Daniel -sapaan akrabnya- mendapatkan 21 suara dari 29 suara sah dari kongres yang diadakan secara virtual tersebut. Kongres tersebut dihadiri pengurus lama Askab PSSI Kudus, Plt Ketua PSSI Kudus Puthut Wibowoadi, dan pengurus KONI Kudus.
Sementara anggota PSSI Kudus yang terdiri 30 persatuan sepak bola, hanya satu yang tak hadir.
Daniel mengatakan, dalam visi dan misinya ia berkeinginan membawa arah sepak bola di Kudus menjadi lebih baik lagi. Salah satunya dengan pembinaan pesepak bola usia dini hingga senior.
”Kami tidak bisa terlalu santai, karena program dari PSSI sudah muncul. Ada beberapa kompetisi. Jadi harus kerja ekstra. Pembinaan akan dilakukan dari usia dini hingga senior,” terangnya.
Dalam pembinaan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan KONI Kudus. Dengan begitu, diharapkan terdapat bibit-bibit unggul dari pemain sepak bola hasil binaan.
Sementara terkait manajemen Persiku, pihaknya akan secepatnya membentuk. Pihaknya mewanti-wanti dalam pembentukannya tak akan molor. Lantaran beberapa jadwal dari PSSI sudah menanti.
Lebih lanjut, terkait kesiapan anggaran yang dirasa minim di KONI Kudus, pihaknya tak berdiam diri saja. Daniel akan menggandeng beberapa stakeholder dalam mendukung sepak bola di Kota Kretek.
”Dimungkin ada perubahan (manajeman hingga pemain Persiku),” imbuhnya. Editor : Ali Mustofa