Bandara Lampung Ditutup Imbas Abu Anak Krakatau, Penumpang Bakauheni Melonjak 2.116 Orang

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 18:51 WIB
Ilustrasi abu vulkanik
Ilustrasi abu vulkanik

RADAR KUDUS - Penutupan sementara Bandara Internasional Radin Inten II Lampung akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) membuat sebagian masyarakat mengalihkan perjalanan ke jalur laut. Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menjadi salah satu pilihan untuk menuju Pulau Jawa.

Perubahan pola perjalanan itu terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang kapal penyeberangan pada Minggu (6/9/2026). Data PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni mencatat sebanyak 2.116 penumpang menyeberang dari Bakauheni menuju Pulau Jawa pada hari tersebut.

Jumlah itu meningkat cukup signifikan dibandingkan dua hari sebelumnya. Pada Jumat (4/9/2026), tercatat 1.361 penumpang menggunakan layanan penyeberangan, sedangkan pada Sabtu (5/9/2026) jumlahnya mencapai 1.365 orang.

Jika dihitung selama tiga hari tersebut, total penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni mencapai 4.842 orang.

Lonjakan tidak hanya terjadi pada jumlah penumpang, tetapi juga kendaraan. Pergerakan kendaraan dari Bakauheni menuju Pulau Jawa tercatat 7.371 unit pada Jumat, kemudian turun menjadi 6.736 unit pada Sabtu. Angka itu kembali naik pada Minggu hingga mencapai 7.751 kendaraan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan dengan mengedepankan keselamatan pengguna jasa dan pelayaran.

Menurut Partogi, ASDP terus memantau perkembangan kondisi pascaaktivitas Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan regulator dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Operasional penyeberangan akan disesuaikan dengan kondisi yang berkembang di lapangan.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengutamakan keselamatan. Pastikan tiket dan perjalanan telah dipersiapkan dengan baik, pantau informasi resmi sebelum berangkat, dan ikuti seluruh ketentuan serta arahan petugas," ujar Partogi, Senin (7/9/2026).

Sementara itu, Bandara Internasional Radin Inten II masih ditutup sementara hingga pukul 18.00 WIB pada Senin (7/9/2026). Sebanyak 15 penerbangan dari dan menuju Lampung dibatalkan akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

General Manager Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan pembatalan penerbangan dilakukan sebagai langkah untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diketahui memengaruhi ruang udara di sejumlah wilayah Jawa dan Sumatera. Kondisi tersebut mendorong penutupan sementara sejumlah bandara sebagai bagian dari mitigasi keselamatan penerbangan.

Di tengah gangguan transportasi udara, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian. Episode erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB. Meski demikian, aktivitas vulkanik gunung tersebut belum sepenuhnya berhenti dan statusnya masih berada pada Level III atau Siaga.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Suwarno, sebelumnya mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer. Warga juga diminta mewaspadai kemungkinan abu vulkanik kembali terbawa angin.

Dengan kondisi tersebut, jalur penyeberangan Bakauheni menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan akses menuju Pulau Jawa saat penerbangan dari Lampung terganggu. ASDP menyatakan layanan tetap dioperasikan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, perkembangan aktivitas vulkanik, serta aspek keselamatan pelayaran.

Editor : Mahendra Aditya
Pelabuhan Bakauheni Bandara Radin Inten II ditutup penumpang Bakauheni penerbangan Lampung gunung anak krakatau