RADAR KUDUS — Harga telur ayam ras pada Oktober 2026 mengalami perubahan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis atau PIHPS Nasional, harga telur ayam ras secara nasional mencapai rata-rata Rp31.550 per kilogram.
Angka tersebut meningkat Rp1.600 atau sekitar 5,34 persen dibandingkan catatan sebelumnya.
Perbedaan harga terlihat pada sejumlah sumber pemantauan. Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan mencatat harga telur ayam ras berada di kisaran Rp26.200 per kilogram.
Sementara itu, data PIHPS menunjukkan rata-rata nasional yang lebih tinggi, yakni Rp31.550 per kilogram.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh lokasi pasar dan metode pencatatan harga.
Baca Juga: Putusan MK Perintahkan Pelaku Usaha Pasang Label Gula, Garam, dan Lemak yang Jelas di Kemasan
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut harga telur ayam ras sekitar Rp26.200 per kilogram masih berada dalam batas wajar.
Harga itu juga masih di bawah harga acuan penjualan di tingkat konsumen yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.
Pemerintah menilai pergerakan harga tersebut masih berkaitan dengan kondisi pasokan dan daya beli masyarakat.
Pada awal Oktober 2026, harga telur ayam ras di beberapa daerah menunjukkan angka yang beragam.
Di Jawa Timur, harga telur ayam ras di pasar tradisional tercatat Rp24.850 per kilogram pada 3 Oktober 2026.
Sementara itu, catatan lain pada 5 Oktober 2026 menunjukkan harga telur ayam ras mencapai Rp31.850 per kilogram di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Insentif Dapur MBG Berubah Jadi 2000 per Porsi Mulai 5 Oktober 2026 Sesuai Keputusan BGN Terbaru
PIHPS juga mencatat harga telur ayam ras sebesar Rp29.150 per kilogram pada 1 Oktober 2026.
Angka ini menunjukkan bahwa harga telur di tingkat konsumen tidak seragam.
Perbedaan dapat terjadi karena faktor distribusi, biaya transportasi, kondisi pasokan dari peternak, serta karakteristik pasar di tiap daerah.
Kenaikan harga telur pada awal Oktober 2026 menjadi perhatian karena telur ayam ras merupakan salah satu bahan pangan yang banyak digunakan oleh rumah tangga dan pelaku usaha makanan.
Perubahan harga dalam hitungan kilogram dapat memengaruhi pengeluaran harian, terutama bagi masyarakat yang membeli telur secara rutin.
Baca Juga: Komdigi Ungkap 22 Aplikasi Berisiko Tinggi bagi Anak di Ruang Digital, Ada Gim hingga Telegram
Angka yang tercatat di pasar tidak selalu sama dengan rata-rata nasional.
Harga telur di tingkat konsumen dapat berubah mengikuti kondisi pasokan dan distribusi.
Untuk itu, pemantauan harga tetap diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang sesuai dengan kondisi pasar pada wilayah masing-masing.
Keterangan harga dalam artikel ini merujuk pada data PIHPS Nasional, Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, serta pernyataan Menteri Perdagangan pada awal Oktober 2026.
Data tersebut menunjukkan harga telur ayam ras masih bergerak dengan kisaran yang berbeda, mulai dari Rp24.850 hingga Rp31.850 per kilogram di sejumlah wilayah. (*)
Editor : Ali Mustofa