RADAR KUDUS - Como 1907 musim ini sedang gencar gencarnya menambah amunisi untuk kedalaman skuad.
Banyak pemain bintang yang didatangkan dengan bebas transfer dan harga murah.
Ada juga pemain yang berdarah Indonesia seperti Emil Audero Mulyadi. Kali ini mengincar Kevin Diks, yang juga memiliki darah Indonesia.
Kevin Diks Bakarbessy, lahir di Apeldoorn, Belanda, pada 6 Oktober 1996, adalah pemain sepak bola profesional yang memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Desa Waai, Ambon, Maluku Tengah.
Tinggi badan Kevin mencapai 1,84 meter, menjadikannya sosok bek tangguh yang kini bermain untuk FC Copenhagen.
Ia merupakan putra pasangan Natasja Diks-Bakarbessy dan Bakarbessy, dan memiliki seorang kakak bernama Jamarro Diks, yang juga berkarier sebagai pesepak bola.
Baca Juga: Como 1907: Squad Mewah dan Pemain Incaran Musim Panas 2024 di Bawah kepemilikan Djarum Group
Sejak usia dini, Kevin telah dikenalkan pada sepak bola oleh kedua orang tuanya, yang mendorongnya untuk meniti karier profesional.
Hingga kini, ia bermain sebagai bek tengah, namun juga mampu mengisi posisi bek kanan dan kiri.
Prestasinya di kancah sepak bola Eropa menjadikannya salah satu pemain yang diincar untuk dinaturalisasi dan memperkuat Timnas Indonesia.
1. Awal Karier Kevin Diks bersama Vitesse: Langkah Pertama Menuju Panggung Eropa
Kevin Diks memulai perjalanan sepak bolanya di usia dini dengan bergabung di klub lokal VIOS Vaassen pada tahun 2002.
Dua tahun kemudian, ia pindah ke AGOVV Apeldoorn, sebelum akhirnya bergabung dengan akademi Vitesse pada 2005, saat usianya baru menginjak 9 tahun.
Di Vitesse, Diks menampilkan potensi besar sebagai bek muda yang berbakat. Ia menjalani lima musim di tim muda, menunjukkan kemampuan yang menjanjikan di setiap level usia.
Pada Agustus 2014, kerja kerasnya terbayar ketika ia berhasil menembus tim utama Vitesse di Eredivisie, liga utama Belanda.
Debutnya di kompetisi bergengsi ini menunjukkan betapa besar potensi yang dimilikinya, hingga ia mulai mendapat kepercayaan untuk mengawal lini pertahanan.
Musim pertamanya bersama tim utama Vitesse berjalan cukup sukses, dengan Diks tampil dalam 26 pertandingan di semua kompetisi sebagai bek kanan.
Prestasi ini menjadi awal dari perjalanan karier yang lebih gemilang.
Musim berikutnya, yaitu 2015/2016, Diks semakin menunjukkan konsistensi dengan tampil dalam 33 laga dan mencatatkan 2 gol serta 4 assist.
Penampilan impresifnya bersama Vitesse tidak luput dari perhatian klub-klub besar Eropa.
Pada 2016, salah satu klub ternama Serie A Italia, Fiorentina, merekrutnya setelah melihat statistik mengesankan yang ditorehkannya di Belanda.
Langkah ini menandai babak baru dalam karier Diks, membawa pemain muda berbakat ini ke panggung sepak bola yang lebih besar dan lebih menantang di Eropa.
2. Perjalanan Kevin Diks bersama Fiorentina: Tantangan di Panggung Serie A