Laskar Samber Nyawa sebagai tuan rumah tak hadapi kendala berarti kala melawan PSG Pati di Stadion Manahan, Solo. Tim milik Atta Halilintar itu kebobolan dua gol tanpa balas. Dua gol dicetak Alberto Goncalves pada menit ke-18 dan Eky Taufik pada menit ke-20.
Pelatih Persis Eko Purdjianto mengatakan, dua gol di babak pertama memang sudah sesuai skema yang diinginkan. Dia memang meminta anak asuhnya bermain agresif sejak menit pertama. ’’Babak kedua saya minta bertahan. Karena itu kami banyak keserang,’’ paparnya.
Eko bersyukur atas kemenangan tersebut. Hal itu jadi motivasi tersendiri bagi pemain untuk menatap laga selanjutnya. ’’Tetap banyak yang harus dibenahi. Kami fokus ke laga selanjutnya,’’ tuturnya.
Kapten Persis Eky mengungkapkan, kemenangan itu dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Solo. Khususnya suporter Persis. Kemenangan yang jadi penanda bahwa tim serius ingin naik kasta ke Liga 1.
Selain itu, dia meminta rekan-rekannya tidak lalai. Tidak lantas merayakan kemenangan secara berlebihan. ’’Kompetisi masih panjang. Malam ini (kemarin) kami rayakan, setelah itu kerja keras lagi,’’ ucapnya.
Sementara itu, pelatih PSG Ibnu Grahan menyatakan bahwa Persis bermain sangat baik. Banyaknya pemain bintang di skuad Persis memang membuat PSG sulit melawan. ’’Terutama di babak pertama. Permainan Persis sangat bagus,’’ jelasnya.
Meski kalah, Ibnu tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. Menurut dia, anak asuhnya sudah tampil maksimal. Mampu mengimbangi Persis yang bertabur bintang. ’’Kami banyak pemain muda, beberapa masih demam panggung,’’ katanya.
Hasil tersebut bakal jadi evaluasi. Ibnu menegaskan akan memaksimalkan laga sisa di grup C.
’’Kami akan bangkit dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dan mohon diingat, kami hari ini bermain bersih, tidak ada kungfu atau apa. Selamat untuk Persis,’’ tegasnya. Editor : Ali Mustofa