20 tahun, Diks harus menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan kepercayaan dari pelatih Paulo Sousa.

Baca Juga: Alasan Emil Audero Bergabung dengan Como 1907, Langkah Penting dalam Karier

Baca Juga: Peran Pepe Reina di Como 1907: Menyuntikkan Pengalaman dan Mentalitas Juara

Debutnya bersama Fiorentina pada Oktober 2016 hanya berlangsung selama dua menit, sebuah indikasi betapa sulitnya bersaing dengan bek-bek senior yang lebih berpengalaman.

Kesempatan bermain yang minim membuat Diks sulit menunjukkan potensinya.

Hingga Desember 2016, ia hanya memperoleh waktu bermain beberapa menit di lapangan, menunjukkan betapa beratnya persaingan di klub besar seperti Fiorentina.

Akibat kurangnya waktu bermain, Diks dipinjamkan ke beberapa klub lain pada paruh kedua musim 2016/2017.

Peminjaman ini merupakan upaya untuk memberinya lebih banyak waktu bermain dan kesempatan berkembang di lingkungan yang berbeda.

Selama periode ini, Diks harus berpindah-pindah klub dalam upaya menemukan tempat di mana ia bisa lebih sering dimainkan dan mengembangkan kemampuannya lebih jauh.

Akhirnya, setelah menjalani beberapa masa peminjaman dan menghadapi berbagai tantangan, Kevin Diks menyudahi kontraknya dengan Fiorentina pada akhir musim 2020/2021.

Meskipun pengalamannya di Fiorentina dipenuhi dengan kesulitan, periode ini memberikan Diks pelajaran berharga tentang persaingan di level tertinggi sepak bola Eropa dan membantunya tumbuh sebagai pemain yang lebih matang dan berpengalaman.

3. Perjalanan Kevin Diks selama Masa Peminjaman: Mencari Tempat di Eropa

Selama kariernya bersama Fiorentina, Kevin Diks menjalani serangkaian masa peminjaman yang membawanya ke beberapa klub besar di Eropa.

Klub-klub tersebut termasuk Vitesse, Feyenoord, Empoli, dan AGF Aarhus, di mana ia berusaha menemukan kembali performa terbaiknya.

Pada masa peminjamannya ke Feyenoord pada musim 2017/2018, Diks berhasil membawa tim meraih Piala Super Belanda dan Piala KNVB, menunjukkan perannya yang penting di skuad.

Namun, saat dipinjamkan ke Empoli pada 2018/2019, Diks mengalami masa-masa sulit, termasuk cedera yang membatasi penampilannya dan membuatnya lebih sering duduk di bangku cadangan.

Performa Diks kembali bersinar ketika ia dipinjamkan ke klub Denmark, AGF Aarhus, pada September 2019.

Di sana, ia berhasil menunjukkan bakatnya hingga masa peminjamannya diperpanjang hingga 2020/2021.

Selama di AGF, Diks menemukan kembali kepercayaan dirinya dan mendapatkan waktu bermain yang konsisten.

Setelah masa peminjaman yang panjang dan penuh liku-liku, Diks akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kontraknya dengan Fiorentina pada akhir musim 2020/2021.

Perjalanan masa peminjaman ini membentuk Diks menjadi pemain yang lebih matang, dengan pengalaman bermain di berbagai liga top Eropa.

Meskipun menghadapi tantangan, termasuk cedera dan waktu bermain yang terbatas, Diks terus berjuang untuk menemukan tempatnya di dunia sepak bola yang kompetitif.

Pengalamannya ini memberinya wawasan yang berharga dan kemampuan untuk beradaptasi dalam berbagai situasi, yang akan menjadi modal penting dalam melanjutkan karier profesionalnya.

4. Kevin Diks: Karier Bersinar di FC Copenhagen

Setelah melewati masa peminjaman yang panjang dan mengakhiri kontraknya dengan Fiorentina, Kevin Diks memulai babak baru dalam kariernya dengan bergabung ke FC Copenhagen pada Juli 2021.

Sejak kedatangannya, Diks langsung menjadi andalan di lini pertahanan tim berjuluk The Lions ini.

Dalam waktu singkat, ia menunjukkan kualitasnya dengan menjadi pemain reguler dan pilar penting di skuad utama.

Selama bersama FC Copenhagen, karier Diks mulai bersinar.

Hingga kini, ia telah tampil dalam 108 pertandingan, mencetak 8 gol, dan menyumbangkan 16 assist. Performa solidnya tidak hanya terbatas pada kompetisi domestik, tetapi juga di kancah Eropa, khususnya dalam Liga Champions Eropa musim 2023/2024.

Dalam fase grup, Diks tampil gemilang dengan membawa timnya meraih kemenangan 4-3 atas Manchester United dan 1-0 atas Galatasaray, yang memastikan langkah FC Copenhagen ke babak 16 besar.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan Diks yang fleksibel dalam bermain di berbagai posisi bek, menjadikannya aset berharga bagi tim.

Saat ini, ia dan rekan-rekannya di FC Copenhagen bersiap menghadapi tantangan berikutnya melawan Manchester City, juara bertahan Liga Champions.

Dengan performa yang terus meningkat, Kevin Diks semakin membuktikan bahwa ia adalah salah satu pemain kunci di klub Denmark tersebut.

Diks tak hanya menjadi pemain yang solid di lapangan, tetapi juga menunjukkan ketenangan dan kepemimpinan yang kuat, menjadikannya salah satu bek paling diandalkan di liga Denmark.

Kariernya di FC Copenhagen bukan hanya kisah kebangkitan setelah masa sulit, tetapi juga contoh bagaimana ketekunan dan kerja keras dapat membawa seorang pemain kembali ke puncak penampilannya.

Mengingat segudang prestasinya di usianya dan harganya yang cukup terjangkau wajar jika Como berniat untuk mendatangkannya.

Ia bisa menjadi andalan lini belakang Como, mengingat teman rekan yang akan berduet dengannya Raphael Varane, bek seior dengan segudang prestasi dan pengalaman. (ury)



Editor : Ali Mustofa
#Como 1907 promosi Serie A #como 1907 ke serie A #Kevin Diks #Serie A 2024 #FC Copenhagen #Emil Audero Mulyadi #Como 1907 #bursa tranfer #serie a #Como 1907 FC #bursa transfer 2024 #como #como 1907 promosi