Demi Keamanan Pengunjung, Kawasan Bromo Ditutup Imbas Kebakaran yang Makin Luas

Anita Fitriani • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 22:19 WIB
Kawasan Gunung Bromo ditutup total akibat kebakaran yang meluas (Foto: Tangkapan layar Tiktok)
Kawasan Gunung Bromo ditutup total akibat kebakaran yang meluas (Foto: Tangkapan layar Tiktok)

 

 

 

MALANG — Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo karena terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan di area tersebut. 

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan bahwa pembatasan tersebut berlaku mulai hari Sabtu, 12 September 2026, hingga waktu yang belum diumumkan. 

Kebijakan ini dibuat agar bisa membantu proses pemadam dan penanganan kebakaran berjalan lebih baik, serta memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung ketika terjadi asap tebal dan api yang semakin membesar.

Baca Juga: BGN Pastikan MBG 2027 Jangkau 72,46 Juta Penerima di Indonesia

Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan TNBTS pada awal September 2026, dengan titik api terdeteksi menghabiskan area Sabana Pengol dan sekitarnya.

Sementara karhutla terus meluas, api bahkan tercatat sudah mendekati Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dengan titik api sampai ke tepi jalan raya Malang–Lumajang pada hari Sabtu, 12 September 2026.

Kondisi tersebut membuat Balai Besar TNBTS harus mengambil tindakan mendesak dengan menutup semua pintu masuk ke kawasan wisata Bromo, mulai dari Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula, hingga Senduro.

Baca Juga: Pemangkasan Kuota BBM Subsidi 2027 Jadi Sorotan, Ini Angka dan Alasannya

Rudijanta mengatakan bahwa penutupan berlaku sejak hari Sabtu, 12 September 2026, hingga waktu yang akan diumumkan kemudian, dengan memperhatikan perkembangan kebakaran, proses pemadaman, serta keamanan wilayah tersebut.

Sebelumnya, pada 10 September 2026, akses untuk berwisata melalui pintu Jemplang dari arah Kabupaten Malang sudah ditutup sementara terlebih dahulu karena kebakaran hutan di area Sabana Pengol.

Namun, seiring semakin meluasnya kebakaran, kebijakan menjadi lebih ketat hingga akhirnya semua akses wisata ditutup total.

Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar TNBTS, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan warga masyarakat terus berupaya memadamkan api di lapangan sambil memperhatikan kondisi cuaca serta arah angin yang memengaruhi penyebaran api.

Baca Juga: Dewan Pengawas dan Dewan Hakim MTQ Nasional 2026 Dikukuhkan

Dampak penutupan ini langsung dirasakan oleh para pelaku usaha di sektor pariwisata di sekitar Bromo, seperti pemandu wisata, penunggu kuda, penginapan, dan penjual makanan yang semuanya bergantung pada kunjungan wisatawan.

Meski begitu, fokus utama sekarang adalah mengendalikan api dan mencegah terjadinya korban, sehingga kegiatan wisata dihentikan sementara sampai kondisi dianggap aman oleh pihak berwenang.

Informasi terbaru tentang pembukaan kembali kawasan Bromo akan diberikan oleh TNBTS setelah mengevaluasi kondisi di lapangan dan memastikan bahwa proses pemadaman telah selesai.

Baca Juga: Pakai HP Korban untuk Video Call, Keluarga Wili Mbuik: Salah Apa Anak Saya

Bagi wisatawan yang telah merencanakan kunjungan ke Gunung Bromo, disarankan untuk menunda perjalanan dan mengikuti informasi resmi dari Balai Besar TNBTS serta kanal komunikasi resmi pengelola kawasan.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api di sekitar kawasan hutan, terutama di musim kemarau dengan kondisi vegetasi kering.

Penutupan total ini merupakan langkah preventif untuk mencegah risiko lebih besar, sekaligus memberi ruang bagi tim pemadam bekerja optimal tanpa gangguan aktivitas wisata.

Editor : Mahendra Aditya
Wisata Gunung Bromo karhutla Bromo Taman Nasional Bromo Tengger Semeru karhutla