Perjuangan Karhutla Kalteng: Akhmad Rizani dan Itam Madin Gugur Akibat Sesak Napas saat Tugas

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 08:37 WIB
Perjuangan Karhutla Kalteng: Akhmad Rizani dan Itam Madin Gugur Akibat Sesak Napas saat Tugas
Perjuangan Karhutla Kalteng: Akhmad Rizani dan Itam Madin Gugur Akibat Sesak Napas saat Tugas
 
RADAR KUDUS - Awan duka mendalam menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah di tengah perjuangan melumpuhkan kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 
Dua sosok relawan pemadam kebakaran yang pantang menyerah dilaporkan gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan dalam rentang waktu hanya tiga hari.
 
Kedua pahlawan kemanusiaan tersebut adalah Akhmad Rizani, yang menjabat sebagai Ketua Tim Serbu Api (TSAK) Jekan Raya, serta Ahmadin alias Itam Madin, seorang anggota relawan dari Damkar Huma Singgah Itah.
 
Baca Juga: Kementerian ESDM Ketatkan Pendataan LPG 3 Kg, Kelompok Mampu Desil 6–10 Dilarang Beli

Kepergian kedua pejuang garis depan ini menjadi pukulan berat saat penanganan bencana karhutla sedang intensif dilakukan oleh tim gabungan di Kalimantan Tengah.
 
Medan yang sulit, tingginya paparan asap pekat, serta suhu panas ekstrem menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi para relawan setiap harinya demi melindungi permukiman dan ruang hidup masyarakat dari ancaman api.

Akhmad Rizani mengembuskan napas terakhirnya pada 27 Agustus 2026 setelah sempat mendapatkan penanganan medis intensif akibat mengalami sesak napas akut usai berjibaku memadamkan api.
 
Di mata rekan-rekannya, sosok Rizani dikenal memiliki dedikasi yang luar biasa tinggi dan selalu berada di garda terdepan setiap kali titik api membakar lahan di wilayah Jekan Raya dan sekitarnya.
 
Baca Juga: Cek Daftar Harga Motor Matic Honda 2026, BeAT hingga Vario Evo 160

Belum hilang rasa duka atas berpulangnya Rizani, kabar duka susulan kembali menghantam jajaran relawan pemadam kebakaran tiga hari berselang.
 
Ahmadin atau yang akrab disapa Itam Madin, relawan setia dari Damkar Huma Singgah Itah, mengembuskan napas terakhir setelah kondisi kesehatannya terus memburuk dan mengalami gangguan pernapasan berat akibat terpapar asap tebal secara terus-menerus. 
 
Duka ini menjadi pengingat keras akan tingginya risiko keselamatan serta pengorbanan jiwa yang ditempuh para relawan karhutla demi mengamankan wilayah dari bencana kabut asap. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna
Karhutla Kalimantan Tengah Relawan Damkar Gugur Akhmad Rizani Itam Madin Kebakaran Histan Kalteng