BGN Siapkan Pendaftaran Chef untuk Dapur MBG, Profil dan Pengalaman Akan Dicek

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:37 WIB
Roni Suradi, 45 tahun, chef di SPPG Jatinegara 01 Jakarta Timur. (Dimas Choirul/JawaPos.com)
Roni Suradi, 45 tahun, chef di SPPG Jatinegara 01 Jakarta Timur. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

RADAR KUDUS – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan mekanisme khusus untuk mendata para chef yang bekerja di dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG).

Nantinya, setiap chef yang diajukan oleh mitra akan melalui proses pemeriksaan profil dan pengalaman sebelum mendapatkan rekomendasi untuk bekerja di dapur MBG.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pihaknya akan menyediakan tautan khusus yang dapat digunakan yayasan atau mitra untuk mendaftarkan chef yang bertugas di dapur masing-masing.

Ia meminta para mitra nantinya memasukkan data chef melalui mekanisme yang telah disiapkan BGN.

"Nah, jadi saya ingin Bapak Ibu semua, nanti akan kami buatkan semacam link khusus, untuk kemudian chef yang ada di dapur-dapur anda semua itu kemudian didaftarkan kepada kami," kata Kepala BGN Sudaryono melalui pernyataannya di akun instagram resmi @sudaru_sudaryono, dikutip Kamis (10/9).

Menurut Sudaryono, keberadaan chef memiliki peran penting dalam menjaga kualitas makanan MBG.

Seorang chef dinilai tidak hanya memahami teknik memasak, tetapi juga mengetahui karakteristik bahan makanan, termasuk jenis makanan yang mudah mengalami kerusakan.

Chef Dinilai Paham Pengolahan dan Ketahanan Makanan

Sudaryono menjelaskan, pengalaman seorang chef dibutuhkan mulai dari proses memilih bahan, menentukan menu, hingga mengatur waktu pengolahan makanan.

Chef, kata dia, idealnya mengetahui bahan makanan yang cepat basi, waktu yang tepat untuk mulai memasak, tingkat kematangan, hingga berapa lama makanan dapat dipersiapkan sebelum disajikan.

Karena itu, chef yang diusulkan oleh yayasan atau mitra nantinya tidak serta-merta langsung mendapatkan rekomendasi.

BGN akan melakukan pemeriksaan terhadap latar belakang dan pengalaman kerja chef tersebut.

Chef yang dinilai memenuhi persyaratan kemudian dapat memperoleh surat rekomendasi dari BGN untuk bekerja di dapur milik yayasan atau mitra MBG.

Chef dan Yayasan Jadi Bagian Penting

Sudaryono menilai kualitas menu MBG tidak hanya ditentukan oleh anggaran yang tersedia.

Menurutnya, kemampuan chef serta perhatian dari pihak yayasan atau pengelola dapur menjadi faktor penting dalam menghasilkan makanan yang menarik sekaligus disukai anak-anak.

Ia mengatakan sudah banyak dapur MBG yang mampu menyajikan menu berkualitas dengan anggaran sekitar Rp10.000 per porsi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara chef dan pihak pengelola dapur dalam menyusun menu serta mengolah makanan.

Sudaryono juga mengapresiasi sejumlah dapur MBG yang dinilai telah mampu menghadirkan menu menarik.

Ia menyebut berbagai contoh menu tersebut juga banyak dibagikan melalui media sosial.

Melalui mekanisme pendataan dan pemeriksaan chef tersebut, BGN berharap kualitas pengolahan makanan di dapur MBG semakin terjaga, baik dari sisi menu maupun proses pengolahannya.

Editor : Ali Mustofa
makanan mbg SUDARYONO dapur MBG badan gizi nasional Kepala BGN