Pesan ini disampaikan Eric saat nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2022 dengan pemain dan manajemen Persebaya serta Millennials BUMN Surabaya Raya di Surabaya, Minggu (20/11) malam.
"Semua harus intropeksi diri, dari liga, wasit, pelatih, pemain, suporter, dan PSSI dengan tanpa menyalahkan siapapun," ujar Erick, dikutip antaranews.com.
Erick bersyukur, karena badan sepak bola dunia atau FIFA tidak memberikan sanksi kepada Indonesia atas Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 135 orang kehilangan nyawa.
"Tentu dengan catatan, FIFA akan mendampingi Indonesia untuk menuju ke arah yang lebih baik," ujarnya.
Menurut dia, bukannya sanksi tidak akan turun kalau kondisi sepak bola Indonesia tidak ada perubahan.
"Harus ada perubahan dan yang perlu digarisbawahi, tidak mungkin kondisi sepak bola kita seperti ini. Semua harus introspeksi diri. Untuk pemain tetap latihan, Bismillah kompetisi akan segera bergulir kembali," katanya.
Sebelumnya, operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) sempat menyatakan bahwa mempunyai tiga rencana tanggal dilangsungkannya kembali Liga 1 yaitu 18 November, 25 November dan 2 Desember 2022.
Namun, seiring waktu, LIB lebih condong memilih 2 Desember 2022 sebagai tanggal pelaksanaan kembali Liga 1 Indonesia 2022-2023, dengan catatan semuanya bergantung pada izin dari pemerintah. Editor : Ali Mustofa