KUDUS - Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kudus mengambil langkah tegas dengan menerbitkan surat keputusan pemberhentian manajemen Persiku lama.
Itu menyusul tidak hadirnya manajer lama. Serta tak kunjung ditransfer ulang anggaran Persiku kepada Askab PSSI.
Keputusan tersebut menyusul hasil pertemuan dengan Askab PSSI Kudus dengan suporter Macan Muria (SMM) di Sekretariat Persiku kemarin.
Sementara itu, Manajer Persiku musim 2022 Achmad Faisal tak hadir dalam pertemuan itu.
Ketua Askab PSSI Kudus Daniel Budi Sampoerna menyatakan jadwal kemarin merupakan agenda serah terima manajer Persiku musim 2023.
Akan tetapi kesepakatan tak bisa diambil lantaran dari salah satu pihak tidak bisa hadir.
”Kami telah memberikan surat satu dan dua. Bahwasanya kami memanggil lagi. Kami sepakat dengan suporter membuat surat pemberhentian manajer musim 2022,” katanya.
Dengan legalitas itu, segala hak yang akan diterima oleh manajer musim 2023 bisa diperoleh. Yakni anggaran sebesar Rp 500 juta untuk persiapan Persiku musim 2023.
Daniel menambahkan, manajer lama telah diberhentikan per 15 September. Sementara pernyataan secara lisan Faisal tidak bisa melanjutkan mengurus laskar Macan Muria-julukan Persiku musim 2023.
Sebelumnya, kata Daniel, manajer lama saat dikonfirmasi berkenan hadir menemui suporter. Namun saat dihubungi kembali, yang bersangkutan sedang ada kegiatan di luar kota.
Sementara itu, Penasehat SMM Rinduwan menyatakan, mendesak Askab PSSI Kudus bersikap tegas dengan mengeluarkan surat pemberhentian manajer per Kamis (28/9).
Anggaran pembiayaan Persiku yang telah ditransfer oleh Askab PSSI Kudus ke manajemen Persiku Kudus bisa dikembalikan ke rekening Askab PSSI Kudus.
”Pengambilannya harus urut, karena uang ada di manajer Persiku harus dikembalikan ke Askab PSSI Kudus. Setelah itu Askab PSSI Kudus uang untuk mengarungi kompetisi harus ditransfer ke manajer yang baru,” katanya.
Dia menyebut Persiku harus mempunyai target realistis pada musim ini. Sekaligus pembenahan perencanaan manajemen.
Dengan hal itu, dukungan anggaran kepada Persiku dipastikan akan terkucurkan dari pemerintah daerah.
”Ketika pembuktian tidak ada. Suntikan anggaran juga tidak ada,” katanya.
Terpisah, Ketua SMM, M. Ilham mengatakan, pihaknya akan menunggu surat keputusan pemberhentian manajer lama oleh Askab PSSI Kudus.
Suporter tergugah mengambil alih Persiku Kudus pada musim ini. Lantaran melihat belum ada sosok manajer yang meminang tim kebanggan wong Kudus.
”Kami siap bersama suporter siap iuran bersama. Serta meminta dukungan perusahaan untuk modal klub,” katanya.
Dari pemberitaan sebelumnya, pemerintah daerah tak mengucurkan anggaran pendanaan untuk Persiku pada APBD perubahan 2023 ini. Ini menyusul tidak adanya pos anggaran dan tak terverifikasi. (gal/zen)
Editor : Ali Mustofa