Salah satu Komisaris PSG Pati Saiful Arifin menjelaskan, pihaknya hanya menambah wadah di bidang futsal. “Menambah wadah kan boleh saja. Halal kan. Nggak nyusahin orang. Tidak minta-minta. Toh ini untuk Pati juga,” katanya.
Tim itu kini berubah nama menjadi SKN PSG Pati. Menurutnya ke depan bagus untuk membawa nama Pati. Pasalnya, Saat ini profesional futsal di Indonesia hanya ada 12 klub.
“Lha iya namanya kan PSG Futsal. Bukan alih profesi. Tapi melebarkan sayap,” tandangnya.
Akuisisi tim futsal Kebumen itu menurutnya, sah-sah saja. Apalagi timnya itu tidak meminta anggaran pemerintah.
“Kalau support, mendorong keluarkan dari kantongmu sendiri dong. Jangan minta-minta. Duitmu dewe ah,” tegasnya sambil merogoh kantongnya sendiri.
Sosok yang juga Wakil Bupati Pati itu menganggap, futsal di Kota Mina Tani ini hidup. Apalagi dengan mengambil tim profesional dari Jawa Tengah. Katanya, bisa membuat futsal semakin bergairah.
“Home base-nya di Pati ini. Pekan lalu sudah mulai seleksi. Pekan ini juga ada seleksi lagi di Jepara. Dengan menyongsong coach Doni Jola ini bisa mengangkat tim PSG Futsal Pati,” paparnya.
PSG Pati kini menjadi salah satu peserta Liga Futsal Indonesia 2021. Dengan nama, SKN PSG Pati FC. Tim tersebut di bawah perusahaan SKN PSG. “Targetnya bertahan di Liga Utama. Di Liga Nusantara (Linus) Pati kemarin ndak ikut. Tapi pada liga profesional ikut. Hebat to,” pungkasnya. Editor : Ali Mustofa