RADAR KUDUS - Musim 2024/2025 ini Serie A akan memulai laga perdananya minggu depan (17/08).
Beberapa "Pemain" indonesia akan meramaikan Liga tersebut. Salah satunya Jay Idzes yang baru saja promosi dari Serie B bersama Venezia.
Selain itu Ada Tijjani Reijnders yang membela AC Milan dan Emilio Audero Mulyadi yang bersama Como 1907 yang juga baru saja promosi ke Serie A.
Emilio Audero Mulyadi, seorang penjaga gawang berbakat yang saat ini bermain di klub Sampdoria, lahir pada 18 Januari 1997 di Mataram, Indonesia.
Ia memiliki darah campuran Indonesia-Italia, dengan ayah asli Lombok yang bernama Edy Mulyadi dan ibu berkewarganegaraan Italia.
Emil mulai meniti karier sepak bolanya di Italia sejak usia dini dan bergabung dengan akademi Juventus, di mana bakatnya sebagai kiper semakin terasah.
Karier profesionalnya dimulai bersama Juventus, tetapi kesempatan bermain reguler diperolehnya setelah dipinjamkan ke Venezia pada musim 2017-2018.
Performanya yang impresif menarik perhatian Sampdoria, yang akhirnya mempermanenkan statusnya pada 2019.
Musim 2024-2025 ini Emil pindah ke Como 1907 dan akan dilatih oleh Pepe Reina.
Kedatangan Pepe Reina diproyeksikan untuk melatih kiper kiper muda, salah satunya Emil.
Di level internasional, meski berdarah Indonesia, Emil memilih membela timnas Italia di berbagai kelompok usia.
Di Italia, ia dikenal sebagai salah satu kiper muda yang menjanjikan, dengan refleks cepat dan kemampuan membaca permainan yang baik.
Emilio Audero Mulyadi tak hanya menjadi kebanggaan keluarganya di Italia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak penggemar sepak bola di Indonesia yang melihatnya sebagai simbol sukses diaspora Indonesia di kancah sepak bola internasional.
Sempat beberapa waktu lalau Emil ditawari naturalisasi, tapi ia lebih memilih Italia sebagai kewarganegaraannya.
Sedangkan yang satunya ialah Tijjani Reijnders, Tijjani Reijnders, gelandang berbakat kelahiran Belanda pada 29 Juli 1998, memiliki darah keturunan Indonesia dari pihak ayahnya.
Pemain ini dikenal sebagai sosok dengan kemampuan teknik tinggi dan visi permainan yang cemerlang.
Reijnders memulai karier sepak bolanya di akademi FC Twente sebelum bergabung dengan AZ Alkmaar pada 2017.
Di AZ, ia berkembang menjadi salah satu gelandang kunci dengan kemampuan distribusi bola yang luar biasa dan kemampuan untuk mengontrol tempo permainan.
Kualitas ini menarik perhatian klub-klub besar Eropa, hingga akhirnya AC Milan merekrutnya pada tahun 2023.
Keturunan Indonesia yang dimilikinya menjadi kebanggaan tersendiri, terutama bagi komunitas sepak bola di Indonesia yang mengikuti perkembangan kariernya.
Reijnders sering disebut sebagai salah satu pemain keturunan Indonesia yang berhasil menembus kompetisi elite di Eropa.
Meski belum pernah memperkuat Timnas Indonesia, ia juga sempat akan di Naturalisasi tapi ia lebih memilih Belanda sebagai Kewarganegaraannya.
Baca Juga: Peran Pepe Reina di Como 1907: Menyuntikkan Pengalaman dan Mentalitas Juara
Di kancah internasional, Reijnders telah memperkuat Timnas Belanda U21, dan namanya terus mencuat sebagai salah satu gelandang masa depan.
Kepindahannya ke AC Milan menandai langkah penting dalam kariernya, di mana ia diharapkan dapat menunjukkan kemampuannya di level tertinggi sepak bola Eropa.
Musim ini Serie A akan seru untuk disaksikan, terutama Como 1907 dan Venezia sebagai tim debutan yang belakangan Viral dan banyak dibicarakan. (ury)
Editor : Ali Mustofa