Viral Video Syur Diduga Kepala Sekolah dan Guru SD di Pekalongan, Begini Kebenarannya

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 10:17 WIB
Ilustrasi CCTV
Ilustrasi CCTV

PEKALONGAN – Rekaman CCTV berdurasi 21 detik yang diduga memperlihatkan tindakan tidak senonoh antara seorang kepala sekolah dan guru SD di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, beredar luas di media sosial.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan telah mengambil tindakan terhadap kedua aparatur sekolah tersebut.

Rekaman itu disebut berasal dari lingkungan sebuah SD di wilayah Langkap, Kecamatan Kedungwuni. Video kemudian menyebar di media sosial disertai narasi mengenai dugaan hubungan tidak pantas antara kepala sekolah dan salah seorang guru di sekolah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, membenarkan bahwa pihaknya telah mengetahui persoalan tersebut. Menurut dia, informasi mengenai dugaan kedekatan antara kedua oknum tersebut sebenarnya sudah muncul sejak awal Agustus 2026.

“Keduanya memang kepala sekolah dan guru. Informasinya itu awal Agustus,” ujar Kholid, dikutip dari iNews Semarang, Minggu (6/9/2026).

Kholid menjelaskan, kedua orang yang disebut dalam rekaman itu diketahui telah memiliki keluarga masing-masing. Dugaan mengenai hubungan keduanya juga disebut bukan baru muncul setelah video beredar, melainkan telah lama menjadi pembicaraan di lingkungan sekolah.

Berangkat dari informasi tersebut, pihak sekolah mengambil inisiatif memasang kamera pengawas atau CCTV. Langkah itu dilakukan untuk memperoleh bukti atas dugaan hubungan keduanya yang sebelumnya hanya menjadi isu di lingkungan sekolah.

“Yang pasang kamera CCTV inisiatif sendiri karena isu hubungan keduanya kan sudah lama beredar,” kata Kholid.

Setelah persoalan tersebut terungkap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan memberikan tindakan terhadap kepala sekolah yang bersangkutan. Kepala sekolah itu dicopot dari jabatannya dan untuk sementara ditempatkan di dinas.

“Oknum kepala sekolah langsung kita copot dan ‘kandangkan’ di dinas,” ujar Kholid.

Sementara itu, guru yang disebut berada dalam rekaman juga mendapatkan sanksi berupa pemindahan tempat tugas. Guru tersebut dipindahkan ke sekolah lain yang lokasinya cukup jauh dari tempat tugas sebelumnya.

“Untuk oknum gurunya sudah kita pindah ke tempat yang jauh,” kata Kholid.

Meski tindakan awal telah diberikan kepada keduanya, proses penanganan kasus tersebut belum sepenuhnya selesai. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan masih menunggu keputusan lanjutan dari Plt Bupati Pekalongan mengenai bentuk sanksi berikutnya.

Kholid menyebut keputusan tersebut dapat berupa penurunan jabatan satu tingkat maupun bentuk sanksi lain sesuai hasil penanganan lebih lanjut. Dengan demikian, status sanksi terhadap kepala sekolah dan guru tersebut masih menunggu keputusan pimpinan.

Peredaran rekaman di media sosial menjadi pemicu kembali mencuatnya persoalan yang sebelumnya telah diketahui pihak sekolah.

Namun, video yang beredar merupakan rekaman yang diduga memperlihatkan keduanya, sementara penanganan administratif terhadap mereka dilakukan berdasarkan informasi dan temuan yang telah diterima oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.

Editor : Mahendra Aditya
Sumber : inews.id
link video viral video kepala sekolah dan guru Pekalongan kepala sekolah SD Pekalongan video viral Pekalongan video syur