RADAR KUDUS - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan pengakuan mengejutkan terkait evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam paparan resminya, Menko Zulhas secara terbuka mengakui bahwa eksekusi program unggulan pemerintah tersebut mengalami kegagalan di lapangan.
Pernyataan tegas itu disampaikannya saat menghadiri Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bandar Lampung pada Jumat (4/9/2026).
"Apa yang gagal, MBG. MBG kita akui gagal," ujar Zulhas di hadapan para peserta seminar.
Dalam sorotannya, Zulhas menekankan bahwa program yang telah mengucurkan alokasi anggaran bernilai sangat fantastis dan berjalan hampir dua tahun ini masih terus diwarnai oleh berbagai persoalan krusial.
Salah satu masalah paling menonjol dan menjadi perhatian nasional adalah rentetan kasus keracunan massal yang menimpa para siswa di berbagai daerah.
Menurutnya, besarnya kucuran dana dari pemerintah tidak akan pernah menjamin keberhasilan suatu program nasional apabila tidak diimbangi dengan sistem pengawasan yang ketat serta tata kelola manajemen yang memadai.
Kendati mengakui adanya kegagalan mendasar dalam ranah implementasi, pemerintah menegaskan tidak akan menghentikan keberlanjutan program MBG.
Zulhas menjelaskan bahwa jajaran manajemen serta pihak penyedia yang dinilai bermasalah kini tengah menjalani proses evaluasi dan penanganan hukum.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto telah bergerak cepat dengan menunjuk jajaran pengelola baru yang ditugaskan secara khusus untuk memimpin pembenahan total.
Pemerintah meminta tenggat waktu sekitar satu hingga deux bulan ke depan untuk melakukan perbaikan tata kelola secara menyeluruh dan bertahap.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan reformatif pada sistem pengawasan pasokan pangan, standar higienitas penyedia, hingga mekanisme distribusi, sehingga seluruh krisis yang terjadi dalam pelaksanaan MBG dapat terselesaikan dan program kembali berjalan sesuai tujuannya. (*)